Hello World!

Padang, 23 Maret 2019

"Setelah saya melihat kegiatan kakak keliling Indonesia
dan keliling dunia, saya terinspirasi. 
Bagaimana cara kakak seperti itu supaya saya juga seperti kakak?"

Itulah sebuah pesan via Instagram @winnymarlina yang dikirim Ilah dari Banten.

Sebuah pesan yang membuatku terharu, karena entah harus darimana aku menjelaskan bagaimana aku yang hanya dari keluarga pas-pasan ini bisa melihat dunia. Karena sebenarnya aku juga baru melihat 25 Negara Luar dan keliling Indonesia dan itupun belum semua Provinsi di Indonesia. Namun Alhamdulillah, aku sangat bersyukur karena aku juga tidak pernah menyangka aku bisa melakukannya, mungkin itulah namanya “kekuatan mimpi” dan “doa” serta “kerja keras”.

Dulu sewaktu kecil, hidupku itu susah, boro-boro memikirkan keliling dunia, dapat makan saja Alhamdulillah. Maklum ibuku hanya PNS biasa dan itupun single mom, untuk dapat tamat S1 saja sudah fantastis, bisa melihat dunia luar itu maka bonus.

Tapi aku tidak pernah berputus asa dengan yang namanya sekolah, dan aku paling suka berprestasi. Mungkin sedikit ambisius, aku adalah tipe yang memiliki tekad dan jika menginginkan sesuatu aku akan berusaha meraihnya dengan sekuat tenaga. Juara kelas hukumnya wajib bagiku, sehingga ketika aku tidak mendapat juara rasanya dunia ini hendak kiamat. Bahkan pernah di kelas 2 SMA aku hanya masuk 10 besar langsung gak mau mengambil rapor karena aku tidak suka dengan kekalahan. Tak pernah tidak juara kelas, tiba-tiba tidak juara kelas hidupnya seolah berhenti disitu. Akhirnya aku balas dendam kekalahan itu dengan presatasi antar sekolah. Walaupun pada ujungnya mindset “juara” itu luntur seiring pengalaman hidup, karena di dalam hidup tidak melulu harus selalu juara karena kadang kalau harus jatuh agar bisa berdiri kembali. Agar bisa mawas diri dan agar bisa ngaca. Karena hidup itu tak semanis yang dibayangkan bahkan hidup itu berputar, kadang dibawah, kadang ditengah, kadang diatas.

Istanbul

Jadi ketika hidup susah maka berjuang sekuat tenaga untuk bangkit, namun ketika di posisi atas maka jangan sombong. Dalam hidup ini harus melirik ke atas, melirik ke bawah, dan lihat diri sendiri. Melirik ke atas agar tidak sombong dan melirik ke bawah agar tetap bersyukur. Hasil dari usaha itu ada yang sukses ada yang tidak karena namanya juga hidup pasti penuh liku dan cobaan.

Yang paling lucu waktu zaman kuliah S1, aku sempat minder dengan teman-temanku dari keluarga berada. Udah pintar terus kaya pula, cantik lagi, paket lengkap. Sementara aku boro-boro keluar negeri, naik pesawat aja gak pernah di waktu itu. Karena bagiku dapat mengeyam pendidikan saja Alhamdulillah. Namun rasa iri itu aku ubah menjadi motivasi, dalam hatiku “iya temanku hidupnya berkecukupan dan bisa liburan ke Luar Negeri tapi kan bukan uang dia, uang orang tuanya. Ntar aku pasti bisa seperti itu juga tapi dengan uang sendiri”. Itulah yang aku tanamkan dari diriku. Ternyata “kata” itu adalah “doa”, seolah dunia berkonspirasi dalam mengabulkan keinginan dan mimpiku. Aku bisa melihat dunia dengan usaha sendiri meski aku bukan dari keluarga berada.

Dari tahun 2010-2019 aku mengelilingi 25 negara di luar Indonesia dan untuk mendapatkan itu prosesnya panjang, sepanjang jalan kenanga.  Perjuangannya pun berat, seperti kata pepatah “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.

Gerbang Selamat Datang di Timor Leste

Gerbang Selamat Datang di Timor Leste

Pertama kali aku mengurus passpor itu di tahun 2010. Padahal waktu itu masih hidup susah tapi aku berkeyakinan bahwa nanti setelah tamat kuliah aku bisa ke luar negeri dan aku waktu itu punya target untuk selesai kuliah di tahun 2011 dan itu tercapai. Maka selalu yakinlah diri sendiri serta penuhi target sebagai tujuan hidup.

Setelah 2 tahun mengurus passpor, di tahun 2012 setelah wisuda aku diterima kerja di perusahaan asing sebagai MT yang kerjanya pindah-pindah. Sepanjang 2 tahun ini aku tidak ada cap paspor sama sekali. Saking niatnya passporku dibawa kemana-mana, dengan harapan bisa memecah telur alias rekor cap di passpor. Menariknya di tahun 2012 itu aku berada di Kupang, NTT dan negara luar yang ada di Pulau NTT adalah Timor Leste. Meski Timor Leste pernah menjadi bagian Indonesia namun tetap saja bisa mendapatkan cap passpor itu rasanya luar biasa. Akhirnya aku punya niat untuk travelling ke Timor Leste hanya untuk mencap passpor karena aji mumpung, mumpung masih di Kupang. Aku bersama Andisu ke Timor Leste dengan jalur darat dari Kupang. Waktunya pun hanya 2 hari saja tapi demi keinginan mengisi passpor semua dilakukan. Itulah ceritanya kenapa Timor Leste itu menjadi negara pertama yang aku kunjungin. Agak sedikit unik 🙂

Negara kedua yang aku kunjungin adalah Malaysia. Ada cerita lucu di balik kunjungan Malaysia. Awalnya negara kedua yang aku kunjungi itu adalah Singapura. Teman MT ku bernama Monica mendapat tiket murah dari Jakarta seharga Rp800.000 pulang pergi dan kami beli untuk tahun 2013 padahal kami di 2012 masih di Kupang dengan harapan kami akan pindah ke Jakarta. Dan tiketpun sudah ditangan, tapi perginya 1 tahun kemudian. Nah sepanjang menunggu ini aku mendapat keberuntungan luar biasa karena aku menjadi salah satu peserta My Selangor Story tahun 2012 sehingga kunjungan pertamaku ke Malaysia itu gratis. Rezeki anak soleh 🙂

MSS 2013 in Twins Tower

Kemudian di tahun 2013 lah aku benar-benar solo travelling sendiri ke Luar Negeri dan menemukan apa yang aku suka, dan apa yang aku inginkan, disiniah aku mulai menggilai “backpackeran”. Ironinya temanku Monica yang mengajakku trip ke Singapura malah tidak jadi pergi karena dia berhenti kerja. Padahal aku tidak pernah ke Luar negeri sendiri, negara pertama itu Timor Leste yang notabenenya sama seperti di Indonesia, kemudian negara kedua ke Malaysia itu gratisan eh ketiga jalan sendiri. Ekpektasinya waktu itu akan dibawa oleh Monic malah berakhir dengan jalan sendiri. Namun trip Singapura itu lah yang menjadi cikal bakal ku untuk melihat dunia.

Dari 2012 sampai 2019 maka passpor yang awalnya kosong, sekarang sudah terisi beberapa cap dari negara:

  1. Timor Leste
  2. Malaysia
  3. Singapura
  4. Thailand
  5. Cambodia
  6. Jepang
  7. China
  8. India
  9. Iran
  10. Turkey
  11. Myanmar
  12. Belanda
  13. Belgia
  14. Perancis
  15. Inggris
  16. Scotlandia
  17. German
  18. Chezk
  19. Austria
  20. Hungaria
  21. Kosovo
  22. Itali
  23. Vatican
  24. Vietnam
  25. Laos

Lalu apa trips dan trik agar bisa keliling dunia juga?

Dariku tidak ada tips dan trik untuk bisa keliling dunia itu dengan manage keuangan. Aku selalu membagi uangku dengan 4 bagian, 1/4 untuk tabungan, 1/2 untuk kehidupan sehari-hari, 1/4 untuk hiburan diri sendiri. Khusus keliling Indonesia aku mulai dari zaman kuliah, zaman belum ada uang dan hanya mengunjungi daerah sekitar tempat tinggal saja.

Setelah bekerjalah aku mulai bisa leluasa kemanapun aku pergi karena sudah memiliki penghasilan. Sebagian penghasilan inilah yang aku tabung perbulan. Kemudian aku paling suka membeli tiket promo, belinya 1 tahun sebelum keberangkatan. Meski agak  beresiko kalau tiba-tiba tidak jadi pergi karena suatu hal, maka hanguslah tiket pesawat yang sudah kebeli tapi aku berpikir positive karena secara tidak langsung aku mempunyai harapan untuk memiliki umur yang panjang. Biasanya aku membeli tiket itu maka setelah itu aku berusaha untuk menabung dan membuat rencana perjalanan. Itu membuatku bersemangat dalam bekerja.

Khusus bagi yang masih sekolah, jangan berkecil hati. Bisa menabung dengan hasil prestasi sekolah atau dengan mengikuti lomba-lomba atau bersabarlah nanti setelah bekerja pasti ada masanya. Akan ada masanya menikmati hasil jerih keringat sendiri, rasanya nikmati sekali. Dan janganlah berkecil hati dan terus belajar sungguh-sungguh karena yang namanya emas kalau dibuang tetaplah emas dan teruslah beprestasi. Jangan pernah berhenti untuk belajar, karena belajar itu memperkaya hidup.

Khusus yang hobi lomba, banyak loh kesempatan ke luar negeri maupun Indonesia karena beberapa lomba hadiahnya jalan-jalan atau uang.  Kalau uang bisa ditabung. Kalau aku memang tidak suka dengan lomba dan jarang ikut, karena sudah pesimis duluan bakalan kalah 😛

Aku juga jalan-jalan itu gak maksa, artinya aku pergi karena memang ada uang terbagi untuk itu. Aku berusaha melakukan perjalanan sehemat mungkin misalnya numpang nginap di rumah penduduk, ada yang dibawa jalan-jalan gratis, kadang dapat makanan gratisan, kadang jalan kaki demi menghemat 2 Euro serta jarang beli oleh-oleh mahal. Bagiku tidak perlu memiliki tas branded atau berpakain mewah karena yang penting itu bisa beli tiket untuk melihat betapa indahnya dunia!!

Dan terakhir, kujungin dulu daerah sendiri karena daerah sendiri belum tentu kita kenal. Gak lucu orang lain juah-jauh ke Indonesia tapi kita sendiri tidak tahu akan keindahan alam Indonesia. Aku dulu juga begitu sewaktu kuliah aku keliling wisata yang ada di Sumateta Utara khususnya Medan karena itu dimulai dari yang kecilm sedikit demi sedikit dan lama-lama jadi banyak.

Pursuing dreams, dare to fail!!

Salam

Winny 

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

24 Comments

  1. Winny memang Luar biasa, salut 👍👍👍

    Reply

  2. Memang benar sih kak, dibalik buah manis yang bisa dirasakan sekarang, selalu ada jalan panjang untuk menuju kesana. Semoga semakin tahun semakin banyak negara yang dikunjungi 🙂

    Salam.

    Reply

  3. salut Winny!! Aku juga lebih baik gak punya tas dan pakaian mahal, mending buat beli tiket hehehe

    Reply

  4. Negara pertama di paspor: Timor Leste, aha,…. emang unik sekali ito 🙂

    Reply

    1. jadi bakalan terkenang itu ito

      Reply

      1. Itok di payakumbuh masih perusahaan yg sama ky di cilegon?

      2. beda ito, jauh sekali bedanya 🙂

      3. Ito masih di sumatera kah?

      4. masih di jambi tok, di muaro bungo 🙂

      5. dekat, ntar aku maen kesana

      6. Siap itok 🙂 ditunggu….

  5. Bagiku tidak perlu memiliki tas branded atau berpakain mewah karena yang penting itu bisa beli tiket untuk melihat betapa indahnya dunia!!\

    sukaaaaakkk yg ini.. hehe
    Winni menginsipirasi. loveee laaah

    Reply

    1. makasih kak. senang bisa menjadi inspirasi 🙂

      Reply

  6. TERBAIK!

    Kapan ya kita bisa jumpa, kayaknya seru banget kayaknya kalau bisa bincang-bincang. Sambil makan pempek mungkin? haha

    Reply

    1. wah boleh ituuuu.. kalau aku main ke Palembang ya ajak makan pempek 🙂

      Reply

  7. kuakui, keinginanku memang belum sekuat itu Win, huhuhuhuu

    Reply

    1. mudah-mudahan bisa Dyah, amin

      Reply

  8. Kalau tekad sudah bulat dan usaha keras, apapun keinginannya pasti bisa tercapai 😊👌 semangat selalu!

    Reply

    1. Betul banget kak dan tidak pernah menyerah

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.