Sunset di Mandalay U Bein Bridge


“The future for me is already a thing of the past –
You were my first love and you will be my last”
― Bob Dylan―

Hello World!

Mandalay, Februari 2017

Terkadang harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Sama halnya dengan saat jalan-jalan, banyak sekali hal yang terlihat indah di photo pas kenyataannya belum tentu seindah itu. Begitu paling tidak pengalamanku bersama Ade ke Mandalay, Myanmar. Sayangnya untuk saat ini di Myanmar sedang tidak kondusif dengan masalah Rohignya.

Nah pas mengunjungi Myanmar bulan Februari lalu, salah satu tempat yang ingin kami kunjungi adalah U Bein Bridge, Mandalay. Sebelumnya kami sudah mendapatkan sunrise di Mandalay Hill, sehingga agenda perjalanan kami lainnya adalah melihat sunset di Mandalay tepatnya di U Bein Bridge.

Aku sendiri tidak tahu kalau U Bein Bridge itu menarik, semua rincian rencana perjalanan dibuat oleh Ade, aku dan Melisa hanya ikut saja. Sayangnya karena keterbatasan waktu Melisa hanya sampai di Bagan saja dan lebih memilih ke INLE daripada ke Mandalay. Dari baca pengalaman orang ada yang merekomendasikan ke Inle daripada Mandalay tapi ada juga yang merekomendasikan ke Mandalay daripada Inle. Kalau dari pengalamanku lebih memilih Inle karena di Mandalay agak biasa bila dibandingkan dengan Inle.

U Bein Bridge, Mandalay

Untuk sampai ke U Bein Bridge, Mandalay kami menggunakan peta offline yang sudah kami download. Serta sepeda motor yang kami sewa sejak subuh. Suasana Mandalay agak memprihatinkan apalagi  pas diperjalanan banyak sampah yang kami lihat. Bahkan penduduk banyak sekali tinggal di area kumuh. Belum lagi ke U Bein Bridge itu penuh tantangan karena aku yang tidak bisa membaca peta dan membedakan arah “kiri” dan “kanan”. Nyasar sudah menjadi santapanku bersama Ade sehingga tak heran sempat membuatnya agak tensi ketika salah arah. Tapi disitu letak dari seni perjalanan itu, menyatu dengan daerah tersebut dan siap-siap untuk nyasar.

Sesampai di U Bein Bridge, motor kami parkirkan dan kami melihat hamparan jembatan kayu biasa. Padahal aku paling takut dengan jembatan kayu, parno kalau tiba-tiba jatuh kebawah.

"Yah nya, jelek amat jembatannya, padahal di photo cakep banget, kata Ade"

Kata Ade benar adanya karena yang kami lihat itu menurutku biasa saja. Sampai aku heran kok bisa ramai orang ke U Bein Bridge, Mandalay.

U Bein Bridge
Yah de, kita jauh-jauh kesini cuma lihat begini doang kataku sedikit kecewa

Namun disisi lain penasaran kenapa begitu banyak orang yang menunggu matahari tenggelam di sepanjang jembatan. Lalu mengobati rasa kecewa kamipun berjalan hingga ke ujung jembatan sambil duduk manis disebuah warung di dalam jembatan. Paling tidak U Bein Bridge di Mandalay sekitar 1-2 km dan dibangun dari tahun 1850 serta berada di Danau Taungthaman area Amarapura, Mandalay Myanmar.

Menariknya sepanjang duduk mengamati aktivitas warga lokal dan turis yang mayoritas bule, kami disangka seperti orang lokal Myanmar. Selain itu beberapa biksu lewat dari jembatan. Sayangnya pas di area Danau banyak sekali sampah. Memang aku dan Ade sangat cepat sampai di Mandalay namun sisi baiknya kami bisa mengamati dan menikmati pemandangan sekitar.

U-Bein Bridge in Amarapura, Myanmar (Burma)

Yang menarik dari U-Bein Bridge ketika hendak sunset tiba. Beberapa kapal nelayan berada di sepanjang Danau yang kebetulan airnya susut serta pemandangan orang-orang yang berdiri di jembatan.

Epic!

Nya, ternyata ini gambar persis yang akiu lihat di Gambar, kata Ade

Dan benar seketika senja mulai turun, pemandangan sekitar yang terlihat biasa dan agak kumuh berubah menjadi senja orange indah. Belum lagi efek orang sekitar membuatnya menjadi keren. Sedikit mengurangi rasa kecewa kami akan pemandangan biasa mengingat cara kami U-Bein Bridge penuh perjuangan. Bahkan aku dan Ade sampai turun demi mencari dimana letak titik terbaik dari sunset di U-Bein Bridge, Mandalay. Belum lagi melihat beberapa turis yang duduk santai di bangku sekitar Danau sambil berekreasi hingga lupa akan sampah disekitarnya. Memang tidak ada yang sia-sia dari suatu perjuangan 🙂

U-Bein Bridge

Menurutku sunrise dan sunset di Mandalay sangat efik dan agak jahil. Suka menjahili kami dengan pikiran sempit kami. Seperti ketika mengira tidak melihat sunrise di Mandalay Hill ternyata kami melihat juga serta pas di U-Bein Bridge Mandalay yang awalnya mengira biasa saja eh rupanya pas sunset sangat indah. Tak heran sih banyak warung di bawah jembatan dan beberapa photorapher dari mancanegara berburu sunset di U-Bein Bridge.

Tak lama-lama saat sunset di Mandalay, namun lumayan keren hasilnya. Paling tidak penasaran kenapa begitu banyak orang mengunjungi U-Bein Bridge, Mandalay terjawab sendiri.

“Tunggu saat sunset, disitu letak keindahannya”.

Akhirnya misiku dan Ade berhasil, walau hanya bagus di photo, tapi ada sisi lain yang kami lihat bahwa Mandalay memiliki sisi “kumuh”.

Salam

Winny

Iklan