Hello World!

Laos, 5 Januari 2019

Untuk menuju ke Luang Prabang dari KLIA 2 Malaysia, aku harus transit sekali di Bandar Udara Suvarnabhumi, Bangkok. Tidak terlalu ribet proses transit asalkan tahu dimana Gatenya,  yang ribet justru saat mau berangkat dimana aku sudah berangkat dari Kuala Lumpur sejak jam 1 pagi, artinya lama perjalanan Kuala Lumpur-Luang Prabang selama 16 jam karena trasit. Tapi aku menikmati lama perjalananku, lumayan jadi penghuni 3 Bandara sekaligus. Padahal aslinya selama perjalanan, aku tidak tidur sama sekali.

Jam 4 sore aku sampai di Luang Prabang, Laos dan langsung keluar dari pesawat. Bandara Luang Prabang sangatlah kecil mirip seperti Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Aku keluar pesawat langsung menuju Imigrasi untuk antri. Setelah antri dan aku di depan petugas, aku harus kembali ke belakang untuk mengulang antrian karena aku tidak mengisi “form arrival”. Form arrival didapat pas di pesawat, tapi karena aku tidur selama di pesawat sehingga tidak mendapatkan form isian itu, dan aku juga tidak mengambil form yang sudah disediakan, akhirnya ngulamg antri deh (salah sendiri lah ya).

Nah pas antri aku sempat ragu “ini pemegang Passpor Indonesia bayar gak sih masuk ke Laos”. Karena pas lihat antrian bule-bule itu rame dan di depan petugas Imigrasi ada Daftar negara yang bayar, salah satunya Indonesia akhirnya aku jadi ragu. Aku  bertanya ke petugas, karena setahuku Laos itu salah satu negara di ASEAN jadi harusnya gratis. Ternyata benar kalau WNI tidak perlu membayar ke Laos hanya butuh isian form kedatangan saja, malahan pas di Imigrasi itu mudah sekali. Petugas Imigrasi tidak menanyakan apa-apa, namun pastikan form yang diisi itu lengkap serta ada alamat tempat penginapan selama di Laos.

Bandara Luang Prabang

Setelah keluar dari Imigrasi hal pertama yang aku lakukan adalah mencari penukaran uang. Aku hanya menukar 10 USD dengan rate antara pecahan 1 USD, 5 USD, 20 USD dengan 100 USD berbeda. Saat aku di Bandara Laos, pecahan 1, 5 dan 20 USD itu 1 USD = 8100 Kips semetara pecahan uang 100 USD itu di dapat 1 USD = 8400 Kips (Januari 2019). Aku kira bakalan murah kurs di Bandara Luang Prabang eh pas di Kota juga sama saja. Bagi teman-teman yang tak ingin menukar uang USD bisa juga mengambil di ATM, karena ada sekitar 4 ATM diluar dari Bandara.

Setelah aku memiliki uang sekitar 81.000 Kips hanya cukup untuk ongkos ke Kota, aku pun SKDS dengan turis lain agar bisa sharing transportasi ke Kota Luang Prabang yang berjarak hanya sekitra 5 km dari Bandara Luang Prabang. Saat mencari turis ini aku bertemu dengan 2 turis Jepang yang kami janjian sama-sama ke Kota. Aku sempat menunggu mereka karena mereka membeli SIM CARD untuk internet sementara aku fakir dan tidak membeli SIMCARD. Kalau mau membeli paket internet di Bandara Luang Prabang sekitar 5-8 USD.

Untuk ke Kota Luang Prabang bisa jalan kaki 1 jam saja kalau mau penghematan. Tapi aku tidak jalan kaki namun lebih mencari turis lain untuk kongsi transportasi. Ada beberapa alternatif transportasi menuju ke Kota Luang Prabang yaitu:

1.Minivan dengan harga 50.000 Kips untuk bertiga, jadi cari 3 orang kalau sendiri bayarnya 50.000 Kips dan ini ada di dalam Bandara

2. Taxi yaitu seharga 100.000 Kips untuk bertiga orang

3. Cari tuk-tuk di laur, hal ini yang aku lakukan.

Nah pas menunggu dua turis Jepang ada satu turis Jepang cowok yang SKSD kepadaku dan mengajak sharing tuk-tuk. Akhirnya kami berempat keluar Bandara dengan menawar tuk-tuk seharga 50.000 Kips. Jadilah kami berempat dan satu turis asing menuju ke Luang Prabang dengan tuk-tuk. Lumayanlah ya jadinya aku cuma bayar 12.000 Kips karena tidak ada kembalian 500 Kips hehe 😀

Mata uang Laos

Saat bersama orang asing dalam satu tuk-tuk itu seru sekali. Kami bercerita dan bretambahlah temanku selama perjalanan. Itulah yang aku suka dari travelling sendirian karena aku tidak mengenal siapapun jadinya aku bisa mendapatkan teman baru. Padahal kalau dipikir-pikir kok berani bener solo travelling ke Luar Negeri, cewek loh, sendiri di negara orang.

Tempat aku menginpa selama di Luang prabang bernama Vongprachan Backpackers Hostel, aku tiba di hostel jam 5 sore, hostel ini berjarak 1 km dari Night Market namun karena harga menginap untuk 3 malam US$12.15 termasuk murah makanya aku pilih hostel ini dari webiste Booking.

Dari kami berlima di tuk-tuk, aku yang pertama sampai di penginapan karena jaraknya agak jauh dari Night Market sehingga aku pamitan dengan teman yang baru saja kau kenal. Penginapan yang aku tempatin cukup bersih berupa female dormitory artinya ada 6 cewek dalam satu kamar. Kerennya di penginapan ini sudah termasuk sarapan dan wifinya kencang. Jadi aku sebagai fakir wifi merasa senang

sekali dan tak perlu beli SIMCARD. Lumayan hemat uang 😀

Di hostel pulalah aku membayar uang penginapan dengan pecahan 100 USD kemudian penjaga hostel memberikan isa 33 USD + 472.000 Kips. Uang itulah yang aku pake selama di Luang Prabang selama 3 hari.

Setelah proses bayar selesai, akupun mandi dan menaruh barang-barangku di hostel lalu akupun menjelajah Luang Prabang, Laos di hari pertama untuk melihat situasi kondisi. Ternyata tempat penginapanku cukup strategis dekat dengan Mount Phonsi, serta Khan River. Aku paling suka melihat Khan River saat senja, aku keliling Kota Luang Prabang dengan peta yang aku dapatkan dari penginapan.

Penginapan di Luang Prabang

Luang Prabang tidak seperti yang aku bayangkan. Dalam bayanganku alah paling gitu-gitu aja, tidak menarik. Ternyata aku salah, setiap Kota pasti memiliki keunikan tersendiri. Begitu juga dengan Luang Prabang malahan termasuk tujuan turis loh alias turistik banget. Bahkan dalam pesawat itu banyak sekali turis mancanegaranya, itu diluar ekpektasiku.

Kata teman warga asli Laos, kebanyakan turis ke Laos karena memang sudah ke Thailand jadi sekalian. Namun bagiku Luang Prabang cukup menarik untuk dikunjungi meski hanya berupa Pegunungan. Kalau untuk vihara/kuil sih masih “B” aja, jauh lebih bagus Thailand atau Myanmar maupun Cambodia. Namun dari segi alam bolehlah meski agak-agak mirip dengan alam Sumatera.

Hal menarik lainnya di Luang Prabang, Laos yaitu dari bentuk rumah yang “vintage”. Saat aku berada di kawasan Luang Prabang rumahnya jadul tapi kece. Kesan masa lalunya itu loh gemesin mirip Kota Tua, Jakarta tapi kok beda. Terus Luang Prabang ini juga agak mirip-mirip Bali karena banyak cafe, penjual cinderamata dan Bar tapi aku tidak melihat diskotik di Luang Prabang.

Khan River

Saat menelusuri Kota Luang Prabang sendirian aku begitu menikmatinya. Aku malahan sempat ke Sungai Mekong dan melihat sunset yang luar biasa. Aku bahagia karena pas dulu saat di Vietnam dengan Kak Rika dan Ana ingin melihat Sungai Mekong gagal eh malah berhasil di Laos. Itulah hikmah dari kegagalan karena bisa mencapainya di waktu yang lain. Sehingga jangan menyerah saat gagal, karena kegagalan itu hanya kemenangan tertunda.

Saat di Sungai Mekong, aku bertemu dengan turis Malaysia. Kami sama-sama mencari resturan halal. Ada restauran halal di Laung Parabang dekat Sungai Mekong bernama Chennai Restaurant, restoran India. Kami bertiga sama-sama makan malam di Chennai ini dengan biaya 45.000 Kips/orang. Waktu itu aku memesan nasi goreng seafood yang rasanya “duh banyak minyaknya” dengan harga yang bikin elus dada. Tidak terlalu au rekomendasikan untuk mencoba nasi gorengnya serasa salah pilih menu. Tapi kalau saat sunset an makan di restauran ini seru, tapi karena malam jadi tidak ada sesuatu yang wow. Bayangkan baru juga sampai di Luang Prabang aku sudah mendapatkan 2 teman baru terus makan bareng mereka hehhehehe 😀

Itulah salah satu seni travelling, mendapatkan teman baru….

Sungai Mekong

Setelah makan malam, kami bertiga ke Night Market. Night Market di Luang Prabang ini sangat unik, menjual berbagai macam hal mulai dari obat-obatan hingga pakaian. Yang menarik ada ular yang diawetkan dalam botol. Aku menyebut Night Market Luang Prabang sebagai “pasar 25.000 Kips” karena setiap tanya harga pasti jawabnya “25.000 Kips”. Kemudian aku lalu menkorversi ke dalam Rupiah yang membuat elus dada. Memang bila dibandingkan dengan Thailand, harga di Thailand jauh lebih murah daripada di Laos.

Aku paling suka dengan Night Market Luang prabang, saking sukanya kerjaku tiap malam pasti ke Night Market meski agak jauh dari penginapan. Walau kadang hanya cuci mata saja dan sekedar nanya harga. Yang sering aku beli di Night Market itu adalah buah potong seharga 10.000 Kips.

Night Market Laos

Rincian Biaya Pengeluaran Trip Backpackeran ke Laos Hari Pertama

00:00-07:00 Tidur di Bandara, menukar uang 44RM = 10 USD

07:00-09:00 Perjalanan Kualalumpur ke Bangkok

09:00-14:00 Transit di Bangkok, wifi gratis 2jam

14:30-15:00 Perjalanan dengan pesawat dari Bangkok ke Luang Prabang

15:00-16:00 Sampai di Luang Prabang, nukar uang 10 USD = 84.000 Kips

16:00-17:00  Ke hostel dengan tuk-tuk 50.000 kips/3 orang. Bayar penginapan 3 malam = 12.15 USD.

17:00-18:00  Ke Sungai Mekong

18:00-19:00 makan malam di Chennai Restaurant 45.000 Kips (restaurant India Halal di Laos)

19:00-22:00  Ke Night Market, beli gantungan kunci 15.000 Kips, beli buah 10.000 Kips

22:00-05:00 ke Hostel Vongprachan Backpackers

Rp10.000=5911Kip-6.000 Kips, 1 USD = 8.100 Kips, 100 USD = 860.000 Kips (kurs Januari 2019)

Luang prabang, Laos

Kesan pertama di Luang Prabang begitu seru karena dalam beberapa jam saja aku sudah keliling kota dengan jalan kaki dan melihat banyak hal serta mendapatkan teman baru.

Salam

Winny

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

6 Comments

  1. Mantap kali cukup mantap mantap kali kak.😁😁

    Reply

  2. Kalau masuknya tidak dikenakan biaya, kenapa ya ada Indonesia di daftarnya itu Win? Hahaha…

    Reply

    1. Mungkin untuk lama tinggal lebih dari 1 bulan kali ya zilko

      Reply

  3. Dari bandara jadinya naik tuktuk, Mbak? Keluar dulu dari areal bandara? Nggak jauh ya? Terus, ngomong ke mana di pusat kotanya? Turunnya nggak barengan sama yg lain, ya?

    *Aku lagi rencana ke Laos, jadi banyak tanya 🙂

    Reply

    1. Naiknya pakai tuk-tuk dengan teman lain keluar dari bandara dekat cuma 5 menit aja. bilangnya ke pusat kota turunnya biasnaya di night market tapi karena aku dluan nyampe makanya kau duluan turun

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.