Pengalaman Menggunakan Couchsurfing

Borobudur

Life is 10% what happens to you and 90% how you react to it.

By Charles R. Swindoll

topkapi-palace-turkey

Hello World!
Cilegon, Januari 2017

"Are you sure you have never heard about CS before?",
 tanyanya dengan muka tak percaya.
 How come do you call your self as traveller when you pay everything",
 lanjutnya semakin menggebu-gebu
 Er, what is Cs about? tanyaku seolah tidak memperdulikan pertanyaanya
 "CS is couchsurfing, Winny, its a website that you can use for seeking host 
or traveller", tegasnya.

Begitulah percakapan singkat dengan turis asal Francis yang baru aku kenal di tahun 2013 ketika selesai menghadiri ACARA WAISAK di BOROBUDUR. Karena malam yang larut tepatnya jam 12 malam dan rintik hujan datang, aku dan Yesi tidak sengaja bercakapan dengan seorang pemuda beserta adik dan sepupunya yang berujung mengajak kami naik dengan mobilnya karena tujuan kami sama yaitu Yogyakarta. Kalau bukan dengan bantuannya pastilah perjalanan kami luntang lantung karena kami tidak tahu caranya ke Yogyakarta jam 12 malam, untuk jalan kaki juga terlalu naif karena bisa berkisar 15 km dari Gang jalan sehingga pria asal Kebumen inilah bak Malaikat penolong kami. Tidak hanya itu, dia juga memungut pria asal Francis yang berjalan sendiri melewati hujan rintik.
Kami sesama orang yang dipungut akhirnya berakhir dengan percakapan mengenai Situs CS.

Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta

Sejak pertemuan itulah aku mulai mengikuti gabung dengan situs Couchsurfing.

Apa itu Couchsurfing?

CS adalah singkatan dari Couchsurfing jadi semacam situs jejaring sosial untuk para pejalan yang berupa hospitality exchange dimana situs ini menyediakan akomodasi inap yang tersedia berdasarkan anggota jika ingin menjamu (host) kamu jadi sebagaiejalan bisa mendapatkan tempat tinggal gratis di suatu tempat.

Meski aku sudah daftar CS di tahun 2013, namun aku bukan anggota aktif di CS. Hanya saja di awal aku pernah sekali dua kali ikut monthly gathering Jakarta.  Pertama kali ikut CS saat monthly gathering di Pantai Indah Kapuk tepatnya di Mangroove Jakarta, jadi lumayan menambah teman dan lebih mengenal daerah Jakarta. Sayang karena sibuk ngelayap sehingga aku menggunakan CS itu jika hanya butuh saja (terus dilempar sendal) dan menjadi anggota pasif saja.

CS JAKARTA
CS JAKARTA

CS ini tergantung daerah misalnya di Jakarta namanya CS Jakata, jika ke Bali maka CS Bali dan anggotanya memiliki kegiatan yang bisa diikutin baik mingguan atau bulanan. Sehingga bisa bertemu dengan teman baru khususnya di daerah tertentu.

Untuk aku sendiri ada beberapa pengalaman menggunakan CS di berbagai daerah antara lain

1. Couchsurfing Yogyakarta

Di Yogyakarta aku mengirim request penginapan dan ada seorang yang menerima request ku yang ternyata referensinya banyak. Dan kebetulan dia juga sudah berkeluarga, hanya saja pas kedatanganku tidak tepat momennya. Pasalnya yang terima request ku ternyata sang suami  dan aku mengira kalau sudah ada persetujuan dari istrinya karena kan di profile mereka kelihatan “Lovely family” banget. Eh siapa sangka pas kedatangku sikonnya tidak kondusif sehingga istrinya mengira aku selingkuhan suaminya. Matee dah! Untung di Yogya aku berkenalan dengan Dini dari CS juga yang kebetulan mahasiswi dari China sedang belajar Bahasa Indonesia sehingga kami bertiga sama-sama jalan. Si Host ku malah curhat mengenai kehidupan rumah tangganya.  Ini menjadi pengalaman pertama nginap di rumah orang. Walau kurang nyaman tapi host pertamaku cukup baik dan kedua anaknya imut-imut banget.

2. Couchsurfing Jepang dan China

Pengalaman kedua ketika aku hendak mencari tempat gratisan menginap di Jepang dan China dan hasilnya dari request yang aku kirim, tak ada satupun yang memungutku. Duh sedih banget dah!

3. Couchsurfing Malaysia

Beda halnya dengan pengalaman saat mencoba menggunakan CS di Malaysia, aku dan 5 teman saat trip Malaysia-Hatyai ingin menginap di Kuala Lumpur dan kami mendapatkan host yang bersedia menerima kami walaupun dalam group. Eh karena alamat hostnya kejauhan dan teman Geng perjalanan emang ababil ujung-ujungnya kami menginap di teman Blogger Malaysia yang membuat si host Malaysia marah. Waktu itu pertama kali kena sensi seseorang. Padahal referensinya banyak loh!

4. Couchsurfing Makassar

akses ke air terjun parangloe

Saat melakukan trip di akhir Desember tahun 2015, aku mengirim request lagi dan mendapatkan host yang rupanya sesama marga “SIREGAR”, akhirnya nyambunglah walaupun aku tidak menginap karena memang aku memutuskan ke Toraja dengan Kak Indri. Bersama Travellersopan namanya maka aku diajak keliling Gowa kemudian dibawa ke air terjun terus keliling-keliling Makassar-Gowa serta mencoba kuliner Makassar. Emang kalau perginya dengan sesama Marga itu rasanya saudara banget.

5. Couchsurfing Kolkata, India

Lain lagi cerita menggunakan CS di India, tiba-tiba aku dikirim pesan sesentaro India sampai aku geleng kepala dan bertanya dalam hati “ini situs traveller apa situs jodoh ya”? bahkan ada yang sampai kirim pesan dari Nepal dan Bangladesh padahal jelas-jelas aku requestnya di India. “Nehi katumselah”!

Nah untungnya aku mendapatkan Host yang super baik di India dan dia memiliki referensi melebihi 137 orang, gila!! Walau kami tidak menginap di Kolkata namun kami diperbolehkan mandi di rumahnya serta membawa kami ke tempat kuliner enak di Kolkata. Jadinya hari pertama di India kami berjalan menyenangkan begitu juga di hari terakhir aku dan Yosi bertemu dengan CS lainnya bernama Dizzi yang mengantarkan kami mencari tempat oleh-oleh. Overall CS Kolkata lumayan baik-baik dan sangat membantu.

Baca juga pengalaman CS Indiaku

6. Couchsufing Jaipur, India

Berbeda dengan CS Kolkata, CS di Jaipur yang kami jumpain malahan adalah tourguide. Dan memang kebanyakan CS di Jaipur menyalahgunakan CS padahal mereka kebanyakan Tourguide. Nah yang paling aku sebel karena CS Jaipur ku itu bernama “Khan” seorang Muslim eh malah nipu kami. Kena tipu bagaimana? Jadi dia tidak mengatakan kalau dia itu merupakan tourguide kemudian dia mengajak kami ke rumahnya kemudian untuk mengunjungi HAWA MAHAL kami harus membayar kalua di Rupiahkan Rp300,000 berdua padahal kalau dari stasiun ke Hawa Mahal naik Rickshaw paling kena Rp100.000 berdua. Disini Yosi dongkol banget karena selain kena tipu transportasi kami dia juga membeli Cincin gak jelas seharga Rp300,000. Padahal yah referensinya banyak loh, namun tega juga nipu-nipu kami, terus pas mengantar kami tidak didepan Hawa Mahal lagi malahan kami harus jalan kaki. Namun karena malas memberikan referensi negative akhirnya yasudahlah cukup tahu aja. Kan kapan lagi bertemu dengan Host CS yang brengsek?

Jaipur
Aslam, Cs Tukang Tipu

Sisi positivenya meski kami ditipu-tipu namun pas hari yang sama kami menemui 3x orang India yang super baik hati mulai dari Rohit yang memberikan makanan gratis hingga dua cowok ganteng yang mengajak kami ngobrol di depan Danau hingga malam hari saat di stasiun yang membantu Yosi saat ketinggalan kamera.

Selalu ada hikmah dalam perjalanan!

7. Couchsurfing Tehran, Iran

Sama seperti pengalaman CS INDIA, saat aku mengirim request ke CS Iran maka ratusan dan ribuan pesan aku dapatkan serta tawaran menginap. Tapi masalahnya kebanyakan laki-laki terus cakep-cakep lagi sehingga bingung memilih satu-satu hingga akhirnya aku memutuskan memilih 3 dari ratusan kandidat 🙂

prince-of-persia

Mau nginap saja susah gitu!

Alhasil pulang dari Iran malah BAPER, BAPER dengan Babang ganteng hahahah 😀

backpacking-to-iran

8. Couchsurfing Istanbul, Turkey

Sama juga dengan CS Iran, saat aku mengirim request eh ratusan cowok Ganteng bertaburan mengirimi pesan dan menawarkan tinggl. Namun hanya 3 juga yang aku jumpain dan beruntungnya ketiganya baik-baik dan sangat membantu. Bahkan host yang paling baik selama pengalaman menggunakan CS itu malahan di Turki dan host ku itu bernama “Kosan” , menjemput aku dan Mbak Ninik jam 2 pagi, dibawa ke apartemennya, dikasih makan gratis terus pas amandelku kumat dikasih obat lagi. Kurang baik apa coba? terus ketemua Hallis yang mirip Shane Westlife terus ketemua Ramazan yang ternyata aktor di film Elif.  Walau ada juga sih yang BAPER dan harusnya itungannya 4 orang aku jumpain di Turkey namun karena satu baper jadinya tidak masuk hitungan!

istanbul

Oh ya daritadi aku menyebutkan referensi? Memang apa itu referensi? Jadi si Couchsurfing berisi informasi tentang profile seseorang serta referensi yang dimiliknya. Referensi bisa positive bisa negative yang dinilai dari orang yang dijumpainnya. Semakin banyak referensi seseorang maka semakin dipercaya orang tersebut. Namun dari pengalamanku sih “referensi” tidak menjamin apakah orang itu dapat dipercaya atau tidak.

Lalu bagaimana agar menggunakan Couchsurfing itu aman?

Karena aku pernah mengalami tidak enak dan enaknya menggunakan Couchsurfing maka ada tips dalam menggunakan CS

1. Perhatikan Tanggal Join Member Couchsurfing

Ada banyak anggota Couchsurfing baik aktif maupun pasif. Aku sendiri yang tipe pasif, pas menggunakan CS pas mau trip saja dengan harapan ada yang memberikan tumpangan, kan lumayan hemat penginapan! Bicara Tanggal Join Member Couchsurfing, aku biasanya tidak akan mau menginap di anggota CS yang baru join, profile tidak lengkap kemudian gak jelas. Memang referensi tidak menjadi acuan namun kalau ini orang buat profile baru tiba-tiba nawarin ke rumahnya kan serem juga, kan bisa aja SCAMMER, kecuali itu orang punya alasan khusus kenapa baru join. Hanya saja kalau aku biasanya langsung coret dari daftar.

2. Perhatikan referensi Couchsurfing

Memang ini tidak menjadi patokan karena ada yang banyak referensi bisa jadi dia duta CS di tempatnya atau dia itu memnag terkenal dan sering orang menginap di rumahnya atau ternyata dia seorang Tourguide jadi bacalah referensinya sebelum memutuskan tinggal dengan seseorang. Dari kesan dan pendapat orang lain kita kan bakalan tahu sifat dari calon host kita.

3. Berkomunikasi

Berkomunikasi dengan host sangat penting, sehingga biasanya aku membuat request itu jauh hari supaya aku bisa ngobrol dengan hostku sehingga pas ketemu tidak seperti orang asing. Nah pas di komunikasi udah gak ok, siap-siap berpikir jadi nginap gak di rumah orang ini atau tidak.

4. Memilih CS yang berkeluarga  

 

Couchsurfing yang aman lainnya sih sebenarnya memilih anggota CS yang berkeluarga karena pasti lebih aman. Dan jika cewek sebaiknya memang dengan CS cewek, cuma entah kenapa pas di Iran, Turkey dan India yang memberikan tawaran kepadaku cowok semua. Hukum alam kali ya!

Meski CS merupakan opsi untuk mencari tempat gratis saat jalan-jalan, namun tidak begitu aku rekomendasikan bagi orang yang tidak terbiasa menumpang dengan orang asing. Dan CS tidak menjadi patokan saat jalan-jalan, karena toh banyak yang nipu-nipu juga namun di CS lumayan untuk mendapatkan teman baru dan berkenalan dengan orang lokal.

Jadi mau gunakan CS atau tidak terserah Anda 🙂

Ini pengalamanku menggunakan Couchsurfing, ada yang pernah menggunakan Couchsurfing?

Salam
Winny

Iklan