Menelusuri Heumarkt Wien di Austria


At some point, you have to realize that he doesn’t care, and you could be missing out on someone who actually does.

By Unknown

Hello World

Vienna, 10 April 2017

Perjalanan Praha ke Vienna dengan bus malam amatlah nyaman, apalagi dengan bus Regio Jet. Bus ini memiliki wifi serta penumpang dikasih minum gratis sehingga fasilitasnya jauh lebih OK daripada flixbus. Dari harga pun lumayan murah walau aku membeli tiket ke Austria hanya berjarak H-2. Menurutku Regio Jet ini cukup rekomended di Eropa untuk pilihan transportasi dari satu negara ke Negara di Eropa. Bus region jet yang aku tumpangi berangkat dari Praha jam 11 malam dan sampe di Vienna jam 4 pagi.

Sebelum ke Vienna aku sudah memiliki host dari CS yang memiliki referensi lebih dari 200 orang. Karena itu sebelum memutuskan tinggal di tempatnya aku sudah membaca profilenya. Namun ternyata tak selamanya referensi itu menjamin tentang karakter seseorang.

Jadi ceritanya begini,

Aku sampai di Vienna jam 4 pagi dan si host ini menjemput. Pas keluar dari bus, dia sudah menunggu tepat di depan bus. Nah pas aku keluar tiba-tiba si kawan langsung mau meluk. Terus dengan spontan aku tolak. Eh dia baper!

"Winny, don’t go travel if you cannot accept culture",
"In Europe hugging is to respect people and it commands"

Eh buset baru juga nyampe udah di semprot ama ini orang

Terus aku balas gini

"Sorry but u also have to respect other’s culture. For me we don’t hug people easily"
"If you don’t want to host me it’s ok"

Disinilah terjadi ketidak nyamanan menumpang dengan orang. Asli ogah banget dah numpang ama orang yang baper karena ditolak pelukan. Disini aku belajar bagaimana jumlah referensi tidak menjamin personality seseorang.

Btw CS dan referensi disini maksudnya gini, jadi ada platform sebuah situs buat travelling namanya CS kepanjangan dari Coushsurfing yang bisa digunakan untuk bertemu dengan warga local di suatu tempat. Jadi jika mereka berkenan maka kita bisa menumpang di rumahnya tanpa di pungut biaya. Sementara referensi artinya bagaimana respon atau pengalaman orang lain selama menginap pada seseorang.

Berbeda dengan hostku di Praha yang super baik sekali, maka host ku di Vienna, “baper”.

Yang paling gak enak pas dia ngomong gitu

Actually I want to bring you with taxi to my place, but u don’t deserve it”, itu katanya
Tempat wifi gratis di Vienna, Austria

Sumpah ini orang nyebelin bangat.

Akhirnya aku bilang gini

“Hey, if you do not host me its ok”, kataku

Akhirnya dengan berat hati si kawan ngajak naik bus dan aku membayar sekitar 2 Euro untuk sekali jalan. Untung aku gak kumat dan tidak baper, dan berusaha sok cuwek.

Kemudian bersama-sama naik bus ke arah rumahnya.

Pada dasarnya host ku ini agak baik cuma baperan dan banyak ngomongnya. Jadi pas sampai di depan apartemennya saja dia cerita kalau ada pembunuhan disekitar areanya. Pas dia cerita gitu aku langsung horror dong.

Nah pas sampai di apartemennya ternyata sangat berantakan terus langsung dia berkomentar

Actually, my rooms usually neat not like this, katanya

Kemudian dia baru sok merapikan ruangannya, aku sih karena dikasih tumpangan bersyukur juga walau udah gak enak di awal. Terus tidak hanya disitu dia juga tidak membolehkan aku memakai pakaian yang aku pake untuk di sofanya,

Winny, don't you have pajamas for sleeping?, katanya

Ih gila mana mungkin juga aku bawa baju tidur selama travelling di Eropa. Orang aku mau backpackeran kok, mana kepikiran bawa baju tidur segala.

Gila aja!

Ini merupakan host teraneh yang pernah aku jumpain, akhirnya aku ke kamar mandi untuk mengganti baju padahal yang aku ganti juga baju yang udah pernah aku pake juga. Barulah dia diam dan no koment.

Nah saat itu dia banyak curhat dengan orang-orang yang pernah dia host. Memang tanpa dia bilang, aku sudah lihat di dinding kamarnya yang penuh dengan photo-photo orang yang pernah dia host.

Heumarkt Wien, Austria
"What is your plan in Wien, Winny", tanyanya

Aku bilang aja ingin keliling Vienna.

Terus di nyerocos lagi

Its your fault to wrong arrival, 
if not I can bring you around now you should go alone

Padahal dalam hati senang banget bisa jalan sendiri. Yang penting kan dia ngasih tumpangan, kan kurang ajar banget aku ya. Sebenarnya hostku ini agak-agak baik, karena meski dia dongkol denganku dia masih mau meninggalkan kunci apartemennya kepadaku karena dia pergi ke Itali. Dia juga mengajari cara mengunci apartemennya jika aku sudah tidak menginap di apartemennya. Ngajarinnya pun kayak aku anak SD ampe 3x ngulang, tapi aku cukup tahu diri karena wajar saja pasti ada kecemasan meninggalkan apartemen sendiri kepada orang asing.

Heumarkt Wien, Austria

Jam 9 tepat aku meninggalkan apartemen hostku dan membawa kunci. Dan ada guna hostku baper, meski baru pertama lihat bule baper ya. Karena dengan kebaperannya aku jadi bisa mengelilingi Vienna dengan jalan kak. Itung-itung demi penghematan selama di Austria. Aku juga bersyukur salah tanggal datang ke Vienna, karena jika aku jalan dengan host yang nyebelin begitu pasti tidak menyenangkan. Meski aku memiliki kesabaran tingkat tinggi, tetap kalau dengar ngerocos itu agak menyebalkan. Tapi disitu aku belajar bahwa perjalanan selama di Eropa tak seindah di photo apalagi jalannya ala begpacker kayak aku. Gak backpacker lagi tapi “BEG”, packer 😀

Untungnya lagi kebetulan dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota, hanya berjarak 5 km saja sehingga aku jalan kakipun mudah. Bayanginlah jalan kaki 5 km! Terus jalannya juga tinggal lurus-lurus saja, padahal aku tanpa GPS loh. Yang aku ingat aku berjalan menuju stasiun terdekat. Di stasiun itu terdapat wifi gratis dan aku malahan sempat curhat ama Bang David tentang hostku yang aneh. Plusnya apartemennya di titipin padaku, kemudian aku menikmati KOTA VIENNA sendirian.

Heumarkt Wien, Austria

Dari stasiun kereta juga tak jauh dengan Heumarkt Wien, Austria. Lagi-lagi berkat bule baper aku jadi bisa menelusrui Heumarkt Wien di Austria. Heumarkt Wien ini merupakan salah satu wisata yang ada di Austria. Semacam pasar tradisional ala modern dengan aneka barang yang dijual mulai dari buah-buahan, sayuran hingga roti. Kebanyakan memang makanan!

Asli aku sangat suka dengan Heumarkt Wien, buahnya kelihatan gede-gede serta sayur-sayurnya segar. Untuk harga sebenarnya tidak terlalu mahal untuk ukuran Eropa karena harga mulai dari 1 Euro. Tempatnya juga satu blok ditengah-tengah jalan di sisi kiri kanannya jalanan. Aku bahkan sampai 3x keliling di Heumarkt Wien dari ujung ke ujung karena penasaran dengan jenis yang dijual. Meski sendiri aku senang, maklum wanita. Lihat buah dan sayur aja udah senang meski gak beli juga. Cuci mata aja!

Seru aja menurutku bagaimana warga local berjualan. Aku juga sempat ingin nongkrong dan makan di Heumarkt Wien, tapi karena takut gak halal akhirnya aku hanya melihat-lihat saja. Itu saja udah cukup.

Yang lebih lucu lagi saat di sebuah toko roti aku melihat kepala babi disampingnya. Hal ini tentu membuatku teringat akan Jalan Jamin Ginting Medan, bedanya di Medan sana babi itu di gantung diatas lalu dipajang kalau di Eropa di taruh di meja.

Gara-gara melihat Heumarkt Wien ini aku sampai penasaran darimana datangnya buah-buah dan sayur segar. Bahkan wortelnya warnanya ada yang kuning. Tentu ini membuatku jadi belajar bagaimana Vienna membuat pasar biasa menjadi tempat menarik. Hal ini patut ditiru! Terbukti beberapa turis yang senang nongkong dan menikmati Heumarkt Wien.

Aku sendiri cukup senang, meski sudah berjalan 5km karena masih banyak tempat wisata yang harus aku kunjungi dalam sehari, karena keesokannya aku harus pindah ke Budapest.

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria

 

Heumarkt Wien, Austria
Heumarkt Wien, Austria
Heumarkt Wien, Austria

Vienna, 10 April 2017

04:00-05:00 Dijemput host Austria tapi kemudian baper karena aku tidak mau memeluknya pas perkenalan, tiket bus 2,3 Euro

05:00-09:00 istirahat

09:00-18:00 Jalan keliling Vienna, ke Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

18:00-19:00 Belanja di Bila 4,97 Euro

19:00-22:00 jalan kaki ke penginapan

Tempat wisata yang didatangi pada hari-18 di Eropa

Hofburgh, Museumsquartier, stephansdom, mozart haus, parlement, theresian platz, heldenplazt, karlsplatz, Heumarkt

Total biaya yang dikeluarkan pada hari-18 di Eropa = 2,3 Euro + 4,97 Euro = 6,27 Euro

Salam

Winny

Iklan

Salah Tanggal Bus dari Praha ke Vienna


I tried to hate you but the only thing I hated is how much I loved you

By Unknown

Hello World!

Prague, 8 April 2017

Kelupaan tanggal keberangkatan merupakan hal memalukan yang pernah aku alami. Kelupaan tersebut adalah tanggal keberangkatan ke Vienna dengan bus dari Praha. Sehingga pas seharian keliling Kota New Praha ibaratnya kejar-kejaran mengingat jam keberangkatanku 11 malam. Artinya dari segi waktu sebenarnya aku masih punya waktu luang. Menariknya hostku Jacub baiknya super kebangetan, pas di hari terakhir malah sempat-sempatnya masakain mashed potato. Waktu itu dia tanya aku mau makan apa, kemudian aku bilang aja pengen mashed potato eh malah di ajak ke Supermarket untuk beli kentang. Terus gak tanggung-tanggung malahan dia bayar kentangnya. Serius ini host terbaik sepanjang sejarah aku menggunakan CS (Couchsurfing), padahal aku tidak mengira mendapatkan host baik apalagi di Eropa.

Kereta Praha

Sambil menunggu jam 11 malam, dan telah keliling New Town Prague, kami makan kentang bersama sambil transfer film. Ada beberapa film dan lagu khas Praha yang Jacub berikan kepadaku, kemudian aku merekomendasikan beberapa film Indonesia dan India yang aku sukai.

Yang lucu saat ada satu video yang Jacub tunjukan kepadaku tentang “senyum”. Videonya bercerita tentang seorang yang tugasnya membuat orang agar tersenyum hingga suatu ketika dia bertemu dengan seorang wanitan yang tidak bisa tersenyum sampai-sampai dia frustasi dan yang awalnya selalu senyum malah menjadi muram durja. Singkat cerita dia menemukan cara untuk senyum kembali dan suatu ketika dia melihat wanita itu tersenyum dan akhirnya mereka menjadi pasangan yang bahagia.

Melihat video itu sarat makna bagiku artinya seberat apapun beban hidup jangan lupa untuk tersenyum dann yang namanya jodoh gak akan salah alamat. Disinilah sebenarnya kenapa aku sangat suka mengunjungi suatu tempat dan bertemu orang baru karena aku banyak menemukan hal baru dan mendapat pengalaman yang tak ternilai dengan uang. Misalnya kalau bukan bertemu dengan Jacub mana mungkin aku dapat melihat video yang penuh makna itu. Dan itupun pas menunggu jam keberangkatan ke Vienna.

Praha
Praha

Setelah jam 10 malam, akupun membawa tas merah 15 kg ku dan memastikan tidak ada barang yang ketinggalan. Jacub pun mengantarkanku ke terminal dengan mobilnya. Dia benar-benar memastikan kalau aku akan selamat sampai masuk di bis.

Sesampai di terminal, bus yang ditunggu pun tiba. Aku memastikan nomor bus dan tempat tunggu sama. Ternyata sama sehingga aku pamitan kepada Jacub.

"Thank so much Jacub for helping me", sambil menyalam Jacub
"It's pleasue to help and have a safe journey", jawabnya
Praha

Kemudian pas menaiki bis saat tiket busku di scan petugas ternyata error. Beberapa kali dicoba petugas tetap gagal. Hingga akhirnya petugas menyadari bahwa aku salah tanggal!

"Sorry, your departure is tomorrow", kata petugas
"Duh zonk banget!!"

Rasanya itu maluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu sekali. Untungnya si Jacub belum balik dari terminal. Akhirnya tasku yang tadi dimasukin si Jacub di bus kemudian dia ambil kembali. Ya Allah kalau tidak ada si Jacub ini mungkin aku sudah menggembel di terminal Praha. Belum lagi udaranya yang dingin, ditambah tidak ada tempat tidur yang kondusif. Memang rezekilah kalau tidak udah salah tanggal, tidur di jalanan pula!

"Sorry Jacub, my mistakes wrong departure date", 
kataku sambil menahan malu
Praha

Akhirnya kami malah kembali ke apartemen Jacub. Gara-gara aku dia harus tidur jam 12 malam padahal esok harinya dia harus bekerja. Agak menyusahkan sih rasanya, tapi dia malahan merasa kasihan melihatku yang salah tanggal. Akhirnya aku kembali tidur lagi di tempat si Jacub untuk hari terakhir.

Praha, 9 April 2017

Pagi-pagi Jacub mengajakku makan kebab sebelum dia ke kantor. Memang selama di Eropa makanan yang sering aku makan itu adalah tak jauh-jauh dari kebab, masakan india, atau roti. Nah bersama Jacub kami ke penjual kebab yang rupanya orang Turkey. Dengan sok-sokan aku mengucapkan “teşekkürler” yang dalam bahasa Turkey “terimakasih”. Eh si penjaga bingung, ternyata dia memang orang Turkey tapi sudah lama di Praha sehingga aku jadi malu. Malu karena sok-sokan nguncapin basaha Turkey eh orangnya kagak ngerti eh malah dijawab “Děkuji!” dalam Bahasa Ceko.

Mak anakmu menahann malu!!

Setelah makan kebab, si Jacub bekerja dan aku kembali ke penginapannya. Gegara salah tanggal aku tidak minat lagi untuk menjelajah Kota Praha. Cukup puas dengan melihat Old Town dan New Town Praha, kelilingnya udah puas. Alhasil di apartemen Jacub aku malah memilih video Call dengan Bang David. Dan sambil menyusun rencana perjalanan selanjutnya. Bisa dibilang santai!

Sorenya setelah si Jacub balik bekerja, dia mengajak untuk lari. Tapi aku malah tidak ikut mengingat udara yang dingin sehingga lagi-lagi aku di tempatnya. Seharian full di tempat Jacub sambil fokus dengan laptop.

Akhirnya pas malam barulah Jacub mengantarkanku ke terminal bus. Kali ini aku tidak salah tanggal lagi dan aku meninggalkan Kota Praha dengan host terbaik yang pernah aku temui.

Well, he is best friend and best host ever!

Pelajaran yang aku petik dari perjalanan Eropa terutama di Eropa Timur bahwa anggapan orang Eropa apathis itu tidak semua benar. Karena dimanapun kita, manusia selalu terbagi dua “baik” dan “buruk”. Tapi percayalah jika kiya beberbuat baik maka kebaikan kita akan dibalas oleh orang lain. Sehingga rajin-rajinlah berbuat baik kepada siapapun, nanti jika kamu melakukan perjalanan maka kamu akan ditolong oleh orang lain. 😉

Praha

Prague, 9 April 2017

08:00-09:00 Makan Kebab ditraktir Jacub

09:00-18:00 seharian di penginapan, di antar ke terminal

22:00-23:00 persiapan ke terminal

23:00-04:00 Perjalanan Prague-Vienna dengan Regio Jet

Tempat wisata yang didatangi pada hari-17 di Eropa

Terminal Budapest

Total pengeluaran pada hari-17 di Eropa = –

Tips Perjalanan di Praha

1. Banyak loh wisata Praha yang gratis tapi beberapa memang bayar seperti Prague Castle dan Dancing House. Buat yang mau hemat jalan-jalan maka masuklah wisata yang gratis. Misalnya photo di depan Praha

2. Lihatlah tanggal keberangkatan dengan seksama agar tidak kejadian seperti aku

3. Banyak tempat penginapan murah di Praha, jadi yang tidak terbiasa dengan CS maka bisa mencari di Old Town

4. Cerita ini hanya berdasarkan pengalamanku, maka belum tentu menjadi sama persis dengan pengalaman orang lain khususnya mendapatkan CS baik karena itu tergantung rezeki, tidak selamanya dapat host itu baik karena kadang kalanya ada yang amit-amit sampai menjengkelkan

Salam

Winny

3 Tempat Wisata Menarik di New Town Prague (Praha)


The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.”

By Michelangelo

Hello World!

Prague, 8 April 2017

Jika di hari pertama di Praha aku dan hostku bernama Jacub lebih menjelajah Old Town Prague (Praha) maka di hari kedua di Praha (Prague), kami lebih menjelajah New Town Prague (Praha). Padahal niat awalnya sih klise hanya ingin ke stasiun untuk membeli tiket kereta dari Vienna ke Budapest. Tapi karena tujuan stasiun ada di New Town Prague dan aku nginapnya di Old Town Prague alhasil ada kesempatan untuk mengunjungi New Town Praha. Selain itu aku juga ingin mencari penutup untuk lensa kameraku karena satu kendala ketika berada di Eropa yaitu tutup lensa kameraku hilang, alhasil kameraku tidak memiliki penutup lensa. Untungnya Jacub tahu dimana membeli penutup lensa camera di Praha. Bisa dibilang sekali mendayung dua Pulau terlampaui. Beli tiket ke tujuan negara berikutnya ke Eropa ditambah penutup lensa.

Praha

Dari rumah Jacub di area Malovanka, kami berjalan kaki menuju stasiun terdekat. Ada yang menarik dari jalan kaki menuju terminal stasiun, yaitu ternyata di Praha aku melihat beberapa orang yang tinggal di jalanan. Jadi anggapan kalau tuna wisma hanya ada di negara berkembang tidaklah sepenuhnya benar karena di Eropa juga terdapat tuna wisma. Jujur saja aku agak naive karena dulu menganggap kalau di Eropa pasti tajir semua, gak ada pengamen apalagi tuna wisma. Ternyata itu salah, pun Eropa memiliki masalah hal yang sama dengan negara berkembang salah satunya masalah tuna wisma.

Praha

Selain mendapatkan tiket kereta, berkat bantuan Jacub membawa ke New Town Prague sehingga aku dapat mengunjungi 3 tempat wisata menarik di New Town Praha yaitu:

1. Wenceslas Square Prague

Wenceslas Square dalam Bahasa Czech “Václavské náměstí” yang dulunya terkenal dengan sebutan Koňský (Horse Market). Wenceslas Square di Praha (Prague) merupakan lapangan yang sering digunakan untuk acara besar misalnya jika ada demonstrasi, perayaan bahkan sampai dengan gathering dan perayaan lainnya di Praha. Wenceslas Square di Praha (Prague) ini juga merupakan pusat pembelanjaan, club, bar, hotel, apartemen hingga restaurant atau sekedar tempat kumpul dan hang out. Bahkan ada beberapa yang mengajak berjumpa di Wenceslas Square padahal aku juga gak tahu dimana itu Wenceslas Square hingga akhirnya Jacub membawaku itupun karena beli tiket.

New Town Prague

Selama berada di Wenceslas Square di Praha aku mendapatkan beberapa kejutan. Yang paling aku suka ketika ada bazar, dimana dalam bazar menjajakan aneka kulineran di sepanjang jalan. Mirip kios kecil dari kayu kemudian  makanan di depannya, mirip pasar dadakan namun versi elit. Hanya saja aku tidak mencoba makanannya.

Tidak hanya festival makanan yang menggiurkan di Wenceslas Square, kejuatan lainnya yang aku lihat ialah festival musik. Jadi setelah dari festival makanan,  mataku langsung tertuju kepada rombongan orang yang beramai-ramai mengelilingi sesuatu. Ternyata itu adalah pertunjukan musik/festival musik  yang dimana para seniman itu dengan sigap menghibur para pengunjung secara gratis. Penampilan mereka cukup apik baik dari pilihan musik dan alat musik yang dimainkan dan ada satu pemandunya. Penonton pun terpukau sehingga tak heran memberikan tepuk tangan meriah di akhir pertunjukan mereka termasuk aku sendiri ikut bertepuk tangan memberikan penghargaan. Memang acara musik sering diadakan di Wenceslas Square.

Demonstran di Wenceslas Square di Praha (Prague)

Selain pertunjukan di Wenceslas Square di Praha (Prague), aku juga melihat para demonstran. Demonstran ini melakukan aksi dengan diam membisu sambil memegang ayam mati di tangan mereka, baju mereka serba putih. Demonstran terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, mereka mematung diam seribu bahasa dengan formasi yang rapi. Aku sebenarnya tidak tahu apa yang mereka coba sampaikan karena hanya ada tulisan dengan Bahasa mereka di spanduk. Dari gambarnya sih aku pastikan mereka unjuk rasa tentang ayam mati.

Begitulah aku bisa melihat banyak hal di Wenceslas Square, tentu saja sisi lain dari Praha dalam 1 hari.

Wenceslas Square di Praha (Prague)

Tak jauh dari area Wenceslas Square,  kami  berjalan menuju pertokoan alat photograpi untuk mencari penutup  camereku. Waktu itu JAcublah yang berbicara dengan Bahasa Local, aku hanya ikut saja. Sebelumnya memang aku sudah sempat menukar uang ke Kc. Sehingga aku sudah ada uang untuk membeli tiket kereta ke Budapest dan penutup lensa.  Harga penutup lensa di Praha itu 82 Kc, memang tutupnya bukan asli tapi lumayan daripada tidak ada penutup sama sekali. Yang membuatku menahan senyum adalah tutup kamera itu “made in China“. Iya jauh-jauh beli tutup kamera di Praha eh ujung-ujungnya buatan China juga!

Bata di Prague

Oh ya satu lagi yang menarik di Praha dan masih dalam satu kawasan Wenceslas Square di Praha (Prague) yaitu aku sempat melihat toko BATA. Awalnya aku mengira kalau BATA itu produk Indonesia ternyata produk Cheko. Aku sempat sok-sokan mengatakan betapa bangganya aku ada produk Indonesia di Praha. Eh ternyata kata si Jacub Bata itu produk asli Praha. Terakhir aku malah minta photo di depan Toko Bata, kalau ini aku menganggap aku norak cuma mikiran yah Bata Versi Praha not to bad lah!

Keliling Kota Praha di hari kedua benar-benar berbeda dengan hari pertama. Jika hari pertama keliling Old Townya maka hari kedua New Town Prague. Bedanya di New Town nya lebih modern karena pusat perbelanjaannya jadi cocok buat yang suka shopping.

2. The Head of Franz Kafka Statue

Kafka Prague

Ketika mengunjungi salah satu mall di Praha, tepatnya di Guadrio Mall, New Town Praha lagi-lagi aku terkesima dengan karya seni modern. Aku terkesima pada sebuah kepala yang berbentuk mozaik berputar lama-lama membentuk wajah. Aku yang tidak pernah melihat mozaik berpuatar dengan teknologi seperti itu tiba-tiba terhenti dan terpesona dengan karya itu. Mozaik yang aku maksud terdiri dari balok stainless stell berbentuk rubik berputar dinamis kemudian membentuk kepala. Namanya adalah “Kafka”!

Bagi yang tidak tahu Kafka, ialah seorang novelis, cerpenis yang berpengaruh dari abad 20 dan lahir 3 Juli 1883 yang karyanya dapat memberi pengaruh terhadap karya sastra Barat. Karya yang terkenal nya adalah

suka dengan karya sastra dan filsafat, mungkin pernah mendengar sedikit banyak tentang Franz Kafka. Dia adalah seorang penulis yang karya-karyanya mampu memberi pengaruh besar terhadap karya sastra barat.  Die Verwandlung (Metamorfosis) dan novelnya yang belum diselesaikan Das Schloß (Kastil). Uniknya di Praha banyak sekali tersebar tentang Franz Kafka.

“Prague doesn’t let go. Of either of us. This old crone has claws. One has to yield, or else. We would have to set fire to it on two sides, at the Vyšehrad and at the Hradčany; then it would be possible for us to get away.”  -Kafka

Melihat patung itu berputar-putar membuatku berdiri ikut di kerumunan sambil menikmati kemodernan teknologi. Dalam hati ya “patung aja aku lihatin sampe segitunya”. Maklum orang kampung kak, melihat patung berputar-putar aja aku terheran-heran. Cemmanalah tak ada di kampung awak!

3. Dancing House

Dancing House

Tempat wisata menarik di New Town Praha cocok bagi mahasiswa Arsitektur adalah Dancing House yang dalam Bahasa Ceska “Tančící dům” karya Fred and Ginger. Dancing House ini berada di pinggir sungai Vltava berfungsi sebagai museum dan galeri seni. Di atas rooftop Dancing House terdapat cafe. Sayangnya aku hanya numpang lewat doang di depan Dancing House. Padahal keren juga ya smabil makan kopi dari atas sambil memandang indahnya sungai Vltava dengan Charles bridge dan Prague Castle. Tapi maklum, begpecker sih, jadi lihat dari luar saja udah bahagia.

Selain 3 tempat menarik di Praha, aku juga sempat berjalan menikmati pemandangan bangunan dan jalanan Kota Praha. Bagiku Kota yang berdiri sejak abad kesebelas sebagai ibukota Bohemia patutlah diperhitungkan jika berada di Eropa karena begitu banyak kejutan yang didapatkan, tidak hanya dari orangnya namun juga tempatnya.

Praha

Rincian Perjalanan dan Biaya Pengeluaran di Praha hari kedua

08:00-09:00 Jalan kaki Wenceslass Square

09:00-20:00 Menuju ke stasiun kereta, beli tutup camera 82 Kc beli tiket ke Vienna-Budapest 420 Kc (uang tiket kurang dikasih 10 Kc dari Jacub),  Jalan ke Dancing House.

Salam

Winny

 

 

9 Tempat Wisata Menarik di Praha (Prague), Republik Ceko


“Affection makes fools. Always, without exception, love digs a channel that’s sooner or later flooded by the briny water of despair.”
By Hartnett

Hello World!

Praha, 8 April 2017

Setelah menaiki Petrin Tower dengan tekat yang kuat, akhirnya aku dan Jacub berjalan kaki menuju Old Town Praha (Prague).

Baca juga pengalaman melawan phobia ketinggian dengan menaiki Petrin Tower.

Untuk menuju Old Town Praha, kami melewati jalanan yang menurun setidaknya menuruni anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Jarak dari petrin Tower ke Old Town Praha lumayan jauh tapi karena pemandangan Praha indah, pepohonan hijau, taman indah serta perbukitan cantik sehingga saat jalan kaki dengan jarak segitu tidak terasa. Apalagi letaknya berada di atas bukit, sejuk pula sehingga memandang Kota Praha dari titik tinggi di Praha menyenangkan. Asli pemandangannya sungguh indah sekali, warna khasnya “orange”. Tak hanya itu, kastilnya juga cakep dengan kontras warna hitam.

Dalam 1 hari, aku bisa mengelilingi wisata Praha (Prague) diantaranya:

1.Pražský hrad / Prague Castle

Pražský hrad / Prague Castle
Pražský hrad / Prague Castle

Penjaga di depan Pražský hrad / Prague Castle

Setelah turun dari perbukitan dengan pemandangan kece maka tempat pertama yang kami kunjungi adalah Prague Castle, dalam bahasa Ceko “Pražský hrad”. Serius ini gak tahu cara ngucapinnya dalam Bahasa Ceko namun pas nyampe di depan Prague Castle aku langsung lari kegirangan seperti bocah yang baru dapat uang. Inilah akibat gegara lihat salah film Indonesia yang mengambil tempat shooting di Praha jadi pas aku nyata berdiri di depan Prague Castle benar-benar gak nyangka bisa sampe di Praha.

Sisi samping Prague Castle begitu banyak turis sementara di gerbang Prague Castle terdapat penjaga/guard dengan prajurit berseragam. Beberapa turis berphoto dengan penjaga di depan Istana Praha. Sebenarnya istana Praha merupakan  tempat Presiden namun beberapa bagian dari Isatana boleh dikunjungi oleh turis dengan membayar tiket masuk, harganya variatif mulai dari 250 Kron sampai 350 Kron tergantung area mana yang hendak dikunjungi. Sayangnya aku tidak masuk sama sekali, maklum aku kan turis begpacker jadi nyari tempat wisatanya yang gratisan aja. Berphoto ama prajurit di depan Prague Castle aja cukup bahagia kok, aku kan gampangan, gampang bahagia 🙂

Cara ke Prague Castle (How to get Prague Castle)

1. Dengan tram No. 22 berhenti di Pražský hrad kemudian belok kiri dan jalan kaki 5 menit akan menemukan Courtyard of Prague Castle atau bisa juga dengan tram yang sama turun di Pohořelec turun dari Bukit kemudian menuju Hradčany square atau bisa juga turun di Královský letohrádek. Masih dengan tram no 22 kemudian melewati taman, dan Royal Summer Place kemudian jalan kaki 20 menit dari Prague Castle Riding School dan yang terakhir dengan tram yang sama turun di Malostranské náměstí belok ke jalan Zámecká kemudian 15 menit belok kiri ke Jalan Thunovská lalu menaiki tangga New Castle menuju ke Hradčanské square sampai ke depan Prague Castle.

2.Ke Pohořelec kemudian mengambil metro-line A (hijau) ke stasiun Malostranská, kemudian ikut tram No. 22, lalu 100 meter beleok kiri ke Old Castle Stairs dan mendaki ke pintu gerbang Na Opyši.

2.St Vitus Cathedral

Katedral St Vitus dalam Bahasa Czech (Ceko) “metropolitní katedrála svatého Víta, Václava a Vojtěcha” masih satu komplek dengan Prague Castle. Bangunannya unik dengan gaya Gothic, relief di dindingnya juga kece sedikit mirip dengan Katedral yang aku temui di German, Paris dan di Budapest. Katedral St Vitus merupakan peninggalan Roman Catolic berisi kuburan beberapa Raja Bohemian dan Roman. St Vitus ditemukan tahun 930, berfungsi menjadi Gereja di tahun 1344. Sama seperti Prague Castle, minat turis untuk masuk ke dalam St Vitus Cathedral Prague begitu banyak. Beberapa antri namun aku dan Jacub malah melanjutkan perjalanan ke tempat wisata Praha berikutnya.

Alamat Cathedral of Sts. Vitus, Wenceslas and Adalbert

Pražský hrad
III. nádvoří 48/2
119 01 Praha

3.Vineyard Prague

Salah satu tempat wisata di Praha (Prague) Republik Czech yang aku sukai adalah Vineyard Prague. Berupa taman dan bisa melihat sisi keindahan Praha. Selain itu gratis dan tanpa biaya. Maklum aku kan sukanya gratisan, terus pemandangan kecenya itu yang membuat tak sia-sia jauh-jauh ke Praha.

4.Karlův most – Charles Bridge – Ponte Carlo – Puente de Carlos

Warna memudar di Charles Bridge

Alasan kenapa aku jauh-jauh ke Praha dan memilih Republik Ceko sebagai tempat tujuan di Eropa Timur dalam trip backpacker 1 bulan di Eropa karena Charles Bridge.

Iya aku jauh-jauh ke Praha hanya demi sebuah jembatan bernama Charles Bridge yang merupakan jembatan tua diatas Sungai Vlatava.

Terus dari mana aku mengetahui Charles Bridge Praha?

Dari poster yang aku pajang di kamar sejak tinggal di Jakarta berisi daftar landmark terkenal di Eropa. Salah satunya Charles Bridge, sehingga dalam hatiku “suatu saat aku harus ke Charles Bridge”. Dan jujur saja aku hanya satu tahu tempat wisata di Praha itupun jembatan tok. Makanya pas di Jacub “what do want to do in Prague?”, jawabku “walking around Charles Bridge”. Tentu saja aku tahu dia tertawa mendengar jawabanku, karena siapa coba ke suatu negara hanya gegara jembatan.

That’s me!

Charles Bridge atau dalam Bahasa Czech “Karlův most”merupakan jembatan tua dengan berbagai patung di sisi kiri kanan. Charles Bridge membelah Praha dan menghubungkan antara Prague Castle dengan Old Town Prague. Sebagai Landamark Prague (Praha) tak heran begitu banyak turis nongkrong di jembatan. Bahkan waktu aku datang suasana pas hujan eh tetap masih rame juga. Mau nagmbil photo jembatan kosong kayaknya mustahil banget kecuali tengah malm kali.

Lucunya beberapa turis memegang patung yang ada di jembatan Charles, katanya membawa berkah dan bisa balik lagi ke Praha. Dari warna patung yang memudar, aku tahu pasti warna itu memudar saking banyaknya turis memegangi patung. Karena sebelumnya pernah mendengar cerita yang sama saat di Bremen, maka aku tak begitu kaget lagi.

"Winny, touch the statue", kata Jacub

Padahal jujur dalam hati males banget tapi karena disuruh dan aku anaknya seganan, yaudahlah ya aku sentuh juga.

5.Lenon Wall

Siapa yang penggemar John Lennon?

Maka Praha adalah surga bagi fans berat John Lennon karena salah satu wisata menarik di Praha itu adalah seni grafiti yang bernama John Lennon wall . Jadi bagi penggemar The Beatles bisa melihat sebuah tembok dengan panjang 20 meter berisi wajah John lennon hingga tulisan lirik lagu Beatles dan segala yang berhubungan dengan John Lennon ada di Patung. Uniknya dinding ini begitu banyak pengunjungnya dan beberapa dari mereka menggambar di dinding itu.

Aku sendiri kurang tahu kalau ada John Lennon Wall di Praha dan yang membuatku tertarik justru melihat turis yang rame-rame di depannya. Ibaratnya aku adalah turis yang meilhat turis melihat dinding di Praha. Kan hebat gitu dinding aja bisa sehits itu!

John Lennon Wall sendiri sudah ada sejak 1980. Lebih tua dari umurku 😀

Alamat John Lennon Wall

Velkopřevorské náměstí

100 00 Praha 1,

Prague, Republic of Czech

6.Old Town Square (Astronomial clock) 

Astronomical Clock Praha merupakan salah satu jam astronomi tertua di dunia sehingga tak heran menjadi tempat wisata menarik di Praha. Astronomical Clock Praha yang dibangun pada awal abda 15 memiliki atraksi menarik berupa boneka kayu yang berputar keluar dari jendela terbuka ketika jam berdentang. Astronomical Clock terdiri dari 3 komponen yaitu muka jam yang menunjukkan posisi matahari dan bulan di langit, kemudian mesin yang disebut “The Walk of the Apostles”, menunjukkan sosok apostle dan komponen terakhir berisi kalender yang menggambarkan bulan-bulan. Pengunjung bisa masuk ke puncak Astronomical Clock Praha  dengan membayar 4€, tapi aku tak masuk kak, karena di depannya aja udah cukup kok 😀

Sebagai  landmark kota Praha serta lokasi Astronomical Clock sangat strategis berada di pusat keramaian area kota tua sehingga tak heran banyak turis yang menunggu atraksi boneka. Jadi pengunjung sudah berkerumunan di depan jam apabila mendekati waktu berbunyi setiap 1 jam sekali. Padahal umur jam buatan Mikuláš Kadaňand dan Jan Šindel sudah ada sejak tahun 1410 tapi hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Keren ya bisa bertahan dan tak lekang oleh waktu (kayak judul lagu)?

Jam saja bisa bertahan, masa cinta tak abadi eaa 😀

7. Lalu lintas terkecil di Praha

Jalan Terkecil dengan Lampu lalu lintas

Salah satu hal membautku terkejut dengan Praha adalah sisi lalu lintas termini di Praha. Jadi ada sebuah gang kecil yang berisi lampu lalu lintas, dan lampu lintasnya itu benar-benar menyala. Gang ini sebenarnya jalan ke sebuah restauran di Praha cuma heran saja kok niat banget gitu buat lampu lalu lintas.

8. Mencoba Kuliner di Restauran Praha

Memang tak afdol rasanya jika tidak mencoba kuliner khas suatu tempat yang dikunjungi apalagi pas di Praha. Maka tempat wisata yang bisa dikunjungi di Praha adalah restaurannya. Kan keren juga sekali-kali makan di restauran walau aku juga kalau bayar sendiri masih mikir berkali-kali 🙂

Namun sayangnya karena kuliner khas Praha berupa daging mentah akhirnya aku tidak mencobanya malah mencoba makanan yang kata Jacub juga termasuk kuliner Praha juga. Sayangnya aku tidak tahu nama makan yang aku makan karena ke tempat ini ditraktir oleh si Jacub. Padahal rencana mau tarktir dia eh malah aku yang ditraktir karena udahlah dikasih tempat tinggal gratis, di bawa ke tempat wisatanya eh di traktir makan pula.

Beruntung banget ya dapat host super baik?

Kuliner Praha

9. Kelliling  Kota Praha dengan Jalan kaki 

Praha

Hal menarik lainnya yang dapat di lakukan di Praha adalah keliling Kotanya dengan jalan kaki. Karena selain hemat biaya transportasi dan bisa puas berhenti ke tempat yang menarik hari.

Selain dari daftar 9 tempat wisata di Praha masih banyak yang dapat dilakukan di Praha seperti ke Petrin Tower, ke Dancing House dan Wenceslass Square. Namun karena 8 tempat wisata yang aku kunjungi + 1 makan di restauran aku lakukan dalam 1 hari, maka ke 9 inilah yang aku anggap tempat menarik di praha (versiku ya).

Kalau ada yang bertanya sebaiknya berapa hari di Praha?

Tergantung apa yang mau lihat di Praha, 1 hari di Praha cukup untuk menjelajah tempat wisatanya namun kurang puas karena banyak yang bisa dilakukan di Praha. Kalau mau lebih puas minimal 2 hari di Praha. Selain itu biaya hidupnya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan Eropa Barat.

Rincian Biaya ala backpacker di Prague (Praha)

03:00-04:00 Sampai di Terminal bus Praha, dijemput host Praha dengan mobilnya terus dikasih teh pas 3 pagi.

04:00-06:00 Istirahat

06:00-08:00 Sarapan pagi

08:00-09:00 Jalan kaki melewati Stadion Stadium terus ke University dormitories, naik ke Petrin Towet (mirip Eiffel, Eiffelnya Prague) dengan harga 3000 Kc/2 orang dan ditraktir Hostnya.

10:00-18:00 Keliling Kota Praha/Prague. Jalan kaki Prague Castle, St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock). Gantungan kunci 2 Euro, ditraktir makan ama teman Host 477 Kc/2 orang, nukar uang 10 GBP = 566 Kc.

18:00-22:00 Kembali ke penginapan terus istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-15 di Eropa

Prague Castle,  St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock)

Total biaya pengeluaran pada hari-15 di Eropa  = 2 Euro

Salam

Winny

Eiffel Praha dan Pria Baik Hati Czech Republik


Maybe that isn’t so bad. You can’t love anyone that way more than once in a lifetime. It’s too hard and it hurts too much when it ends. The first boy is always the hardest to get over

By Dessen

Hello World!

Prague, 7 April 2017

Menaklukkan Eropa secara backpacker  selama satu bulan tidak lah semudah yang dibayangkan apalagi dengan uang terbatas. Namun aku cukup beruntung karena aku memiliki teman yang banyak membantuku. Salah satunya Ade Putra, aku langsung nitip dibeliin tiket bus dari Bremen ke Praha dengan kartu kreditnya. Maklum, aku tidak memiliki kartu kredit sehingga menjadi kendala tersendiri apalagi jika system pembelian tiket bus dengan CC alias Credit Card. Harga tiket bus dari Bremen ke Praha 20 Euro, dan belinya dadakan saat aku masih di Edinburgh. Padahal kalau beli jauh-jauh hari bisa lebih murah namun karena trip Eropa tanpa rencana perjalanan matang, akhirnya sedikit kendala saat memesan bis antara negara di Eropa. Berkat Ade maka aku memiliki tiket bus ke Praha.

Di Praha sendiri aku sudah menemukan host dari CS (Couchsurfing) bernama Jacub. Bahkan meski kedatangan bis ku di Praha (Prague) jam 3 pagi tidak masalah baginya. Sehingga aku merasa tertolong sekali, ditambah dua teman baruku Victoria dan Frank saat di Bremen yang dengan baik hati mengantarkanku di terminal Bus Bremen jam 1 siang. Bus yang aku tumpangi dari Bremen ke Praha adalah flixbus. Dalam bus lumayan nyaman lengkap dengan internet kencang, sayangnya kalau mau minum harus bayar.

Katanya Flixbus yang paling murah di Eropa, jawabnnya tergantung promo dan kapan belinya karena di Eropa banyak loh bus murah antar lintas negara Eropa, sehingga tidaklah terlalu sulit membeli tiket antar negara. Malahan yang susah adalah mencari tiket bus ke Kosovo dari Budapest.

Selebihnya aman terkendali.

Saat di terminal Bus Bremen, saat menunggu bus aku sempatkan membeli tiket ke negara setelah Czech Republic yaitu Austria. Itupun karena sudah mendapatkan host juga di Vienna padahal aku masih belum ada clue ngapain dan mau apa di Vienna. Intinya kakiku melangkah ke negara yang mau memungut. Mau lihat apa disana urusan belakangan.

Setelah mendapatkan tiket bus dari Praha ke Vienna, aku belum memutuskan ke Negara mana di Eropa setelahnya. Yang penting jalan dulu dari Bremen ke Praha kemudian habis Praha ada tujuan ke Vienna. Nanti kemana? Mikirnya nanti saja!

Dalam perjalanan Bremen-Praha tak kalah serunya karena kami melewati daratan German mulai dari Hamburgh bahkan di tengah jalan aku melihat Stendal. Karena hampir saja aku mengunjungi Stendal karena ada teman disana. Sayang gak jadi ke Stendal, boro-boro Stendal ke Berlin saja gak jadi.  Terus  pas malam hari di tengah perjalanan Bremen-Praha, aku terbangun sekitar jam 11 malam kemudian perhatianku tertuju pada Kota Tua yang kami lewati dan jujur saja aku tak tahu apa nama daerah itu,  yang pasti daerah itu merupakan Kota tua dan antik. Andai aku tahu nama tempatnya, dipastikan aku akan bilang ke supir bis “sir, I want to stop here”. Untung gak tahu, kalau tidak ide gila impulsiveku bisa kejadian. Sementara hostku di Praha sudah siap-siap akan menjemputku di jam 3 pagi.

 

Area Petrin Tower (Rozhledna)

Sesampai di Praha jam 3 pagi, aku mengambil tas 15 kg dari bus. Kemudian aku mencari jemputan dari hostku. Untungnya Jacub bangun pas jam 3 pagi ketika aku mengirim pesan mengatakan aku sudah berada di terminal bus Bandara. Saat menunggu Jacub jam 3 pagi itu sungguh aku merasa seperti anak ayam ilang induknya. Bersyukurnya lagi aku bisa menghubungi hostku berkat bantuan wifi gratisan di terminal bus Praha. Maklum anaknya gratisan, jadi selama di Eropa untuk menghubungi orang juga pakai internet gratisan. Kalau dipiki-pikir kok bisalah ya aku berani kali nunggu orang lain yang dikenal juga jam 3 pagi di negeri orang yang jauh dari kampungku Sidimpuan sana.

Saat menunggu si kawan itupun rasanya setengah ketakutan juga. Kelihatan tegar padahal dalam hati “mak takut”. Aku menunggu sekitar 20 menit saja di bangku di terminal dalam keadaan udara yang super dingin. Saking dinginnya tanganku seperti mati rasa. Aku masih ingat aku duduk dekan salah satu restaurna fast food dengan mengambil selimut saking dinginnya, mirip gembel bah!

Lagi-lagi aku beruntung karena host Praha bernama Jacub datang dan mengetahui keberadaanku, langsung aku dipungut olehnya. Melihat dia datang menjemput seperti melihat sosok Malaikat (ini agak lebay sih tapi aslinya emang orangnya baik banget) yang membantu, datang di saat yang tepat, 

Kemudian jam 3.30 pagi dia mengajakku ke apartemennya dengan mobilnya yang diparkir tak jauh dari terminal bus Praha. Apartemen Jacub ke Teminal bus tak begitu jauh hanya sekitar 20 menit saja.

Sesampai di apartemannya aku dikasih teh hangat, kemudian dia menyuruhku untuk istirahat. Tempat tidurku di dapurnya yang terdiri dari matras, lumayan nyaman apalagi gratisan ya. Kemudian di lemari esnya aku membaca banyak sekali yang mengirim ucapan terimakasih kepadanya dari CS juga yang pernah dia beri tumpangan. Tak salah aku mendapatkan host kali ini, karena benar-benar baik hati.

Aku benar-bener beruntung mendapatkan host super baik sekali!

Menuju ke Petrin Tower (Rozhledna)

Jam 4 pagilah aku istirahat dan kemudian bangun jam 8 pagi. Saat bangun jam 8 pagi, ternyata hostku sudah menyediakan roti buatku. Ini mah baiknya gak tanggung-tanggung ya! Udahlah aku merepotkan, dikasih tempat tinggal gratis eh dikasih makan lagi.

Setelah selesai sarapan, kami menuju ke tempat yang kata Jacub adalah Eiffel nya Praha. Eiffel ala Prague (Praha) disebut Petřín Tower. Untuk menuju ke Petřín Tower kami berjalan kaki melewati sebuah asrama dan gedung olah raga di Praha. Cuaca pagi itu agak mendung dan agak dingin, padahal udah memakai jaket hasil pinjaman milik Jacub. Rasa dingin hilang ketika berjalan kaki sambil menuju ke Petřín Tower. Kami berjalan kaki sekitar 30 menit saja dari apartemennya si Jacub. Kemudian benar saja dari kejauhan, Petřín Tower terlihat mirip Eiffel.

Petřín Tower memiliki tinggi 63,5 meter dibangun tahun 1891 yang dulunya digunakan sebagai tower observasi. Sekarang Petřín Tower atau sering disebut dalam Bahasa Czech “Petřínská Rozhledna” berubah menjadi tempat wisata bagi turis. Padahal kalau bukan berkat Jacub aku tidak akan tahu kalau di Praha ada Petřín Tower mirip Eiffel, Paris. Jadi itulah gunanya bertemu dengan warga lokal, mereka sering memberikan kejutan tempat wisata di daerahnya. Jujur aku agak surprise ketika mengetahui ada juga versi Eiffel ala Praha, yah lumayan nambah daftar wisata Praha yang aku kunjungi.

Untuk masuk ke dalam Petřín Tower (Eiffelnya Prague) harus membayar tiket masuk sebesar 15.000 Kc. Pas mau bayar aku agak kebingunan karena uang yang aku punya dalam bentuk Euro sementara mata uang yang di pakai adalah Mata Uang Ceko. Eh tanpa disangka malah dibayarin Jacub untuk tiket naik ke atas Petřín Tower dengan harga 3000 Kc/2 orang. Super duper baik kali kan ya si Jacub ini?

Disini aku mulai gak enak hati karena saking baiknya!Kawasan Petřínská Rozhlednax

Prague

Setelah mendapatkan tiket masuk ke dalam Petřín Tower, Jacub mengajakku naik ke puncak Petřín Tower. Padahal dia gak tahu kalau aku takut ketinggian.

"Jacub, im phobia with high place", kataku kepada hostku
"Dont scare, its not really high", katanya mencoba menyemangati

Akhirnya dengan deg-deg an serta kenekatan aku mencoba melawan rasa takut. Bahkan aku tak berani melihat kebawah saking takutnya, karena memang tangganya dari baja melengkung sehingga terlihat jelas ke bawah. Saat naik melewati tangga baja semakin ke atas semakin mulai tinggi, ketakutanku ternyata tidak dapat di tutupi. Asli kakiku gemeter bahkan kalau bisa rangkak aku merangkak dah di tangga Tower ini.

Hostku saja sampe kasihan lalu dengan sabar menunggu diriku yang hampir menyerah di tengah jalan. Hampir saja aku turun namun mengingat tiket dibeliin orang akhirnya aku berusaha melawan ketakutan. Belum lagi angin kencang membuatu kebelet, udahlah takut sesak ke kamar mandi pula.  Solusi agar sampai puncak tanpa naik tangga dengan naik lift, tapi kan aku cukup tahu diri ya, uang Ceko gak punya, masak mau minta dibayarin naik lift. Masuk ke Petřín Tower aja dibayarin, yang ada ntar aku di tendang turun ke bawah ahhaha 😀

Dengan melawan rasa takut akhirnya aku sampai di Puncak Petřín Tower.

"Horee, i made it", kataku

Tak sia-sia memang perjuangan ke atas Petřín Tower, karena pemandangan Praha dari atas kelihatan menakjubkan. Serba orange bahkan dari jauh kelihatan jembatan Praha yang fenomenal. Ditambah suasa agak mendung semakin menambah kece Kota Praha dari atas.

Nah pas saat di puncak Petřín Tower, kami  bertemu dengan dua mahasiswa Indonesia. Mendengar mereka berbahasa Indonesia langsung aku sapa, dan bahagia sekali bertemu dengan orang Indonesia pas di Praha. Mereka sempat mengira aku tinggal di Praha namun ketika aku mengatakan hanya jalan-jalan saja mereka sepertinya terheran-heran. Jangankan mereka, aku aja kadang masih terheran dengan diri sendiri bisa sampai di Praha.

Mak anakmu kakinya panjang kali!!

Aku sempat berbincang dengan mereka dan dalam hatiku “betapa beruntungnya mereka dapat merasakan kuliah di Eropa dan betapa beruntungnya aku juga karena dapat menginjakkan kaki di Eropa dengan biaya minim”. Terakhirnya kami malah berempat berphoto di Petřín Tower. Dan rasanya senang sekali, senang bertemu dengan sesama orang Indonesia, dan senang dapat host baik dan yang tak kalah penting senang dapat hratisan 😀

Sebut saja, lucky charm 🙂

Praha

Rincian Biaya di Praha, Hungaria

03:00-04:00 Sampai di Terminal bus Praha, dijemput host Praha dengan mobilnya terus dikasih teh pas 3 pagi.

04:00-06:00 Istirahat

06:00-08:00 Sarapan pagi

08:00-09:00 Jalan kaki melewati Stadion Stadium terus ke University dormitories, naik ke Petrin Tower (mirip Eiffel, Eiffelnya Prague) dengan harga 3000 Kc/2 orang dan ditraktir Hostnya.

10:00-18:00 Keliling Kota Praha/Prague. Jalan kaki Prague Castle, St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock). Gantungan kunci 2 Euro, ditraktir makan ama teman Host 477 Kc/2 orang, nukar uang 10 GBP = 566 Kc.

18:00-22:00 Kembali ke penginapan terus istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-15 di Eropa

Prague Castle,  St Vitus Cathedral, Vine yard, Lenon Wall, Charles Bridge, Old Town Square (Astronomial clock)

Total biaya pengeluaran pada hari-15 di Eropa  = 2 Euro

Salam

Winny

Keliling ke 4 Wisata Kota Tua Bremen, German


Love is a strange emotion. It is ever evolving. Lust is transient. With time, one realizes that love and togetherness are two different things. Very few people are lucky enough to experience the two emotions simultaneously.

By Randeep Hooda

Hello World!

Bremen, April 2017

Terkadang apa yang di harapkan belum tentu kejadian, meski sudah berangan-angan indah. Sama halnya dengan rencana perjalananku ke Irlandia harus rela aku ikhlaskan mengingat tiket Edinburgh-Irlandia memag murah namun dari Irlandia ke negara Eropa manapun sungguh mahal. Padahal VISA IRLANDIA sudah ditangan namun aku harus membatalkan rencana ke Irlandia karena berat di ongkos. Ujung-ujungnya aku mencari tiket pesawat dari Edinburgh yang termurah dan itu jatuh ke BREMEN dengan harga tiket pesawat 50 Euro. Beginilah konsekuensi membeli tiket pesawat dadakan dan tanpa fixed rincian perjalanan/itinerary, namun enaknya aku bisa lebih fleksibel menikmati perjalananku. Misalnya suka suatu daerah, agak lamaan juga gak masalah.

Saat memutuskan membeli tiket ke Bremen tidaklah terlalu mengecewakan karena selain sudah mendapatkan host dadakan di Bremen, aku juga dapat menikmati sisi lain dari German.

Coba bayangkan siapa coba yang ke Bremen padahal baru pertama kali ke German? Dimana-mana bisanya kan orang ke Ibukota negaranya ke BERLIN, eh malah anti mainstream ke Bremen :).

Walau jujur saja awalnya aku ingin ke Berlin eh dengan impuslfi malah ke Bremen. Namun mengunjungi Bremen merupakan pengalaman yang menyenangkan dan lumayan seru buatku.

Bahkan pas pertama kali menginjakkan kaki di Bremen tepatnya saat di Imigrasi, keramahtamaan orang German langsung terasa. Maklum kesan orang mengenai German kan agak-agak, namun benar kata pepatah “don’t judge by its cover”. Ternyata orang German itu ramah dan baik loh! Petugas imigrasinya super ramah serta dari mimiknya kelihatan antara percaya dan gak percaya kok bisalah seorang cewek jalan sendirian ke Bremen

"Wow, from Indonesia!! Welcome to German", kata petugasnya
"Danke", kataku sambil disambut tawa darinya.

Belum lagi pas diluar, hostku sudah menjemput menuju ke apartemennya dengan menggunakan tram. Lucunya pas bayar tram aku heran tidak ada satupun yang bayar alhasil aku hanya memberikan uang kepada hostku untuk tiket tram.

Sesampai di apartemennya aku berkenalan dengan sesama surfer bernama Victoria dari Polandia. Sayangnya dia tidak ikut gabung dengan kami ketika keliling Kota Bremen pada malam hari. Tapi di hari kedua si Victoria malah mengantarkanku ke terminal bus.

 

Saat keliling Kota Bremen, hostku bernama Daniel dengan sigapnya mengantarku ke tempat-tempat iconic Bremen. Semua tempat kami kunjungi dengan jalan kakis etelah makan di restaurant Vietnam. Untuk Kota tua Bremen sendiri memang bisa di jelajah 3-5 jam.

PS : Host itu adalah sebutan untuk orang yang menjadi tuan rumah karena aku menggunakan CS saat di German sehingga tidak membayar biaya penginapan. Kata lain, numpang di rumah orang asing.

Tempat wisata yang kami kunjungi di Bremen pada malam hari antaranya

1.Balai Kota

Saat kami mengunjungi Balai Kota (Rathaus) pada malam hari, kesan dari bangunannya itu amat antic dengan gaya Renaisans. Bangunannya dibangun tahun 1405-1410 dan sangat indah, sehingga berada di Kota tua Bremen bak berada di cerita dongeng.

2.Patung Roland

Bremen

Patung Roland atau penjaga Kota tepat berada di lapangan pusat Bremen. Patung Roland merupakan lambang Kota Bremen dan sudah ada sejak tahun 1404. Balai Kota (Rathaus) dan Patung Roland merupakan warisan budaya UNESCO. Patung Roland sendiri merupakan seorang ksatria yang berperang di bawah Kaisar Karel Agung dan merupakan symbol kebebasan dan perdagangan. Tinggi Patung Roland 5,47 meter dengan perisai Kota Bremen di dadanya. Sekelilingnya dipagari, dan paling nyentrik patungnya karena lumayan tinggi.

3. Dome St. Petri

Bremen

Tak jauh dari Rathaus terdapat sebuah bangunan dengan gaya gothic dengan dua menara kembar. Monumen itu bernama Dome St. Petri yang sudah ada sejak abad 11. Kerennya lagi jaraknya dekat-dekatan sehingga dalam satu perjalanan dapat mengunjungi beberapa wisata Kota Tua Bremen.

4. Schütting

Bremen

Sebuah Gedung bernama Schütting di Bremen memiliki rumus untuk menang. Di bagian depan Schütting ada tulisan “buten un binnen wagen un winnen” yang artinya di dalam dan di luar, ambil risiko dan menang. Sejak 1899 gedung ini sudah membuat rumusan untuk menang dan dulu menjadi tempat pebisnis selama 600 tahun.

Keren ya bangunannya masih ada hingga kini! Itulah hal yang aku suka dari perjalanan, sering mendapatkan hal tak terduga.

5. Patung Bremer Stadtmusikanten

Bremen

Katanya tidak sah ke Bremen kalau tidak mengunjungi Stadtmusikanten (Pemusik Kota Bremen) karena merupakan salah satu simbol utama kota Bremen. Patungnya kecil dan terletak di tengah Centrum Bremen dengan dekat St. Petri Dom Bremen.

"Touch the them Winny, once you touched it you will come back to Bremen", 
kata hostku

Kemudian aku yang tak tahu menahu tentang Patung Stadtmusikanten yang terdiri dari Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago memegang kaki si keledai karena katanya bisa balik lagi ke BREMEN. Percaya tak percaya, dengan polosnya aku memegang kaki si keledai. Yah kali aja suatu saat bisa balik lagi ke Bremen, ngarep banget 😀

Warna kaki si keledai sampai pudar saking banyaknya orang yang memegang kakinya karena kepercayaan akan balik lagi ke Bremen jika menyentuk kakinya.

Menariknya ada kisah dari 4 patung Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago atau disebut Patung Stadtmusikanten. Patung Stadmusikanten Bremen dibuat dari dongeng Grim bersaudara yang menceritakan Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago yang tidak disayang pemiliknya. Sang keledai bertahun-tahun bekerja keras mengangkat barang menuju penggilingan. Namun karena keledai mulai kehabisan tenaga, sang pemilik ingin menyingkirkan keledai. Kemudian keledai tahu niat tidak baik dari pemiliknya, keledai pergi menuju ke Bremen mencari keberuntungan. Keledai ingin menjadi pemain music di Bremen. Dalam perjalanan, Keledai bertemu dengan seekor anjing tua. Bernasib sama, sama-sama tidak diigninkan pemiliknya, keledai mengajak anjing tua ke Bremen. Setelah berdua menuju ke Bremen, mereka lalu bertemu dengan seekor kucing yang bersedih hati kemudian mereka mengajaknya juga. Terakhir mereka bertemu dengan seekor ayam jago yang hedak dijadikan sup oleh majikannya sehingga sang ayam melarikan diri. Akhirnya Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago menuju Bremen.

Sesampai di Bremen mereka melihat rumah penyamun dan dengan trik berhasil mengusir penyamun. Rumah itu kemudian menjadi milik mereka. Di rumah itulah mereka bermain music dan menjadi terkenal.

Bremen

Mengunjungi Kota Tua Bremen aku mendapat banyak pelajaran, terutama tentang Kisah Stadtmusikanten bahwa mimpi itu bisa menjadi nyata asalkan tidak pernah menyerah untuk mencapainya. Dan aku sangat beruntung, beruntung  seperti Stadtmusikanten, aku dapat menginjakkan kaki di Bremen, Kota yang dari SD sudah memiliki potitioning dibenakku sebagai “kota perdagangan tembakau dunia”.

Rincian dan Biaya Perjalanan Bremen

Bremen, 5 April 2017

08:00-09:00 Persiapan ke Bremen

09:00-10:00 Jalan kaki dari Easter Road ke terminal Bus

10:00-12:00 Naik bus ke Bandara Edinburgh £4,5

12:00-17:00 Perjalanan Edinburgh-Bremen dengan pesawat

17:00-18:00 Dijemput host Bremen naik tram 2,75 Euro

18:00-19:00 Makan wat pho, mie khas Vietnam 8 Euro

19:00-22:00 Keliling Kota Bremen pada malam hari

22:00-07:00 Kembali ke penginapan dan istirahat

Tempat wisata yang didatangi pada hari-13 di Eropa:

Old Town Bremen, dermaga hingga menelusuri Legenda Bremen

Total Biaya pada hari-13 di Eropa = £4,5 + 2,75 Euro + 8 Euro = £4,5 + 10,75 Euro

Salam

Winny