It is strange to be known so universally and yet to be so lonely

By Albert Einstein

Hello World!

Burma, Februari 2017

Setelah mengelilingi Old Bagan dan adegan gokil di depan Pagoda, akhirnya aku, Melisa dan Ade melanjutkan perjalanan kami ala backpacker di Bagan dengan sepeda motor listrik. Dengan cuaca yang panas kami berhenti di Pagoda yang menurut kami cakep. Bahkan ada satu Pagoda yang cukup mencuri perhatian kami yaitu Pagoda yang didepannya ada kaktus. Kaktus inilah bukti kalau di Old Bagan lumayan panas, dan satu lagi di Old Bagan itu lumayan gersang dan berdebu sehingga perlu membawa masker.

Sekali lagi mengelilingi Pagoda di Old Bagan cukup menyita waktu karena Pagodanya yang super banyak sekali. Jadi tidak mungkin mengunjungi satu persatu.ย  Bahkan dalam pemilihan Pagoda yang kami kunjungi berdasarkan Hingga kami menuju ke Thatbyinnyu temple di Old Bagan karena warna Pagodanya berwaran putih.

Di Thatbyinnyu temple, aku membeli buah potong karena pas di Old Bagan pas siang hari panas maka perlu banyak minum. Sementara si Ade dan Melisa mencoba minum es di depan Pagoda. Kali ini mereka minumnya kena zonk karena minuman mirip Cendol warna hitam ternyata diubek-ubek pakai tangan juga. Tapi si Ade dan Melisa minum juga cendol ala Myanmar yang diaduk dengan tangan. Karena sudah terlanjur dibeli dan haus juga akhirya si Ade minum juga cendol yang diubek-ubek tadi.

Dalam hatiku, untung gak beli minuman ubek pakai tangan. Tapi anehnya meski diubek pakai tangan, si Ade dan Melisa sehat-sehat saja, tidak terkena diare. Kalau ingat adegan ini malah ingin tertawa sendiri.

Setelah minum kamipun melanjutkan perjalanan kami untuk mencari makan siang. Tapi entah kenapa kami berteduh di dekat Thatbyinnyu Temple.

Nya Tolong dong ambilin photoku di depan Pagoda sambil bersepeda, kata Ade

Ini bisa mmephoto 10 photo dalam 1 detik, lanjutnya

Kayak gini ya caranya, kata Ade melanjutkan

Nanti setelah itu gantian aku ambilin photomu, katanya

Oh ya di ola Bagan, masyarakatnya memanfaatkan ban bekas menjadi tempat sampa. Tempat sampah dari ban bekas di Old Bagan cukup unikย  kreasi sehingga indah untuk dilihat. Hal ini patut dicontoh, semoga di Indonesia bisa juga ya ๐Ÿ™‚

Thatbyinnyu Temple

Kemudian saat mengambil photo Ade dengan latar belakang PAGODA eh tiba-tiba sepeda listriknya bannya bocor. Oh no, padahal kami belum makan siang dan belum ke New Bagan. Bahkan kartu Myanmar saja kami tak punya. Untungnya ada nomor telepon tempat peminjaman sepeda motor listrik di sepeda motor listrik.

Akhirnya dengan inisiatif aku mencoba meminta bantuan orang lokal untuk menelepon tempat penyewaan sepeda motor kami. Sayangnya orang lokal tidak bisa bahasa Inggris akhirnya pakai bahasa Tarzan dengan menunjukkan handphone dan sepeda yang bannya bocor Untungnya si orang lokal mengerti dan menelepon pihak penyewaan motor kami. Jujur disini kami sempat khawatir tapi kami tetap asik saja. Aku, Melisa dan Ade sempat bersantai ria di bawah pohon karena ban sepeda motor listrik yang bocor sambil menunggu montir datang.

Padahal kami juga tidak tahu dimana tempat ban bocor kami. Nah pas penungguan montir untuk memperbaiki sepeda motor, kami benar-benar menikmati kebersamaan malahan masih sempat photo suka-suka.

Penantian kami hanya 20 menit saja, montir kami datang. Disini kami melihat proses penggantian ban dengan lem. Kedua montir yang memperbaiki sepeda motor kami masih muda. Si Ade paling suka mengganggu mereka dengan Bahasa Indonesia, kadang ngomong pakai Bahasa Inggris padahal montirnya ngerti juga kagak. Aku dan Melisa tertawa saat Ade mengganggu mereka. Beruntung memang kami karena meski ban bocor dan tidak tahu dimana, tapi mereka dapat menemukan kami dan sigap memperbaikinya. Kalau tidak bisa dorong sepeda listrik dengan perut lapar.

Pelajaran yang berharga yang kami dapat ialah “gegara photo maka ban kami pecah”. Beginilah kalau sudah terkena selfie akut. Anehnya disitu kekocakan trip di Old Bagan, Myanmar kami. Kapan lagi coba merasakan ban pecah gegara asik berphoto tapi malah menjadi momen lucu-lucu bagi kami.

Rincian Pengeluaran Old Bagan, Myanmar Hari Ketiga

Taxi dari Highway bus Station ke Nyaung-U 24,000 KS/ 3 orang

Sewa e-bike seharian 12.000 KS/3 orang (2 e-bike)

Sarapan mie 2600 KS/3 orang

Minum kelapa 3000 KS/3 orang

Tiket bus Malam Old Bagan-Mandalay 22,000 KS/2 orang

Total Pengeluaran hari ketiga di Myanmar

8000 KS + 6000 KS + 870 KS + 1000 KS + 11,000 KS

= 26,870 KSย 

Tempat wisata yang dikunjungi di Old Bagan, Myanmar

Melihat Sunrise dengan latar belakang balon udara dan candi serta puas keliling Old Bagan dan menelusuri Candi-Candi di Old Bagan serta melihat sunset di Old Bagan

Salam

Winny

Advertisements

Posted by Winny Marlina

Indonesian, Travel Blogger and Engineer

25 Comments

  1. geli banget Win… masa cendol diaduk pakai tangan doang sih…
    emang nggak keliatan ya sebelum dibeli?

    Reply

    1. gak kelihatan kak saking hausnya temanku terus walau kena tangan diminum juga ๐Ÿ˜€

      Reply

  2. Unik ya mbak Win, pagodanya. Btw itu sepeda motor listrik ya Mbak? Gimana cara ngecasnya ya?

    Reply

    1. pakai listrik aan tapi baterainya bisa tahan tergantung km nya

      Reply

  3. Kasih gambarnya dong kak cendol yang diubek2 ituh, penasaran sama cendol sanah :p

    Reply

    1. aku minta ama teman dlu heheh

      Reply

  4. Kalau makanan di ambilin sama penjualnya pakai tangan aja aku kadang suka udah males aja gitu makannya…apalagi minuman lebih males lagi hahahaha XD Kadang kalau travelling tuh emang paling ga tahan buat foto-foto ya ๐Ÿ˜€

    Reply

  5. Kok gara2 selfie bisa pecah ban? Kocak abis, wkwk…

    Reply

    1. soalnya ban nya kena semak-semak ๐Ÿ˜€

      Reply

  6. salah satu jajanan favortiku cendol, nggak pernah bosan aku makan cendol. tapi kalo diaduk pake tangan, kek nya saya rela nggak makan dek…

    petualanganmu luar biasa

    Reply

    1. wkwk sama kak aku juga gk bisa makan kalau diubek pakai tangan

      Reply

  7. Bisa ini napak tilas perjalananmu di Nyanmar mbak ๐Ÿ˜€
    Ada teman yang mau ngajakin ke sana, tapi dia rencananya sama istrinya (bulan madu) dan saya diajak buahahahhaha

    Reply

    1. seru itu jgn lupa bawa topi disana panas

      Reply

  8. Udah di LN juga drama nya tetep ban bocor, ya, Win! :)))

    Reply

    1. iya kak disitu letak keseruannya

      Reply

  9. Itu tempat sampah to, aku kira hiasa biasa yang terbuat dari ban bekas. Salut, bisa memanfaatkannya.
    Sepeda listrik gitu biasanya memang tahan berapa KM gitu ya, Teh. Kalau casnya lama gak ya?
    Gimana ya, dengarnya itu cendol di udek pake tangan..hehe

    Salam kenal ya, Teh..

    Reply

    1. salam kenal juga kalau gk salah sampai 8 jam tahannya sampai 20 km ktanaya, cendol pakai tangan jadi diaduk di dalam gelas pakai tangan ๐Ÿ˜€

      Reply

  10. Semakin kaya dg pengalaman mbolang ya Win. Eloknya komunikasi dg bahasa isyaratpun problem terpecahkan. Loh tak ada tambahan biaya tambal ban ya?
    Salam mbolang Win

    Reply

    1. biaya tambal free kak heheh

      Reply

  11. Jadi berapa total pagodanya sih kak?

    Reply

    1. lebih dari 2200 pagoda jo

      Reply

  12. aib aib aib ahhahaah
    semakin banyak aja kehinaan yang klo diinget malah pengen senyum senyum sendiri ya

    Reply

    1. wkwkkw kocak emang perjalanan kita

      Reply

  13. pagoda yg rustic dan alam yang gersang jadi eksotis kesannya walau panas … apalagi dtambah cendol ubek tangan pasti enak banget .. banyak “mineral dan protein” ๐Ÿ˜€

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s