Akhir perjalanan Bali


There are some people who will never see you as being good enough. That is their short-coming not yours. Be merciful enough to yourself to cut them out of your life

(Dr. Steve Maraboli)

Pantai Kuta Bali
Pantai Kuta Bali

Hello World!

‎August ‎16, ‎2011

Every hello has goodbye, mungkin cocok buat perjalanan terakhir kami di Bali. Setelah perjalanan panjang dimulai dari Medan lalu ke Bandung hingga ke Surabaya kemudian ke Bali diteruskan ke Gili Trawangan berakhir ke Bali lagi maka edisi plesiran wisata Bali pun berakhir.

Aku, Santo, Surya dan William pun memulai packing karena kami ingin mengitari Pantai Kuta Bali untuk terakhir kali. Tidak banyak yang bisa kami kunjungi selama di Bali hanya beberapa wisata andalan Bali seperti Tanah Lot, Tampak Siring, New Kuta Beach, Pantai Benoa, Pasar Tradisional Sukawati hingga Pantai Kuta.

Pantai Kuta
Pantai Kuta

Karena hari terakhir di Bali maka kami memutuskan untuk mengelilingi sekitar Kuta saja. Kami kembali ke Pantai Kuta dan kali ini kami datang di siang hari. Ternyata di pantai Kuta Bali ada sisi lain berupa tempat penangkaran penyu yang membuatku berdecak kagum. Kami baru tahu tempat penangkaran tidak sengaja setelah ke Pantai Kuta untuk kedua kalinya.

Dari pintu utama Pantai kami melihat papan dengan tulisan “Selamat datang di Pantai Kuta”. Kamipun buru-buru masuk. Saat kedatangan kami maka pemandangan bule berjemur adalah hal lumrah di Pantai Kuta. Ada juga rombongan bule yang duduk di pasir pantai Kuta lengkap dengan papan selancarnya berbaris, begitu mencolok!

Di sisi lain aku melihat penduduk lokal yang sedang memijat bule. Hal ini juga lumrah di Pantai Bali “jasa pijat” untuk wisatawan yang hendak bersantai.

Lalu kami pun tidak mau larut dengan suasana pantai sehingga kami pun berjalan kearah sebaliknya dari arah pertama kali di Kuta ke arah Timur sehingga kami pun menemukan penangkaran penyu.

Pengalaman lucu saat di penangkaran Penyu di Pantai Kuta Bali ketika melihat dua bocah bule imut yang saat aku photo langsung senyum sambil mengancungkan dua tangan tanda “peace”. Lucu hahah 😀

Bule imut di Bali
Bule imut di Pantai Kuta Bali

Setelah itu kamipun mengamati telur penyu dengan seksama. Penyu-penyu kecil diletakkan di dalam baskom merah. Penyu-penyu mungil tersebut berenang kesana kemari begitu imut hingga aku tidak heran perhatian pengunjung  tersita pada penangkaran penyu ini.

Aku dan Suryalah yang sangat antusias melihat penangkaran penyu. Selain penyu kecil, kami juga melihat sarang telur penyu berbentuk lingkaran berisi telur penyu di dalam pasir.

Oh ya ada juga patung penyu besar di Pantai Kuta Bali loh! Jika beruntung bisa melihat penyu menetas langsung. Sayangnya kami tidak sempat melihat penyu menetas karena bukan pada masanya ditambah karena kami harus buru-buru demi oleh-oleh Bali.

Oleh-oleh khas Bali hasil belanjaan di Sukowati ternyata belum cukup ya! Baca juga Pengalaman saat berbelanja di Pasar Sukowati

Oleh-oleh khas Bali
Oleh-oleh khas Bali

Sebelum berburu Souvenir Bali, kami berphoto di papan selancar gede dengan tulisan Hard Rock Hotel Bali . Karena ketiga temanku antusias ingin berphoto, mau tidak mau aku juga ikut-ikutan. Itulah keseruan jalan-jalan “hal kecil bisa sangat membahagiakan ketika dilakukan bersama” meskipun hanya sekedar berphoto. Paling tidak, kami bisa numpang eksis di Hard Rock Bali walau hanya photo iconnya saja 😀

Setelah puas bernarsis ria (kebiasaan orang Indonesia saat travelling ialah kebanyakan photo), lalu kami singgah ke Hawaii Bali tempat berburu oleh-oleh khas Bali. Well mau tidak mau aku juga membeli beberapa gantungan kunci dengan tulisan Bali yang aku suka.

Saranku jika ingin belanja khas Bali lebih baik ke Hawaii paling tidak harganya tidak di mark up seperti di Sukowati serta kualitasnya yang sesuai dengan harga.

Remember, Price is equal with quality 😉

Kami di hard rock bali
Kami di hard rock bali

Dari berburu Souvenir khas Bali temanku Santo dan William malah belanja sepatu di WBF (World Brand Factory) Kuta Bali. Kalau aku malah memilih tetap di mobil takut tidak bisa menahan hasrat untuk belanja hahahah 😀

Puas belanja kami pun kembali ke tempat penginapan untuk mengambil barang untuk check out.

Kesan yang tidak terlupakan selama berada di Bali saat aku menyeret koperku sepanjang jalan Poppies I hingga ke Monumen Bom Bali. Sama seperti saat pertama kali sampai di Bali, ketika itu malam hari dan hujan serta tengah malam, luntang lantung mencari tempat penginapan maka pulangpun harus mendorong koper yang berisi barang yang banyak. Beginilah kalau menjadi wanita rempong hehe 😛

Pelajaran berharga ketika hendak melakukan travelling ialah untuk membawa barang seperlunya saja karena aku orangnya agak heboh jadi saat hendak mengunjungi suatu tempat rasanya semua baju hendak dibawa lalu menyesal karena tidak semua terpakai. Alhasil hanya memenuhi koper saja! Sekarang aku hanya membawa barang seadanya cukup!

Di Monumen Bom Bali
Aku di Monumen Bom Bali

Sesampai di Tugu Bom Bali, rasa lelah baru terasa. Tapi anehnya jika dibandingkan dengan lelah maka rasa bahagia jauh lebih banyak. Aku hanya menaruh barangku di lantai dekat Tugu Monumen sambil menunggu taxi yang akan membawa kami ke Bandaran Ngurah Rai Bali untuk pulang ke Medan..

Good bye Bali…

-Catatan Perjalanan Bali end-

Salam

Weeny Traveller

Iklan

Sunset Pantai Kuta Bali


Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world.

-Harriet Tubman-

Sunset Kuta
Sunset Kuta

Hello World!

‎August ‎15, ‎2011

Dari tempat kami menginap di Poppies I Bali maka aku, Santo, Surya dan William berjalan kaki ke Pantai Kuta. Kenapa kami memilih berkunjung ke Pantai Kuta Bali karena memang lokasi pantai yang dekat dengan penginapan. Selain itu Pantai Kuta Bali memiliki sunset yang Indah!

Tips perjalanan Bali khususnya untuk yang hendak berencana melakukan travelling ke Bali jangan khawatir untuk mencari penginapan di Bali karena di Bali banyak penginapan murah, salah satunya di area Poppies baik Poppies I maupun Poppies II, karena kedua area Poppies merupakan tempat berkumpulnya para backpacker baik lokal maupun mancanegara dengan harga penginapan murah. Harga penginapan di area Poppies Bali mulai dari harga Rp150.000/malam (harga tahun 2011).

William, Santo, Surya di Pantai Kuta Bali
William, Santo, Surya di Pantai Kuta Bali

Saat kami sampai di Pantai yang terkenal sentaro dunia “pantai Kuta Bali” begitu kagetnya aku dengan ramainya para wisatawan, mirip pasar bok! Banyak bule yang berjemur!

Tujuan utama kami mengunjungi Pantai Kuta untuk berburu sunset Pantai Kuta Bali yang katanya Indah!

Untuk warna pantai Kuta berwarna cokelat butek, dengan pasir besinya yang menarik perhatianku. Hal yang aku suka di Pantai Kuta ialah ketika melihat siluet diri memantul di pasir serta sunsetnya orange tenggelam penuh di pantai yang menunjukkan bahwa bumi bulat. Well, dimanapun tempatnya sunset itu identik sama ya 😉

Pantai Kuta
Pantai Kuta

Hal yang tidak aku suka dari Pantai Kuta ialah ramainya pengunjung serta warna air lautnya yang sudah mulai terkontaminasi. Tempat yang terlalu turistik itu memang kurang menarik bagiku!

Temanku Santo, Surya dan William sempat duduk di pantai sambil menikmati suasana pantai yang menenangkan hingga mereka memutuskan untuk berjalan disekitar bibir pantai meninggalkanku yang sedang bernarsis ria sendiri seperti orang gila di Pantai Kuta Bali tanpa memperdulikan orang lain hahaha..

Aku di Pantai Kuta
Aku di Pantai Kuta

Kalau ingat pengalaman jalan-jalan di Bali tepatnya berselfie ria di Pantai Kuta jadi tersenyum sendiri karena waktu itu masih alay. Saking kasihannya melihat diriku berphoto sendiri akhirnya ada dua bule yang sepasang kekasih menawarkan untuk memphotoku 😀

Aku sempat juga loh meminjam papan selancar bule demi photo, pura-puranya sedang berselancar di pantai Kuta, sayangnya bajuku tidak matching hahaha.. Ya iyalah aku salah custom ke pantai dimana semua orang berbiki ria malah aku berpakaian suka-suka hati 😀

Pantai Kuta Bali
Pantai Kuta Bali

Oh ya sebenarnya aku heran juga kenapa banyak sekali turis suka ke Pantai Kuta Bali, tapi satu hal yang aku ketahui mereka biasanya datang sore hari sambil membawa tikar mereka berupa kain dibentangkan di pantai sambil tidur atau membaca atau refreshing dan sebagian lagi akan melakukan surfing dengan papan selancarnya.

Saat suset yang ditunggu telah mulai  tenggelam di ufuk Barat maka kami kembali ke penginapan untuk memulai tujuan perjalanan berikutnya.

 

Salam

Weeny Traveller

“Tanah Lot” wisata Bali favoritku


When you have a dream that you can’t let go of, trust your instincts and pursue it. But remember: Real dreams take work, They take patience, and sometimes they require you to dig down very deep. Be sure you’re willing to do that. ~Harvey Mackay-

Tanah Lot Bali
Tanah Lot Bali

Hello World!

Bali, 12 Agustus 2011

Selalu ada cerita tentang obyek wisata terkenal Bali dengan segala keindahannya. Begitu juga dengan cerita perjalananku, Santo, Surya dan William yang melakukan perjalanan hemat ke Bali dengan cara backpacker. Dari sekian banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi di Bali maka objek wisata favoritku yang mungkin juga objek wisata favorit wisatawan lainnya ialah “Tanah Lot”.

Tanah Lot sebuah objek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam saat matahari terbenam. Keunikan Pura Tanah Lot ialah tempatnya yang terletak di tengah laut kira-kira 300 meter dari bibir pantai, terdapat juga batu karang yang di tengahnya terdapat gua besar. (Wonderfull Indonesia)

tanah lot bali
Tanah Lot Bali

Dengan motor sewaan serta peta Bali maka aku dan tiga temanku mengunjungi Tanah Lot. Waktu itu sudah agak sore dan memang tujuan utama kami ialah berburu sunset Tanah Lot yang terkenal dengan keindahannya. Untuk lokasi Tanah Lot bearda di di Desa Beraban, Kec. Kediri, Kab Tabanan Bali.

Memasuki Tanah Lot maka kami memasuki sebuah art shop untuk membeli oleh-oleh khas Bali. Pasar tradisional inilah yang mengawali perjalanan kami di Tanah Lot. Di art shop Tanah Lot aku juga melihat seorang bocah yang menawarkan jasa photo dengan ular phyton yang besar. Pemandangan di pasar oleh-oleh Bali yang menarik perhatianku tertuju pada banyaknya jasa pembuatan tato. Si Surya hampir saja ikut-ikutan untuk bertato walau akhirnya tidak jadi.

Tanah Lot is a rock formation off the Indonesian island of Bali, one of the most popular places of interest in Bali. It is home to the pilgrimage temple Pura Tanah Lot, a popular tourist and cultural icon for photography and general exoticism. It located on the coast of West Bali.  (Wikipedia)

Tempat membeli voucher di Tanah Lot Bali
Tempat membeli souvenir di Tanah Lot Bali

Melewati pasar kerajinan tradisional maka sosok Pura yang berada di batu besar yang dikelilingi oleh laut yaitu “Pura Tanah Lot” sudah kelihatan dari jauh. Gapura khas Bali juga sudah menyambut kedatangan kami sehingga dengan semangat ’45 maka kami pun menjejakkan kaki melewati sebuah taman yang tertara rapi kemudian terdapat gapura lagi hingga kami melewati jalan setapak berupa batuan dan pasir gelap.

Oh ya kalimat yang menarik saat di Tanah Lot ketika melihat slogan yang berisi “Follow this way To Tanah lot temple art market”!

Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot

Sesampai di Pura Tanah Lot maka pemandangan kami tertuju pada keramain di bawah Pura. Ternyata yang menyita banyak perhatian pengunjung ialah Holy spring yang berisi ular-ular yang dipercayai sebagai ular suci. Nah aku dan Surya mencoba air diusap ke muka dan diminum, tapi waktu itu aku ke Bali pas puasa Ramadhan maka aku tidak meminum airnya hanya mengusap muka. Ular yang ada di dalam holy spring berupa ular hitam belang biru yang jinak. Kemudian setelah mengusap muka maka pendeta Hindu memberiku bunga untuk ditaruh di telinga serta beras ke dahi. Jadilah aku seperti wanita Bali hehehhe 😀

Kurang mantap rasanya kalau tidak mencoba ala Bali. Setelah itu kami memberikan uang seikhlasnya. Pengalaman lucu saat di Tanah Lot ketika hendak memberikan donasi malah melirik isi kotak uang berisi uang dari mancanegara, buset tajir dah hasil donasi 😛

Holy Spring Tanah Lot
Holy Spring Tanah Lot

Setelah mencari tahu hal menarik di Tanah lot tepatnya berada di Holy spring akhirnya kami mengelilingi Pura sambil berphoto. Hal yang aku suka dari Tanah Lot ialah hamparan batu karang serta lautnya yang biru. Untuk yang menarik perhatian tentu saja Pura Tanah Lot yang eksotis.

Disekitar karang di Tanah Lot aku melihta bule-bule mencari kerang entah mau diapakan tapi mereka kelihatan asyik mencari kerang di dalam karang yang berisi air laut.

Tidak lama-lama di Tanah Lot maka kami pun keluar untuk berjalan ke arah lain dari tanah lot. Kemudian kami melihat tempat peribadatan umat Hindu yang bersih. Kami hanya mengintip dari luar saja sambil menatap dari kejauhan.

Kata Tanah Lot terdiri dari kata “Tanah” yang diartikan sebagai batu karang, “Lot”atau “Lod” berarti laut. Jadi Tanah Lot dimaksudkan yaitu tanah yang ada di tengah laut. Pura Tanah Lot didirikan pada abad ke-15 oleh Pedanda (pendeta) Hindu bernama Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Danhyang Niratha dalam perjalanannya untuk menyebarkan agama Hindu dari tanah Jawa pada abad ke-16. (Wonderfull indonesia)

Tanah Lot
Tempat ibadah umat Hindu di Tanah Lot

Beranjak dari tempat ibadah umat Hindu di Tanah Lot maka bak seorang turis kami pun mengikuti turis lainnya yang kebanyakan ialah turis mancangera. Rupanya kami ke ujung karang, tempat terbaik untuk melihat sunset di Tanah Lot. Memang salah satu daya tarik dari Tanah Lot terletak di sunsetnya yang menawan.

Saat menunggu sunset di Tanah Lot sambil duduk manis di jalan trotoar, aku berbicara dengan oma dari Belanda lengkap dengan cucu-cucunya yang imut sehingga aku langsung minta photo buat kenang-kenangan. Karena penyakit tidak tahan melihat anak kecil imut hehehe 😀

Inilah salah satu momen yang aku sukai saat di Tanah Lot Bali yaitu tersenyum bahagia, karena bahagia itu simple “menikmati hidup dan selalu bersyukur serta tersenyum  ❤

 tanah lot
Tanah Lot

Lain yang aku lakukan maka lain pula yang dilakukan temanku Surya. Dengan menyuruhku untuk meminta phot0 dengan turis asal Afrika maka aku pun harus meminta photo turis Afrika berphoto dengannya bak artis. Tapi walau begitu seru juga.

Tanah lot meruapakan salah satu tempat terbaik di Bali

wisata favorit Bali
Wisata favorit Bali

Menunggu sunset di Tanah Lot merupakan momen terkeren saat berada di Bali karena kami tidak hanya sendiri dalam menunggu sunset tapi dengan turis dari berbagai mancenagara lainnya yang tidak kami kenal dengan tujuan yang sama.

Identik dengan sunset dimanapun objek wisatanya tapi satu hal keunikan dari sunset di Tanah Lot yang kami rasakan yaitu “kegembiraan”

Sunset Tanah Lot
Sunset Tanah Lot

Panduan Wisata Tanah Lot Bali

1. Salah satu tempat rekomendasi objek wisata di Bali ialah Tanah Lot. Selain itu masih banyak objek wisata menarik Bali yang terkenal dan indah seperti Ubud, Uluwatu, Pantai Sanur, Pantai Kuta dan sebagainya

2. Untuk masuk ke dalam Tanah Lot maka dikenakan biaya masuk

3. Sebelum melakukan touring ke Tanah Lot sebaiknya disusun jadwal perjalanan.

4. Saat memasuki Tanah Lot sebaiknya berpakaian sopan

5. Di sekitar Tanah Lot terdapat toko souvenir untuk berburu kerajinan tangan lokal untuk oleh-oleh Bali seperti baju, sandal, topi, lukisan dan sebagainya.

6. Saat terbaik untuk melihat Pura Tanah lot saat sunrise dan sunset.

7. Saat air laut surut maka pengunjung bisa berjalan kaki dari bibir pantai ke Pura tanah lot yang berada di atas bukit.

Salam

Weeny Traveller

Liburan di New Kuta Beach Bali


Risk, take them.

Mistakes, do not be afraid to make them.

Love, fall for it.

Life is too short to tether oneself to the illusory safety of mediocrity.

No poison kills more slowly or painfully than regret (unknown)

new kuta beach
New kuta beach (kiri ke kanan: Surya, aku dan Santo)

Hello World!

10 Agustus 2011

Selalu ada cerita tentang Bali, tempat wisata impian hampir semua orang. Begitu juga dengan perjalanan kami, salahnya satunya liburan di New Kuta Beach Bali kami di tahun 2011 silam. Pantai New Kuta Bali berbeda dengan pantai Kuta Bali yang sudah dikenal hampir semua orang karena dari segi lokasi memang berbeda serta dari segi pemandangannya.

Aku, Santo, Surya dan William melakukan touring Bali ala gembel demi menjelajah setiap  sudut objek wisata Bali. Tujuan wisata Bali kami tentu saja salah satunya pantai Kuta baru Bali. Transportasi kami ke Pantai Kuta Baru kala itu dengan motor sewaan dari tempat penginapan.

Pantai Kuta Baru
Pantai Kuta Baru

Dari GWK Bali kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta Baru atau nama bekennya Pantai Kuta Baru sebelum ke Uluwatu. Tujuan utama kami ke pantai Kuta Baru ialah  berburu sunset New Kuta Beach karena karena New Kuta Beach/pantai Kuta Baru merupakan salah satu tempat wisata yang direkomendasi sesama traveler untuk dikunjungi saat di Bali.

kuta beach cafe
Kuta Beach Cafe

Memasuki Pantai Kuta Baru, perhatian kami tertuju pada cafe disekitar pantai Kuta Baru untuk menikmati senja serta aliran air membentuk kolam disekitarnya bukit serta pasir putih. Kami sangta menikamti momen di Pantai Kuta Baru saat sore hari. Kenapa tidak? Pantai Kuta Baru memiliki pantai yang berish dan warna pasir putih berbeda dengan Pantai Kuta walau terkenal tapi warna pasirnya agak butek “cokelata kehitaman”. Satu lagi, jauh dari kata turistik!

pantai kuta baru bali
Pantai Kuta Baru Bali

Hal menarik dari Pantai Kuta Baru terletak pada karang besar disepanjang pantai sehingga pas sunset aura “keeksotisan” pantai menjadi sangat keren.

Saat kunjungan kami di Pantai Kuta Baru banyak sekali bule dan wisatawan mancanegara yang berjemur sambil menunggu momen sunset. Kebayakan yang di lakukan oleh turis ialah berselanjar karena ombaknya yang tinggi. Pengnjung biasanya naik ke karang saat sunset sudah mulai. Entah kenapa mereka naik ke atas bukit hanya saja para pengunjung memanjat bukit dan karang sambil membawa papan selancarnya yang membuatku penasaran.

Kesan pertama melihat pantai Kuta Baru Bali memang menarik perhatian karena nuansanya yang cozy apalagi saat sunsetnya membuatku betah melihatnya lama-lama.

Karang pantai kuta baru
Karang pantai kuta baru

Oh ya untuk pengalaman unik ku saat di Pantai Kuta Baru Bali ialah ketika semua pengunjung berbiki ria maka aku sendiri yang aneh dari yang lain sehingga jatuh ke nyentrik karena memakai jaket serta hotpants pendek di pantai.

Saat di Pantai Kuta Baru aku masih ingat coleteh lucu dari Santo yang mengatakan “muak aku dengan BH” hahahahah 😀 gila banget dah komentar si Santo yang membuatku, Surya dan William terkekeh gila. Sekarang aja jika aku mengingatnya aku malah tersenyum sendiri.

kuta baru bali
Pantai Kuta Baru Bali

Liburan di Pantai Kuta Baru Bali memang singkat bagi kami karena hanya untuk melihat sunset nya saja. Tapi walau demikian kami jatuh cinta dengan Pantai Kuta Baru dengan pasirnya yang bersih serta karangnya yang mengagumkan.

Btw gara-gara keasyikan di Pantai Kuta Baru kami malah sampai di Uluwatu malam hari serta melewatkan pesona Uluwatu yang terkenal. Jika aku kembali lagi ke Bali, aku ingin sekali ke Uluwatu karena merupakan objek wisata Bali impianku.

Oneday I hope…

Sunset New Kuta Beach
Aku dengan Sunset New Kuta Beach

Tips perjalanan Pantai Kuta Baru

  1. Pantai Kuta Baru/New Kuta Baru cocok untuk penyuka berselancar dan penikmat photography
  2. Sebaiknya ke Pantai Kuta Baru saat jam 3 sore sehingga ada waktu bersantai sambil menunggu sunset indahnya
  3. Untuk menuju ke Pantai Kuta Baru bisa menggunakan transportasi mobil atau motor. Untuk harga sewa motor di Bali perhari diluar bensin Rp35000 (tahun 2011) serta KTP dan uang sebagai jaminan.
  4. Disepanjang pantai banyak sekali jasa pijat dari warga lokal Bali yang umurnya paruh baya sehingga jika lelah bisa menikmati pijat
sunset kuta baru
Surya dengan Sunset Kuta Baru

Salam

 

Weeny Traveller

Nyasar ngetrip ke Tampak Siring, Bali


You can be a doctor and save lives…

You can be a lawyer and defend lives…

You can be a soldier and protect lives..

But why to play with other’s lives?

So we simply became engineers to screw up our own lives (Unknown)

jalan-jalan ke bali
Tampak Siring Bali

Hello World!

Bali, 11 Agustus 2011

Akhir-akhir ini aku malas sekali update isi blog karena edisi pindahan kos yang menyadarkanku betapa banyaknya harta yang menumpuk yang tidak penting, pantas saja aku kere :D. Nah saat edisi pindahahanlah aku mengubek folder lama di laptop dan aku melihat folder BALI. Ternyata masih banyak cerita tentang pengalamanan ngetrip ke Bali bersama Santo, Surya dan William yang belun aku buat di blog.

Perjalanan ke Bali waktu itu, kami lakukan secara backpacker dengan mengandalkan peta bali serta kami menyewa dua motor sambil menelusuri jalan setapak bali demi menjelajah objek wisata ungggulan Bali. Dari tim perjalanan trip Bali,  akulah satu-satunya cewek di dalam rombongan sehingga aku kelihatan cewek maco alias cewek strong banget alias tangguh alias tomboy ya?.

tampak siring dan istana Presiden
Tampak siring dan istana Presiden

Karena modal perjalanan kami yang bermodalkan peta dan tanya orang lah yang membawa nasib kami mengunjungi Tampak Siring. Acara edisi perjalanan nyasar ke Tampak Siring memang tidak sengaja karena tujuan perjalanan di Bali kami sebenarnya hendak ke Puri Besakih. Siapa sangka kami menapakkan kaki hingga ke Tampak Siring. Masih segar di ingatan saat Santo menanyakan kepada penduduk lokal sedang dimana kami berada yang orang lokal menjawab di Tampak Siring. Lalu Santo bertananya kembali apa yang menarik di Tampak Siring, objek wisata Bali apakah yang ada di Tampak Siring lalu penduduk lokal berkata kalau di daerah kami sekarang ada sebuah telaga yang konon katanya bisa menyembuhkan penyakit serta terdapat istana presiden sehingga membuat keputusan kami bulat “menikmati nyasar dalam perjalanan”.

Tampaksiring was one of the governance centers in Bali during the kingdom period. Tampaksiring is the site of the Tampaksiring Presidential Palace

tampak siring
Tampak Siring

Nah bagi yang belum tahu tentang tampak siring Bali, tampak Siring merupakan salah satu dari lima Istana kepresidenan Indonesia yang berada di Bali. Empat istana presiden lainnya ialah Istana Merdeka di Jakarta, Istana Bogor di Bogor, Istana Cipanas di Bogor, dan Gedung Agung di Yogyakarta. Alamat Istana Presiden Tampak Siring di Jl. Astina Pura Utara Kec. TampakSiring Kab, Gianyar Bali. Untuk arti Tampak Siring sendiri ialah telapak yang miring.

Perjalanan kami dimulai dari Pantai Kuta Bali hingga menuju kearah Kintamani kemudian kami juga sempat singgah di Pasar Sukowati yang membuat kami kalap belanja tapi akhirnya kami tahu kami kena tipu. Pengalaman di Pasar Sukowati Bali akan aku ceritakan sendiri di sesi lainnya.

Saat kami memasuki istana tampak siring kami disambut oleh bangunan pura besar yang di Bali disebut Gelung Kori Ahung dengan nuansa ala Bali. Pada saat itu kami membayar tiket masuk ke holy spring yang aku sudah lupa harganya.

tampak siring
Tampak siring

Kenunikan dari Tampak Siring di kolam yang berisi mata air yang pada saat kami datang banyak sekali bule-bule dan pengnjung lainnya yang mandi di kolam. Dari kolam air terlihat jelas bagian atas istana presiden. Objek wisata Bali merupakan salah satu tempat wisata yang aku suka di Bali karena sejuk serta pemandangannya yang khas Bali sekali.

Untuk mengitari Tampak Siring sendiri cuma butuh 1 jam buat kami serta khasnya itu di kolamnya dengan air mancur yang keren. Tapi walau demikian kami tidak mencoba mandi di dalam kolam tersebut. Soalnya itu kan kepada percaya gak percaya 🙂

Holy Spring Tampak Siring
Holy Spring Tampak Siring

Untuk kesan perjalanan saat di Tampak Siring ketika aku dan Surya minta photo ama anak bule yang cute abis kepada orang tuanya. Lucunya saat photo si anak bule berpose imut hahahah 🙂

Oh ya pada saat di photo kelihatan rempoang deh aku karena membawa hasil belanjaan dari Sukowati berupa oleh-oleh khas Bali. Plesiran Bali dengan teman kuliah memang seru apalagi jalan-jalannya hemat sehingga perjalanan pun makin oke 😀

Tampak Siring
Tampak Siring

Keindahan Tampak Siring selain kolam suci ialah pada saat melihat orang Buddha berdoa, inilah momen yang menarik perhatian para pengnjung serta dekorasi yang mirip gazebo tapi dengan gaya ornamen Bali. Saking kerennya bocah bule aja sok menjadi photographer sambil memphoto bagian atas dari altar yang mirip gazebo itu. 🙂

Aku di tampak siring
Aku di Tampak Siring

Disamping Tampak Siring terdapat pasar tradisional untuk membeli oleh-oleh cindremata khas Bali berupa patung kayu gajah, buddha, tapak tangan dan sebagainya serta gantungan kunci. Jadi bagi pecinta souvenir khas Bali bolehlah ke pusat pasar tradisional oleh-oleh yang merupakan jalur pulang dari Tampak Siring.

Dari kolam air suci yang di Tampak Siring akhirnya kami ke Istana Presiden yang kala itu di penuhi dengan bendera Indonesia karena kami datangnya pada Agustus.

Pusat oleh-oleh di Tampak Siring
Pusat oleh-oleh di Tampak Siring

Plesiran Bali memang menyenangkan 🙂

Salam

Weeny Traveller

 

Plesiran ke Wisata Garuda Wisnu Kencana Bali


Garuda Wisnu Kencana (GWK), is a private cultural park on the bukit Peninsula at the southern end of the island of Bali in Indonesia, It is devoted to the Hindu god Vishnu, and his mount, Garuda, the mythical bird who is his companion.The statue of Vishnu is 23 metres (75.5 ft) high (Wikipedia)

Winny alna marlina

 

Hello World

Agustus 2011

Hari kedua di Bali bersama temanku Susanto, William dan Surya dimana kami memulai perjalanan plesiran demi wisata Bali yang tersohor di dunia. Travelling Bali kami ala backpacker dengan memanfaatkan peta Bali yang aku beli serta itenary perjalanan Bali buat pelancong pemula yang sudah disiapkan oleh Susanto jauh-jauh hari. Bisa aku bilang perjalanan Bali merupakan perjalanan nekat yang kami buat, asli menggembel. Waktu itu tidak ada android dengan aplikasi maps yang memudahkan penjelajahan objek wisata Bali, semuanya manual tapi justru disitu letak kerennya pengalaman berwisata ke Bali kami tanpa tour guide.

Garuda Wisnu Kencana Bali
Garuda Wisnu Kencana Bali

Setelah puas snorkeling di Tanjung Benoa Bali, kami dengan dekat menuju ke Garuda Wisnu Kencana yang searah dengan Uluwatu.  Transportasi ke GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang kami gunakan ialah dua buah motor dengan harga sewa motor di Bali/hari seharga Rp35000 tanpa bensin. Aku dibonceng oleh William dan Surya dibonceng oleh Santo. Tim backpacker ku ke BALI sangat cerdas karena instuisi mereka dalam mengikuti jalan yang ada di Bali sehingga kami dengan mudah menjelajah tempat wisata Bali dengan mudah serasa sepert touring.

Tarian Bali
Tarian Bali

Pengalaman yang memalukan di Bali yang sebenarnya tidak boleh aku ceritakan karena Surya dan Santo pasti malu besar ketika motor mereka jatuh di depan Universitas Udayana tepat di depan Fakultas Teknik di alamat Kampus Bukit Jimbaran Terletak Di Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kab Badung, Bali. Kejadaian saat siang hari setalah kita melakukan aktivitas diving di Tanjung benoa tepat siang hari, Santo melihat jalan belok padahal lurus sehingga mereka terjatuh bersama dengan motor. Aku dan William yang dari belakang kaget dan shock takut mereka kenapa-kenapa. Untungnya mereka hanya cedera kecil serta dibantu oleh penduduk local Bali. Kata penduduk sekitar memang sering kejadian kecelakaan di area tersebut, sedikit mistis katanya.

Tapi walau demikian kami sampai ke GWK secara safe and sound! Sayangnya aku sudah lupa harga tiket masuk ke Garuda Wisnu Kencana. Bagi yang belum tahu GWK merupakan icon Bali yang berupa patung serta kepala Garuda dengan taman yang eksotik.

Memasuki GWK kami melihat rombongan turis bule datang. Di area GWK terdapat teropong untuk melihat pemdangan Bali dari atas serta terdapat  teatheramphibi untuk meilhat tari khas Bali. Tidak sia-sia kami ke GWK walau dua temanku terkena kecelakaan kecil.

Bali, Indonesia
Bali, Indonesia

Di GWK juga terdapat tempat pemujaan suci bagi orang Hindu yang konon dipercayai jika menyembah di sana maka permohonannya dikabulkan dengan memberikan uang sebagai sedekah seikhlasnya. Tapi  kami tidak melakukannya hanya menikmati pemdangan di sekitar GWK saja.

wisata Bali
Tempat pemujaan umat Hindu di GWK

Satu hal yang aku sukai dari GWK Bali ialah taman berisi pemadangan Garuda Plaza, serta patung Dewa Wisnu dengan rumput hijau serta tebing yang eksotis.

Kami puas berwisata di Bali meruapakan pengalaman ngetrip di Bali perdana kmai yang laur biasa asli gembel!

Garuda wisnu kencana
Kiri ke kanan Surya, Santo, aku, William di Garuda wisnu kencana

I dedicated this story to my best friend Surya, Susanto and William. Waiting for the next trip with you guys!

Baca juga

1. Plesiran ke Bali

2. Pengalaman diving di Bali

Salam

Winny