Mengurus Visa Eropa di Kedubes Belanda Via VFS Jakarta


“Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving.”

By Albert Einstein

Resource (Woodenshoe dot com)
Resource (Woodenshoe dot com)

Hello World!
Jakarta, Januari 2017

Cara membuat  atau mengurus Visa Schengen memang bukan hal yang baru karena sudah banyak bertabur di Google tentang tips dan langkah mudah dalam pembuatan Visa Schengen sebagai persiapan awal jika ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun tak ada salahnya saya berbagi pengalaman dalam pengurusan Visa Schengen yang saya urus sendiri melalui agen VFS Jakarta karena sejak per 1 Juli 2016 pengurusan Visa Schengen untuk Belanda melalui agen VFS Global. Karena kan jika ingin ke Eropa harus ada Visanya dan kenapa saya memilih mengurus Visa Schengen Via Belanda karena memang promo tiket murahnya dari Belanda serta banyak saran kalau hendak ke Eropa yang paling mudah Visanya dari Belanda. (katanya yaaa)

Awalnya aku mengira pengurusan Visa Schengen itu ribet, ternyata tidak seribet yang aku bayangkan asalkan syarat dan dokumen/berkas  kita lengkap.

Lalu apa sih Visa Schengen itu?

Visa Schengen

Visa ini dipersyaratkan untuk mengunjungi satu atau lebih negara-negara Anggota Schengen yang berlaku selama sampai 90 hari dalam periode 6 bulan khususnya dengan tujuan bisnis dan wisata/liburan ke Eropa. Untuk WNI serta pemegang paspor biasa maka kita perlu mengajukan Visa masuk ke daerah Schengen apabila kita hendak mengunjungi Eropa terutama wilayah Schengen.

Kenegara mana saja yang bisa dikunjungi di Eropa jika memiliki Visa Schengen?

Wilayah Schengen

Dengan Visa Schengen kita bisa masuk ke dalam Negara wilayah Schengen terdiri dari 26 negara. Namun hanya 22 dari 28 negara anggota European Member  yang ikut melaksanakan persetujuan Schengen antara lain: Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Hongaria, Itali, Yunani, Latvia, Lithuania, Luksemborg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swedia. Dan 4 negara yang bukan anggota  European Union melaksanakan persetujuan Schengen antara lain Swiss, Norwegia, Liechtenstein dan Islandia.

Untuk Monako, Andora, San Marino dan Vatikan mengijinkan pemegang visa Schengen untuk masuk daerah mereka tanpa formalitas apapun.

Namun Visa Schengen tidak berlaku untuk Inggris, Irlandia, Siprus, Bulgaria, Rumania dan Kroasia walaupun masih dalam kawasan Eropa, jadi harus mengurus visa masuk ke negara tersebut.

map-of-europe10
Resource (drodd)

Jenis Visa Schengen

Ada banyak tipe Visa yaitu Visa Turis, Visa Undangan (Keluarga/Teman), Visa Pelaut, Visa Bisnis, Transit Bandara, Kerabat Uni Eropa, Visa Studi Jangka Pendek dan Visa Kunjungan Resmi.

Khusus dalam Cara Mengurus Visa Schengen Melalui Kedubes Belanda yang aku urus adalah tipe Visa Turis. Karena kan tujuan ke Eropa buat jalan-jalan!

Berapa biaya pembuatan Visa Schengen?

Untuk biaya Visa Schengen bertipe Visa Turis Belanda via  VFS Globa, harganya €60 +Rp350,000 (Waktu pembuatan Visaku per 23 Desember 2016 harga Visa Belanda tipe turis Rp1,200,000).

KATEGORI VISA BIAYA VISA DALAM € BIAYA JASA VFS DALAM €
Untuk dewasa 60 25
Anak-anak (Di bawah usia 6 tahun) Bebas 25
Anak-anak (Usia antara 6 – 11 tahun) 35 25
Sumber (VFS)

Berapa lama waktu pemprosesan Visa Schengen?

Lama Pemprosesan Visa Schengen

Waktu pemrosesan legal Visa Schengen via VFS Belanda adalah 15 hari kalender. Namun beruntungnya diriku, Visaku dalam 9 hari kerja sudah diterima.

Nah sebelum mengurus Visa Schengen maka harus mempersiapakan dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan Visa Schengen. Tips sebelum mengurus sendiri Visa Schengen adalah dengan membaca persyaratan yang diminta oleh kedutaan masing-masing secara lengkap.

Dokumen Persyaratan Visa Schengen

Dokumen yang diperlukan Persyaratan Visa Schengen klik disini

1. A completed and signed Schengen visa application form.

formulir-visa-schengen-belanda

Formulir Aplikasi permohonan Visa yang sudah diisi lengkap

  1. Surname (Family Name): isi nama belakang sesuai dengan paspor/KTP
  2. Surname at Birth (Former Family Name): sesuai dengan nama asli, aku sih kosongin
  3. First Name(s) (Given Name(s)) (x): mengisi dengan nama paspor/KTP
  4. Date of Birth (day-month-year): isi tanggal lahir sesuai dengan paspor/KTP.
  5. Place of Birth: isi sesuai dengan tempat kelahiran
  6. Country of Birth: Negara dilahirkan, kalau aku sih Indonesia 🙂
  7. Current Nationality: negara
  8. Sex: Perempuan
  9. Marital Status: Ini bikin baper karena isiannya “Single” hiks hiks 😦
  10. In The Case of Minors: Diisi jika membawa anak
  11. National Identity Number: diisi sesuai dengan KTP
  12. Type of Travel Document:  pilih jenis visa, kalau aku sih tourist
  13. Number of Travel Document: Nomor paspor, jangan sampai salah
  14. Date of Issue: Tanggal penerbitan paspor.
  15. Valid Until: Masa berlaku paspor.
  16. Issued By:  Isi dengan kantor imigrasi yang menerbitkan.
  17. Applicant’s Home Address: Isi sesuai dengan tempat tinggal sekarang
  18. Residence in A Country Other than The Country of Current Nationality? Pilih Yes apabila kamu orang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia dan Pilih No apabila kamu adalah orang Indonesia yang tinggal di Indonesia. Aku sih pilih “NO”!
  19. Current Occupation: saya isi sesuai dengan kerjaan saya di kantor
  20. Employer and Employer’s Address and Telephone Number: Isi dengan nama kantor, alamat, dan nomor telepon kantor. Saya rasa cukup jelas.
  21. Main Purposes(s) of The Journey: Wisata
  22. Member State(s) of Destination: Waktu itu aku mengisi beberapa negara yang ingin aku kunjungi
  23. Member State of First Entry:  Aku mengisinya dengan “Nederland” karena tiket. 
  24. Number of Entries Requested:  Aku memilih multiple entries karena memang niatnya agar bisa keluar masuk Eropa selama masa berlaku visa.
  25. Duration of The Intended Stay or Transit: Isi dengan lamanya rencana perjalanan dan nyesel banget isi 1 bulan karena dikasih sesuai dengan isian ini.
  26. Schengen Visas Issued during The Past Three Years? Disini aku memilih “No” karena belum pernah mendapatkan Visa Schengen.
  27. Fingerprints Collected Previously for The Purpose of Applying for A Schengen Visa? Aku pilih “No”  karena memang gak pernah.
  28. Entry Permit for The Final Country of Destination: Aku kosongkan karena negara tujuan terakhir perjalananku waktu Malaysia.
  29. Intended Date of Arrival in The Schengen Area: Isi dengan tanggal kedatangan.
  30. Intended Date of Departure from The Schengen Area: Isi dengan tanggal kepulangan.
  31. Surname and First Name of The Inviting Person(s) in The Member State(s). If Not Applicable, Name of Hotel(s) or Temporary Accommodation(s) in The Member State(s): Aku sih isi “no”.
  32. Surname, First Name, Address, Telephone, Telefax, and E-mail Address of Contact Person in Company/Organisation: Yang ini aku kosongkan
  33. Cost of Travelling and Living during The Applicant’s Stay is Covered: Disini aku memilih  biaya perjalanan berasal dari dana sendiri lalu memilih jenis harta yang dibawa berupa uang tunai dan kartu kredit (padahal gak punya kartu kredit loh)
  34. Personal Data of The Family Member Who is An EU, EEA or CH Citizen: Yang ini aku kosongkan karena gak ada sodara di EU
  35. Family Relationship with An EU, EEA or CH Citizen: Kosongkan
  36. Place and Date: Tempat dan tanggal mengisi formulir.
  37. Signature: Tanda tangan sesuai paspor.

Untuk formulir Visa Belanda klik disini

2. A passport or other travel document. And a copy of: The personal details page. Previously issued visas. Any previous passports. Please note: • Your passport or travel document must be valid for at least 3 months from the date on which you leave the Schengen area. • Your passport or travel document must have at least 2 empty visa pages. • Your passport or travel document cannot have been issued more than 10 years ago. A copy of an identity document bearing your signature.

Passport dengan masa aktif lebih dari 6 bulan, jangan mencoba pergi ke Luar Negeri jika masa berlaku visa kurang dari 6 bulan. Jika pernah memiliki paspor lama maka photocopy Paspor lama dan baru dicopy masing-masing satu rangkap. Dan membawa PASSPOR asli terbaru saat pengajuan Visa.

3. Evidence of legal residence in the country you are applying from, e.g. a passport, visa or residence permit and a copy. Residence permit should be valid for at least 3 months after departure from Schengen. Work permit (if applicable)

Yang ini dikosongkan karena tidak perlu jika mengurus visa turis.

4. A passport photo that meets Dutch passport requirements. This photo cannot have been taken more than 6 months ago

Pas foto terbaru ukuran 3.5 x 4.5 cm dengan latar belakang putih berjumlah 1 buah. Waktu itu aku mengambil Photo di Mall Ambassador dengan harga Rp50,000 sekali photo dan selesai 1 jam cuma hasil photonya, buluk karena aku nya BULUK hiks 😦

Syarat Photo Belanda bisa diklik disini

5. Travel itinerary (travel reservations to and from Schengenarea in your name, not a ticket). Note: make travel reservations which you can cancel.

Poin ini sempat membuatku galau karena hendak liburan di Eropa selama 1 bulan dan bingung membuat Travel itinerary. Sampai nanya-nanya Kak Bijo dan Rinta serta ngetik di GOOGLE “itinerary Eropa 1 bulan” dan ternyata tidak begitu banyak. Akhirnya aku membuatnya ngasal yang penting ada dulu.

ITINERARY EUROPE FOR 1 MONTH

Date Destination What to do Cost Remark
22-Mar Jakarta-Kuala Lumpur Flying
23-Mar Kuala Lumpur-Doha-Amsterdam Flying
24-Mar Amsterdam Visit Anne Frank House € 175 Staying 3 days in Beach Location Studio, address: Boulevaard Barnaat14, 2041 JA Zanvoort, Nederlands
25-Mar Amsterdam Old Masters at the Rijksmuseum €59.90 Buying amsterdam museum pass
26-Mar Amsterdam Amsterdam Museum
27-Mar Amsterdam Stedelijk Museum of Modern Art
28-Mar Amsterdam Film Museum
29-Mar Amsterdam NEMO Science center
30-Mar Amsterdam Volendam
31-Mar Amsterdam Seeing Canal € 742 Buying Euro train pass for 1 month continuous
1-Apr Berlin seeing Brandenburg Gate € 15 Staying 2 days in Hostello Berlin Mitte, Address Julicher srase 14, Mitte 13357 Berlin
2-Apr Berlin visiting Neues Museum € 10 entry fee
3-Apr Prague visiting Old Town (stare mestro) € 20 Staying 2 days in Apartement Ceramico, address Lucni 179 Visestary 25163 Check
4-Apr Prague Visiting St. Vitus Cathedral
5-Apr Vienna Visiting Historic Center of Vienna € 18,9 Staying 2 days in Westerd City Hostel, address Fugergasse 3, 06 Mariahilf, 1060 Vienna Austria
6-Apr Vienna Visiting Kunsthistorisches Museum € 15 entry fee  for € 15
7-Apr Bratislava Visiting Devin Castle € 29 Staying for in 2 days Hostel Bratislava byfreddie, address: Holekova 3, Stare Mestro 81105, Bratislava, Slovakia
8-Apr Bratislava Visiting Bratislava Castle (Hrad) € 6
9-Apr Budapest Visiting Castle Hill € 25 Staying for 2 days in Locomotive Hostel, address 1087 Budapest, Baros ter 2,11,10 Hungary
10-Apr Budapest Visiting St. Stephen’s Basilica (Szent Istvan Bazilika) € 25 entrance fee is € 25 to see concert
11-Apr Kosovo Visiting Kalaja Fortress € 20 Staying for 3 days in Phristina Center Hostel, address Boelevard Mother Theresa, 1000 Phristina, Kosovo
12-Apr Kosovo Visiting Ethnographic Museum (Muzeu Etnologjik)
13-Apr Kosovo Visiting Pristina National Library
14-Apr Rome Visiting Colosseum € 45 Staying for 2 days in B&B Stello House, address via ardara, 33, Roma, 00148 Ponte Galeria Italy
15-Apr Rome Visiting Roman Forum, Trevi Fountain € 12
16-Apr Florence Visiting Museo di Palazzo Vecchio € 38 Staying for 2 days in A Casa diNonna Sara, address: Via Cantino Cantini, 16, 50053 Empoli, Italy
17-Apr Florence Visiting Piazza del Duomo € 15 Entrance fee for Piazza del Duomo
18-Apr Geneva Visiting Lake Geneva € 139 Staying for 2 days in Ibis Budget Geneva Petit Lancy, address: Chemin de Olliquattes 6, Petit-lancy, 1213 Geneva
19-Apr Geneva Visiting Art and History Museum € 70
20-Apr Paris Visiting Eiffel € 77 Staying for 3 days in Premiere Classe Rosny Sous Bois, address: 3 Rue De Lisbonne, 93110 Rosny-sous-bois France
21-Apr Paris Visiting Musee d’Orsay, Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre € 20 € 8 for entrance Basilica du Sacre-Coeur de Montmartre and € 12 for Visiting Musee d’Orsay
22-Apr Paris Visiting Notre Dame Cathedral and Louvre Museum €19,5 Entrance fee for Notre Dame Cathedral and €9,5 for Louvre Museum
23-Apr Amsterdam Visiting Van Gogh Museum € 35 Staying for 2 days in Campany De Griendnil address: Geev 25, 4234 JS Niewland, Nederlands
24-Apr Amsterdam Visiting Vondelpark
24-Apr Amsterdam-Kuala Lumpur
25-Apr Kuala Lumpur-Doha-Jakarta


6. A visa, passport or other travel documents which gives entry to your final destination after your visit to Schengen
Jika diperhatikan rincian perjalanan di Eropa maka sengaja banget aku buat lama tinggal di Belanda karena kan memang pas ngurus Visa Schengen visa Belanda maka rencana perjalanan dilamakan di Belanda.

Yang ini aku isikan dengan tiket kepulangan via Malaysia karena tiket promo Qatarnya dari Malaysia maka terpakasa beli tiket Jakarta-Malaysia. Yang ini waajib dilampirkan ya. Dan bawa juga photocopy KTP 1 lembar

7. Proof of health insurance, i.e. an official document from your insurer proving that: • The insurance policy has been taken out in your name. • Your insurance is valid throughout the Schengen area and for the duration of your visit. • At least €30,000 of medical costs are reimbursed. • Medical costs, including hospital care, emergency treatment and repatriation (including in the event of death) are covered. If your insurer will not provide an official document of this nature, you should take out travel insurance with appropriate medical cover for this trip with one that does.

Pemilihan Travel insurance sempat membuatku galau karena syarat Travel insurance  Eropa wajib meng-cover sejumlah hari selama di Eropa dengan coverage minimial €30,000. Untuk Travel insurance banyak pilihan. Travel Insurance for schengen visa bisa AXA, ACE, AIG, ZURICH, MEGA INSURANCE, AIA, ACA dan masih banyak lagi. Untuk biaya travel asuransi tergantung lamanya di Eropa. Waktu itu aku galau antara memilih ACA atau AXA namun karena dari ACA mendapat diskonan akhirnya malah memilih ACA deh. Lumayan dari $52 ditambah premi $2,5 diskon dan kena hampir Rp600, 000 untuk perjalanan Eropa 1 bulan. Namun memang travel insurancenya standar yang penting coverage minimial €30,000 terpenuhi. Terus alasan kenapa memilih ACA selain diskon karena tinggal SMS si Babang lalu aku transfer kasih datang kemudian 3 jam langsung jadi deh!

Oh ya untuk travel insurence yang dibawa saat di VFS bawa copyannya saja karena waktu itu aku bawa aslinya dan tidak membawa copyan sehingga harus mengcopy di VFS Kuningan Jakarta dan untungnya ada tempat photocopy an di VFS.

 

8. Documents proving that you will return to your own country after your trip. For example: • A declaration from your employer, an employment contract or other information proving you are employed in your country of origin. • A document proving you are in education or training in your country of origin. • A document proving your children attend school in your country of origin. • A document proving you have a home or other immovable property in your country of origin. • A document proving you are a caregiver in your country of origin

Yang ini aku lampirkan surat Keterangan Kerja dari kantor, berupa keterangan status kerja dan izin memberikan cuti dalam Bahasa Inggris. Jika yang tidak bekerja bisa melampirkan surat keterangan atau bagi pengusaha bisa SIUP.

9. Documents proving your visit is for tourist purposes. Hotel reservation(s) for the duration of your visit. Bank statements of the last three months If you are employed: a declaration from your employer stating the period of your absence

Hotel reservations

Untuk reservasi hotel selama di Eropa aku memakai website booking dot com karena bisa di cancel sewaktu-waktu dan tanpa kena penalti lagi. Namun dalam pengisian hotel jangan sampai kelewat ya, misalnya aku kan selama di EROPA 1 BULAN maka HOTEL harus di BOOKING selama 1 BULAN, jangan ada satu hati kelewat. Karena saat di VFS meski sudah runtut jadwalnya 1 bulan penuh masih ditanya loh mengenai rencana perjalanan.

Bank statements

Yang kedua adalah Bank statements berupa surat refrensi Bank yang menjelaskan jumlah Saldo tabungan di rekening dan sejak kapan membuka tabungan di Bank tersebut. Yang ini cukup menguras dompet karena BANK BNI untuk bank statement aja kena Rp250.000 terus lama harinya 3 hari kerja terus pas ngurus salah nama lagi sehingg aku harus bolak-balik ke Bank Pusatnya di Sudirman. Begini nasib kalau menyimpan uang dalam satu Bank, rugi!!!

Nah jika ditanya berapa sih minimal tabungan yang harus dimiliki jika ingin ke EROPA?

Sebenarnya sih saldo tabungan yang masuk akal saja, Intinya biaya minimum di Eropa itu untuk Western Europe 50€70€/day  dan untuk  Eastern Europe sekitar 30€-50€/day. Namun syarat Visa mininal  €35 per hari jadi jika lama perjalanan di Eropa 30 hari maka 30 hari x €35 dan uang jika kembali ke Indonesia. Gak mungkin kan jalan-jalan di Eropa 1 bulan yang berarti minimal tabungan €1050 namun gk mungkin juga uang tabungan segitu tok karena jika balik ke Indonesia mau makan apa? Jadi tabungan harus rasional 🙂

 

10. Visa fee: Payment for visa fee must be made in cash.

 

Untuk pembayaran Visa maka bawa uang cash dan akan langsung dibayar saat temu janji. Waktu itu Rp900.000 untuk visa dan Rp350,000 untuk biaya VFS.

Setelah berkas dan dokumen persyaratan lengkap maka membuat Temu Janji.

Membuat Janji Permohonan Visa secara Online

Sebelum pergi ke VFS Jakarta untuk Visa Belanda maka harus membuat janji permohonan secara online dengan menjadwalkan kunjungan atau janji temu. Membuat janji temu di Pusat Aplikasi Visa Belanda di Jakarta klik disini

Langkah Membuat Janji Permohonan Visa secara Online:

1.Masuk ke Website VFS Global kemudian pilih sesuai dengan tempat tinggal atau yang paling dekat dengan tempat tinggalmu. Ada 3 pilihan untuk pembuatan visa Belanda via VFS yaitu Jakarta, Surabaya dan Bali.

visa-belanda

2.Isi Schedule Appointment

Berupa data kita sesuai dengan Paspor/KTP. Ingat jangan sampai salah isi.

visa

3. Cantumkan tanggal kapan janji temu lalu print bukti jadwal pertemuan dengan pihak VFS Belanda.

visa-vfs-belanda

SAAT JANJI TEMU

Nah Visa Belanda mensyaratkan pembuatan Visa maksimal 90 hari sebelum keberangkatn dan minimal 3o hari. Jadi aku saking semangant ternyata aku membuat janji temu itu 92 hari sebelum keberangkatan padahal udah buat janji terus ditemani Kak Bijo lagi. Kemudian saat janji temu ketat sekali, teman aja tidak boleh masuk. Kak Bijo sampai pulang sendiri kemudian kertas jadwal pertmuan diperiksa ketat oleh Satpam VFS kemudian datang sesuai jam yang tertera 10 menit sebelum jadwal gak usah buru-buru karena percuma datang cepat akan disuruh keluar juga untuk menunggu. Padahal udah semangat datang ke VFS di Kuningan City Mall Lt. 2 kemudian sudah antri cukup lama kemudian Mas pertugas ganteng berkata “mohon maaf Mbak, Pemerintah Belanda membolehkan pengurusan VISA Maksimal 90 hari sebelum keberangkatan dan punya Mbak masih kurang dua hari, jadi datangnya di dua hari lagi ya”, begitu katanya! Gubrak!!! Aku disuruh datang 2 hari lagi dan membuat janji temu lagi!! Duh!

"Tapi berkas saya sudah ok gak mas?"
"Saya periksa sih sudah ok Mbak, hanya waktunya saja kecepatan!

"Baiklah Mas saya akan datang dua hari lagi!"

Kemudian barulah dua hari kemudian saya datang dan membuat temu janji baru!!

***

Dua hari kemudian

Selang kecepatan datang dalam pengurusan Visa Schengen melalui Belanda di VFS Jakarta, akhirnya aku membuat jadwal ulang pertemuan. Catatan penting tentang pertemuan dengan pihak VFS ialah datang 10 menit sebelum jadwal, tidak usah berlebih dan jangan terlambat kedatangannya. VFS ada di lantai 2 Kuningan dan jika masuk sangat ketat seperti pengalaman pertama kali datang. Kemudian pihak security akan memberikan nomor antrian.

Proses Saat Visa Schengen Via Belanda di VFS Jakarta

1. Pemeriksaan Berkas

Setelah mendapatkan nomor antrian dari petugas tadi maka menunggu di depan counter Belanda karena VFS Global banyak melayani Visa seperti Denmark, Inggris, Australia, Italy, Canada dan masih banyak lagi. Bagusnya sistem VFS ialah dengan sistem jadwal temu sehingga antriannya bisa diprediksi. Waktu itu aku memilih bertemu jam 11:00 dan menunggu 30 menit saja antriannya lalu diperiksa lagi berkas yang sudah aku siapkan.

"Sudah pernah diperiksa ya Mbak sebelumnya", 
kata Mas-mas yang memeriksa berkasku

"Iya Mas", kataku dengan sok manis

kemudian si Masnya malah periksa hotel bookingan sambil berkata

"Hotel bookingannya ada yang kurang"

"Ah, masa kataku, dengan nada tak percaya 
karena aku yakin 100% tidak ada satu hari yang terlewat
Jadi Mbak dari tanggal 31 Maret ke 1 April nginap dimana?

Kan itu dalam perjalanan, kalau penginapan kan biasanya 
check out jam 12 dihari berikutnya, kataku

"oh jadi setiap ini dalam perjalanan semua?"

Dalam hatiku mati ini, kalau ditolak karena tidak ada bukti transportasi antar negara.

Kemudian aku mengiyakan aja pas Mas Petugas mengatakan perjalanan setiap jeda tanggal.

Untungnya si Mas ini tidak terlalu lama mempermasalahkannya dan menanyakan

"Bawa uang cash kan Mbak"

"Ini mas kataku sambil menunjukkan uang"

"Tunggu Mbak, ntar dipanggil lagi" katanya sambil menahan senyum

Barulah aku tahu proses di VFS nya sendiri setelah memeriksa berkas maka dikasih nomor antrian untuk membayar visa

2. Pembayaran Visa

Beberapa menit menunggu, kemudian antrian pembayaran Visa ku pun dipanggil dengan nomor counter yang berbeda dengan Mas yang berbeda. Tidak begitu lama hanya 5 menit saja karena setelah membayar maka si petugas akan memberikan struk bukti pembayaran.

“Mbak, ini bukti slip pembayaran jika ingin mengambil Visa mohon membawa bukti pembayaran dan jika ingin diwakilkan dalam pengambilannya maka buat surat kuasa yang beserta KTP Mbak dan KTP yang mewakili serta membawa struk ini” jelasnya.

"Saya akan mengambil sendiri Mas, kataku"

"Baiklah, ini slipnya dan silahkan menunggu untuk Biometrik, katanya"

3. Pengambilan Data Biometrik dan Photo

Masih di ruangan yang sama, maka aku menunggu namaku untuk di panggil ke dalam ruangan yang ditutup dengan tulisan “Biometrik” tepat disebelah counter menunggu dan pembayaran yang hanya berjumlah kurang dari 10 counter.

"Bu Winny, begitu katanya"

Kemudian aku masuk ke dalam ruangan Biometik yang dalam prosesnya sangat cepat. DI dalam sidik jariku di scan dengan scanner jari digital kemudian sekalian diambil photoku. Prosesnya tidak sampai 10 menit.

"Setelah ini prosesnya apa ya Mbak?" 
kataku kepada Mbak yang mengambil sidik jariku

"Tunggu email pemberitahuan dari kita ya untuk pengambilan Visanya",
begitu kata Mbaknya

"Berapa lama Mbak proses Visanya"? kataku

"Biasanya 15 hari kerja", katanya

Proses Pengambilan Visa Schengen di VFS Jakarta

Tanggal aku memulai pembuatan visa tanggal 23 Desember 2016 dan ternyata di tanggal 2 Januari 2017 aku mendapatkan email

"Dear Winny"

Processed Visa Application ref No XXXXX is ready for colection 
from the Netherlands Visa Application Center during working hours"

Wow, serasa dapat kejutan tahun baru dan Visa yang pembuatan 15 hari ternyata selesai dalam 9 hari saja. Mungkin karena mengurusnya di akhir tahun kali ya!!

Nah saat pengambilan aku sempat bingung dengan apa harus membuat temu janji seperti permohonan sampai aku Google loh dan ternyata tidak serepot itu, karena cukup membawa bukti pembayaran saja kemudian datang jam 14.00-16.00 jam kerja.

Seperti biasa mengambil nomor antrian dan Tadaaaa Visaku di approved dan yang paling membahagiakan adalah “Mulitple“.

Eits, sebelum pulang harus periksa nama dan nomor Visa manatahu ada yang khilap dan ternyata benar sesuai dengan Passpor!

Ternyata Mengurus Visa Belanda itu tidak semenakutkan yang aku bayangkan!!

Pusat Applikasi Visa Gabungan

Kuningan City Mall Lt. 2, No L1-30-32

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Setiabudi,

Kuningan, Jakarta

Email:info.nlid@vfshelpline.com

Rincian mengenai Kedutaan:

Alamat Kedutaan Belanda di Jakarta

Jl. HR Rasuna Said Kav S-3

Kuningan Timur, Setiabudi

Jakarta 12950

Salam
Winny

Iklan