Tips Liburan ke Iran


Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved
By Helen Keller

 

isfahan-square-iran

Hello World!
Iran, September 2016

Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan ke Iran dan mungkin ada beberapa pertanyaan yang aku dapatkan dari teman-teman pembaca, salah satunya teman dari Istagram. Mungkin pertanyaannya akan melengkapi persiapan ke Iran dan sekaligus Tips Liburan ke Iran. Siapa tahu ada teman yang memiliki pertanyaan yang sama!

1. Sehubungan dengan ketibaan yang sudah larut malam di Tehran (Air Asia pkl 23.00) apakah bisa dan diperbolehkan menginap di bandara Imam Khomeini?

Diperbolehkan menginap di Bandara letaknya diluar Imigrasi lantai 1 maupun lantai 2 ada bangku namun tidak begitu disarankan karena bangkunya tidak terlalu ramah untuk tidur, selain itu banyak petugas yang hilir mudik di dalam Bandara.

2. Kalau kita sudah mendapatkan visa turis Iran di Kedutaan Iran di Jkt, apakah kita tidak harus/wajib membeli travel insurance pada saat tiba di Imam Khomeini airport seperti halnya kalau kita menggunakan fasilitas VoA?

Waktu perjalananku ke Iran, aku tidak perlu menunjukkan travel insurance karena petugas Imigasi langsung mencap passporku kemudian dengan anteng aku keluar dari Imigrasi. Lihat ada visa terus dicap deh! Berbeda dengan VOA Iran, aku harus membayar travel insurance dan harga 45 euro sudah termasuk travel insurance dan berlaku selama 30 hari.

3. Pada saat pengurusan visa di Kedutaan Iran di Jakarta kita harus mengisi form berisikan identitas/data pribadi kita. Apakah form tersebut didapatkan dengan cara di-download di website keduataan Iran atau harus mengambil langsung di kedutaan?

Saya mendapat form dengan menelepon kedutaan Iran di Jakarta kemudian pihak petugas mengirim formulirnya ke temanku lalu kami print terus kami isi formulir kemudian dibawa ke Kedutaan Iran di Jakarta. Baca juga mengenai perngurusan VISA IRAN serta VOA Iran

4. Pembayaran biaya visa sebesar EUR 20 dilakukan setelah penyerahan berkas2 aplikasi permohonan visa dengan cara transfer atau setelah mendapat kabar visa disetujui?

Setelah melakukan penyerahan berkas aplikasi, caranya pihak petugas akan memberikan nomor rekening kemudian dibayar visa rekening yang sudah ada jika berkas aplikasi kita sudah lengkap kemudian balik ke Imigrasi untuk menyerahkan bukti pembayaran visa. Menurutku ini kurang efektif karena kita harus bolak-balik ke Imigrasi, untungnya tempat pembayarannya dekat di Menteng dan Kedubes Iran lokasinya juga di Menteng jadi dekat. Hanya saja perhatikan kelengkapan berkas dalam pengurusan Visa Iran.

5. Apakah itinerary dan surat keterangan bekerja diminta oleh pihak kedutaan?

Untuk surat keterangan bekerja diminta karena pihak kedutaan Iran memastikan kita akan kembali lagi ke Indonesia sementara  itinerary tidak diminta malahan yang diminta adalah bukti booking hotel di Iran. Waktu itu kami menunjukkan email booking hostel kami dan pas diwawancara akan ditanya kemana saja di Iran dan ngapain saja. Bilang aja jalan-jalan, wawancaranya gak seram kok!

esfahan
Si-o-seh pol Bridge

6. Sistem colokan listrik di Iran sama atau berbeda dgn di Indonesia? apakah butuh membawa universal adapter?

Sama persis dengan colokan listrik di Indonesia jadi tidak perlu membawa  universal adapter tapi bagi yang mau membawa boleh juga. Dan paling penting adalah power bank.

7. Penukaran uang dalam bentuk Iran Rial (IRR) apakah bisa dilakukan di dalam kota atau kita harus tukar habis semua USD/EUR kita ke Iran Rial di money changer di bandara IKA. Apakah mudah mendapatkan money changer di dalam kota?

Bisa di Kota namun kan kalau mau ke kota harus bayar pake uang Iran. Jadi jika ingin menukar bisa ditukar di Kota namun pastikan ada uang taksi ke Kota dalam mata uang Rial karena ke Kota itu dari Bandara berkisar 20-30 Dollar atau dalam Rial Iran sekitar 600.000-750.000 Rial tergantung jarak. Jadi kalau ada 2 orang dalam taxi maka dibagi 2, makin banyak makin murah. Maksimal 4 penumpang dalam satu taxi, ingat hanya ada taxi ke Bandara menuju ke kota Iran. Untuk dimana lokasi money charger coba cari di Grand Bazaar Tehran atau tempat wisata. Kalau aku sih nukar di Bandara karena tidak mau repot dan waktu itu harga $1=35.000 Rial, jadi not to badlah! Dan yang paling penting di Iran itu tidak menerima ATM dari bank lain jadi pastikan bawa uang cukup selama perjalanan di Iran.

8. Untuk transaksi sehari-hari seperti bayar hotel, bayar taksi, tiket masuk ke objek wisata dll apakah dilakukan dalam USD/EUR atau bisa memilih dalam mata uang lokal?

Transaksi sehari-hari menggunakan mata uang lokal, hanya waktu di Hostel kami menggunakan Euro karena pihak hostel yang minta, selebihnya pakai mata uang Rial Iran.

9. Untuk transportasi di dalam kota Tehran kalau kita menggunakan Metro apakah tiketnya menggunakan kartu khusus berlangganan (seperti halnya di Istanbul atau Singapore) atau dibeli secara eceran untuk setiap kali perjalanan?

Aku membeli kartu single jadi semacam sekali pakai. Mirip seperti karcis busway dulu sebelum e-money hanya saja bentuknya mirip kertas dan ditab di mesin dan bisa dipakai untuk dua kali perjalanan.

10. Tiket bus antar kota apakah bisa dibeli secara go-show atau harus dipesan beberapa hari sebelumnya?

Bisa dipesan melalui online namun bahasa pakai Persia, tapi kalau kereta bisa pakai Bahasa Inggris dengan alamat website http://www.iranrail.net dan pesan maksimal sebulan sebelum keberangkatan. Untuk bus bisa go show!!

old-town-yazd-iran

11. Apakah perlu rekening koran saat pengajuan Visa Iran? 

Waktu pengajuanku sih tidak ditanya yang penting adalah adanya tiket pesawat pulang pergi, bookingan hotel tinggal disana dan surat keterangan kerja. Mereka kan memastikan bahwa kita akan kembali ke Indonesia.

Jika masih ingin bertanya tentang seputar Visa Iran silahkan hubungi:

Alamat Kedutaan Iran di Jakarta

110 JL.HOS- COKROAMINOTO

MENTENG JAKARTA PUSAT 10310

Email:  iranemb.jkt@mfa.gov.ir

Telp: 31931391-31931378-31934637

Demikian penjelasan mengenai trip ke Iran, jika ada pertanyaan dengan senang hati menjawab!! Semoga bermanfaat 🙂

Jika jalan-jalan ke Iran, tolong sampaikan salamku kepada Prince of Persia!! سلام

موفق باشی!

Salam
Winny

Iklan

Mendapatkan Hidayah di Süleymaniye Mosque


The time you feel lonely is the time you most need to be by yourself
By Douglas Coupland

 

turkey-tourism

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Aku, Kosan dan Mbak Ninik berjalan mendaki menuju ke sebuah Masjid.

 “You will like it, Winny, it is my favorite place” kata Kosan

Suka sih, namun perjalanan menanjak ini yang tidak kuat Bang, apalagi sudah sore, kakipun sudah tidak bisa berbohong bahwa dia lelah setelah seharian mengelilingi area Sultan Ahmed mulai dari wisata terkenal Istanbul Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi dan Basilica Cistern. Namun pemandangan disekitar Istanbul memiliki daya tarik sendiri sehingga rasa senang lebih dominan daripada rasa lelah. Ditambah jalan bertiga sehingga tidak terasa kami sudah jalan kaki dengan rute yang lumayan.

suleymaniye-mosque

Süleymaniye Mosque dibangun atas perintah Sultan Suleiman dan selesai tahun 1558. Süleymaniye Mosque memiliki empat minaret sebagai lambang masjid dibangun oleh seorang Sultan. Süleymaniye Mosque terletak di bukit yang paling tinggi di Istanbul dan menghadap kearah Golden Horn, teluk yang berbentuk tanduk yang memisahkan dua sisi kota Istanbul. Disamping halaman Süleymaniye Mosque terdapat makam Sultan Suleiman beserta pasangannya yang berasal dari Ukraina, Roxelana. Tidak jauh dari luar kompleks terdapat makam arsitek yang membangun Süleymaniye Mosque yaitu Sinan

(Sumber Travel Awan)

blue-mosque-istanbul

Ada kepuasan ketika kami melewati pasar menuju ke Masjid Süleymaniye karena di perjalanan kami bisa melihat kegiatan orang Lokal serta menikmati pemandangan Kota Istanbul. Bahkan di tengah jalan kami melihat segerombolan turis hendak tour singkat ke Istanbul. Diantara kerumunan turis yang mendengarkan pengarahan dari tourguide mereka maka salah satu turis yang tertangkap mataku adalah seorang gadis yang pasti aku tebak orang Indonesia.

Kakak Batak ya?” tanyaku
 “Lagi apa kak?”, tanyaku lagi dengan Berbasaha Indonesia
 “Pesawat kami transit di Istanbul sehingga tur Istanbul”, katanya.
 Emang dari mana kak?
 “Dari Milan”

Kosan bingung sendiri bagaimana aku mengetahui salah satu turis itu adalah orang Indonesia. Itu semua berkat insting Batakku yang keluar. Sesama Batak jika melihat orang Batak pasti tahu itu orang Batak. Begini rasanya kalau bertemu dengan sesama orang Indonesia. Seakan kami adalah pelajar Indonesia yang sedang belajar di Universitas Istanbul (sambil doa). Padahal nyatakanya aku sendiri adalah turis singkat udah berasa kayak lokal.

Dasar pejalan congkak!! 😀

Setelah tiba di Süleymaniye Mosque, betapa senangnya aku menikmati jingga sore dengan pemandangan laut di depan Masjid. Kosan dan Mbak Ninik memilih duduk di padang rumput. Sementara aku ingin berphoto dengan latar belakang Süleymaniye Mosque tapi aku segan meminta photo kepada Kosan dan Mbak Ninik. Mereka sudah kelihatan PW (posisi wuenak) sekali!
Akhirnya aku beraksi, mencari korban yang mau mengambil photoku. Aha, ada gerombolan anak remaja, jadi merekalah yang aku minta tolong untuk mengambil photo. Eh ternyata yang aku mintakan photo adalah orang yang salah. Karena mereka tidak bisa Bahasa Inggris kemudian pas aku diphoto hasil photonya kepalaku terpotonglah, divideoinlah, kakiku ajalah dan masih banyak lagi photo nan ajaib yang membuat senyum kecut dipipiku. Berulang-ulang aku mengajarinya hingga aku nyesek didada dan menyerah. Dari kejauhan Kosan dan Mbak Ninik malah tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi gagalku dalam meminta photo kepada orang asing.

istanbul
Süleymaniye Mosque
"Do not worry Winny, I can take your photo later", Kata Kosan
"I can handle it, relax", kataku dengan sok-sok an

Padahal ujung-ujungnya Kosan juga yang mengambil photoku, mungkin dia kasihan dengan narsis tingkat akutku. Dan ternyata gerombolan remaja yang mengambil photoku tadi bukan anak Turki asli namun anak  pengungsi Syiriah. Wah kasihan anak Syiriah ini harus mengungsi ke Turki. Kosanlah yang mengatakan kalau remaja yang aku mintakan tolong mengambil photo darimana. Walau mereka gagal mengambil photoku namun tetap aku berterimakasih dan senang karena mereka mau aja aku suruh untuk mengambil photoku.
Selain itu aku sangat senang Masjid ini karena menikmati sore hari di Süleymaniye Mosque memang pengalaman menarik dengan pemandangan dan suasa sorenya yang benar-benar membuat tenang.

Nah saat berada di Süleymaniye Mosque ternyata Mbak Ninik mengajak teman CS nya Kemal untuk bertemu. Aku dan Kosan hanya saling pandang karena kami tidak tahu tiba-tiba nongol aja orang. Well aku tahu teman Mbak Ninik tapi tidak tahu kalau dia akan menyusul tepat di Süleymaniye Mosque saat kami bertiga bersantai ria.

turkish
Süleymaniye Mosque
"Do know that her friend coming?" Kata Kosan
"Honestly no”, kataku
"Why don’t say to us? Kata Kosan
 “I do not know”, jawabku singkat
 Kelihatan kami berdua kebingungan.

Kemal yang datang berkenal dengan kami.  Akhirnya Kosan dan Kemal berbahasa Turki, aku dan Mbak Ninik berbahasa Indonesia. Agak kikuk memang karena kan sepanjang hari di Istanbul kami bertiga selama 2 hari lagi. Nah tiba-tiba ada orang baru agak-agak. Untungnya kami cepat beradaptasi dan bisa mencairkan suasana dengan bantuan suara Azan Magrib berkumandang dari Masjid.
Mendegar azan, aku dan Mbak Ninik memutuskan untuk sholat magrib di Süleymaniye Mosque begitu juga Kemal.
Dan apa yang terjadi di Süleymaniye Mosque?

Ternyata Kosan memutuskan untuk sholat Magrib juga!!

"Wow finally you pray Kosan?" kataku
"Stop it, Winny, you make me do that", kata Kosan

suleymaniye-mosque-turkey
Ternyata Kosan menemukan hidayahnya di Süleymaniye Mosque. Bukan apa-apa selama kami bersamanya dia lebih memilih tidak sholat. Eh ternyata bersama kami dua hari hatinya tergerak dan ikut sholat.

Alhamdulillah

Tapi entah kenapa lucu rasanya ketika mengetahuinya bahkan sampai sekarang kalau membayangkannya jadi senyam-senyum sendiri.

Bahkan aku dan Mbak Ninik senyum manis semanis madu saat melihat Kosan mencari wudhu.

"We will meet here", kata Kosan kepada kami

Akhirnya Mbak Ninik mencari wudhu yang jauh dari Süleymaniye Mosque, begitu juga Kosan dan Kemal semantara aku menggunakan air aqua untuk berwudhu kearah taman
Melihat tingkah malasku Mbak Ninik geleng-geleng sementara Kosan berkata

You are totally different

turkey

suleymaniye-mosque-turki

sultan-ahmed-istanbul

 

Alamat Süleymaniye Mosque (Suleymaniye Camii)
Sulaymaniye Mh, 34116
Fatih/Istanbul
Turkey

Salam
Winny

Mimpi Jadi Nyata di Hagia Sophia, Istanbul


There is always a sadness about packing. I guess you wonder if where you’re going is as good as where you’ve been

By Richard Proenneke

hagia-sophia
Hagia Sophia

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016

Kembali ke 2 tahun silam ketika aku membaca satu artikel tentang Mosaik Agama Kristen kemudian ada Tulisan Kaligrafi Allah dan Muhammad berdampingan dalam satu tempat bernama Hagia Sophia. Sejak saat itu aku penasaran berat dengan Hagia Sophia dan ingin sekali mengunjunginya. Apalagi pernah baca kalau Babang Dude Harlino dan Allisa berbulan madu di Turki dan berada di Hagia Sophia sehingga makin pengen deh daku mengunjungi  kota Kostatinopel, nama lama Istanbul. Karena keinginan mendalam akhirnya ketika aku mendapatkan tiket promo ke Iran malah sekalian jalan ke Turki semua demi bela-belain melihat Hagia Sophia. Habis kalau menarik saja yang dulunya sebuah Gereja berubah menjadi Masjid kemudian menjadi Museum.

sultan-ahmed-turkey
Hagia Sophia

Hagia Sophia merupakan situs bersejarah paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai mancanegara. Bangunan ini awalnya Gereja kemudian jadi Masjid lalu menjadi Museum. Gedung Hagia Sophia sekarang merupakan bangunan yang dibangun ketiga kalinya. Pertama kali dibangun abad ke 4 masa Kaisar Konstantinus Agung kemudian hancur tahun 404 karena pada terjadi kerusuhan. Kemudian tahun 415 dibangun lagi Gereja ini atas perintah Kaisar Theodosius II namun dibakar tahun 532 dan menjadi rata karena pemberontakan Nika. Kemudian proses pembanguannya dilakukan terus menerus hingga selesai tahun 537 pada era Kaisar Justinian I yang menjadi Gereja Ortodoks. Hagia Sophia selama kurang lebih seribu tahun menjadi bangunan terbesar pertama di dunia dengan interior dan kubah yang megah serta adanya mosaik Yesus dan Maria. Kemudian pada masa Sultan Ottoman, Mehmet II menaklukkan Kota Istanbul tahun 1453 kemudian dia menetepkan Hagia Sophia menjadi masjid. Beberapa salib marmer dipindahkan dan lambang-lambang Kristiani dikaburkan selebihnya dibiarkan gereja apa adanya. Penambahan lain yang dia buat adalah menambah empat minaret di sudut masjid dan menambahkan Kaligrafi ALLAH dan MUHAMMAD didalamnya. Sehingga terjadilah Hagia Sophia memiliki Gambar Yesus dan kaligrapi ALLAH-MUHAMMAD di dalam satu tempat. Kemudian tahun 1953 masa presiden pertama Republik Turki Mustafa Kemal Ataturk merubah fungsi Hagia Sophia menjadi museum

(Sumber Travel Awan)

istanbul-turki
Hagia Sophia
"I want to see Hagia Sophia, kataku kepada Kosan

"For sure, Winny", kata Kosan.

Bersama Mbak Ninik dan Kosan kami menuju ke Hagia Sophia setelah puas mengunjungi Basilica Cistern di Istanbul. Memang lokasi wisata populer Istanbul seperti Blue Mosque, Basilica Cistern dan Hagia Sophia berada dalam satu kawasan, sama-sama berada di area Sultanahmad dan dekat satu sama lain. Bahkan area Sultanahmad merupakan area favorite turis sehingga tidak heran banyak turis di area ini termasuk kami. Bedanya kami memiliki teman lokal asli Turki yang baik dan menemani kami selama trip Turki.

hagia-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia

Dengan Museum pass kami masuk ke Hagia Sophia. Untungnya kami memiliki Museum Pass Turki sehingga mudah dalam akses masuknya dan praktis. Pintu masuknya dari samping dan kami memasukkan museum pass kami lalu melewati pintu. Mirip seperti tapping e-money pas di halte busway. Dari samping kelihatan warna Hagia Sophia merah jambu.  Dari samping Hagia Sophia, terdapat taman yang berisi batuan dengan ukuran yang besar-besar yang menarik buatku. Saat melihat bebatuan di Hagia Sophia aku malah teringat akan Batutumonga di Toraja. Terus batu-batuan di Hagia Sophia ada tulisannya hingga kami mengikuti tanda informasi yang bertuliskan “Giris”.

Bertiga kami masuk dan ternayata banyak sekali wisatawan. Hal menarik dalam Hagia Sohphia adalah langit-langitnya yang menakjubkan. Kemudian ornamen umat Kristen berupa mozaik. Siapa sangka Museum Hagia Sophia pernah jadi Gereja dan kemudian jadi Masjid .

Aku begitu antusias ketika masuk karena memang aku sangat suka dengan peninggalan sejarah karena aku tak habis pikir kenapa masih ada sampai sekarang, bukti masa lampau!

turki
Hagia Sophia

Memasuki Hagia Sophia yang paling diminati adalah photo dengan Kaligrapi Allah dan Muhammad yang dibelakangnya ada Gambar Maria.

"Dream comes true", saat memandangi langit Hagia Sophia

Cukup susah untuk mendapatkan photo disana karena harus antri sebab banyak peminat yang ingin mengabadikan icon Hagia Sophia. Karena hanya ada di Istanbul dan cukup unik terutama dari sejarahnya.

"Hey give me your camera", kata Kosan kepadaku

Entah sejak kapan si kawan ini jadi suka mengambil photoku dan tentu saja aku senang maklum sebagai narsis tingkat akut, jika ada yang motoin rasanya senang sekali 🙂

Terus hasil photonya bagus pula apa gak makin senang 🙂

hagia-sophia-turkey
Hagia Sophia

Puas mengamati lantai 1, Kosan mengajakku dan Mbak Ninik ke lantai 2 Hagia Sophia untuk melihat the upper floor Gallery. Kami bertiga melewati lorong dengan jalanan yang menanjak dan remang-remang, penghubung lantai 1 dan 2. Disamping jalan terdapat papan informasi berisi “the stairs to 2nd floor is not wheel chair friendly”. Untungnya perjalanan dengan efek cahaya redup tidak mengganggu kami karena kami bertiga santai dalam berjalan menuju ke lantai 2 karena meski jalanan tidak rata namun terbuat dari semen.

Berjalan bertiga itu seru sekali!!

Sesampai di lantai 2 Hagia Sophia, aku terkesima dengan mosaik yang masih tersisa.

"Take a look this, wow i can not believe it", kataku kepada Kosan dengan menunjukan Mosaik di lantai 2. 

"Yes that was taken from the past", kata Kosan
aya-sophia-istanbul-turkey
Hagia Sophia
"Keren sekali ya Hagia Sophia ini", kata Mbak Ninik kepadaku.
"Mengunjungi Hagia Sophia ini impian ku banget mbak Nik", kataku kepada Mbak Ninik

Tidak hanya mosaik yang keren di dalam Hagia Sophia, selain kaligrafi Allah dan Nabi Muhammad SAW, terdapat kaligrafi Islam lainnya berupa 4 kalifah: Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali, kemudian dua cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein.

Hagia Sophia emang unik!!

aya-sophia-turkey
Hagia Sophia
"This is ridiculous, its suppose to be Mosque not museum, Kata Kosan kepada kami

"Sultan wants Hagia Sophia still becomes Mosque"

"But do you know why they change it to be Museum?" katanya dengan berapi-api

"For tourist", katanya

Entah angin apa yang membuat kami bertiga di Hagia Sophia malah asik bercerita tepatnya di lantai 2 dan saling curhat mulai dari curhat masalah percintaan sampai curhat politik. Hello, ini lagi di Hagia Sophia kok malah curcol.

hagia-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Aku juga sangat suka dengan pemandangan Sultan Ahmed dari lantai 2 Hagia Sophia karena melihat Blue Mosque diseberang nan rupawan. Perjalanan ke Turki ini benar-benar sangat aku nikmati karena selain perjuangan ke Turki, aku sangat senang karena akhirnya dapat mewujudkan mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam bucket list.

"Senang", begini rasanya jika mimpi jadi nyata :)
aya-sophia-istanbul
Hagia Sophia

Puas dengan Hagia Sophia kami bertiga meneruni lorong yang sama kemudian duduk sambil menonton sejarah Hagia Sophia dengan pengunjung lainnya. Karena persis di samping lorong ke atas terdapat ruangan berisi TV dan tempat duduk jadi menambah wawasan sejarah Hagia Sophia.

"Lets go, we need to eat", kata Kosan kepadaku dan Mbak Ninik
yang mengakhiri tur Hagia Sophia kami.
aya-sophia
Hagia Sophia

 

Harga tiket masuk Hagia Sophia

30 TL (termasuk paket jika membeli kartu museum pass)

Jam buka Hagia Sophia

09:00-19:00, senin tutup

Cara ke Hagia Sophia

Naik trem jalur T1 turun di Sulatanahmed

Alamat Hagia Sophia (Ayasofya Muzesi)

Ayasofyan Meydani, Sultanahmet

Fatih/Istanbul

Turkey

Salam
Winny

Romantisme Masjid Ortaköy Istanbul


Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.”
By Robert A. Heinlein

ortakoy-mosque

Hello World!
Turki, 3 Oktober 2016
Jam menunjukkan 8 pagi ketika aku dan Hallis berencana menuju ke Masjid Ortaköy dari Sultan Ahmed, Istanbul. Berdua kami berjalan kaki mencari ATM yang ada karena aku tidak memiliki uang Turkish Lira dan sisa deposit IstanbulKart ku juga tinggal sedikit. Alhasil aku menarik 100 TL di hari terakhir di Istanbul karena hanya untuk membayar transportasi, rencana kami hendak menggunakan Trem ke daerah Ortaköy.
Aktivitas di Istanbul begitu sepi kala itu ketika kami berdua berjalan menaiki trem kemudian dilanjutkan dengan naik bus ke area Ortaköy. Sebagai turis, aku hanya mengikuti Hallis kemanapun tujuan arahnya, karena dialah Bossnya. Yang pasti dia sudah tahu aku ingin mengunjungi Masjid Ortaköy. Pria tampan asal Turki ini hanya bisa menemani sampai jam 2 saja karena dia hendak kembali bekerja. Untungnya menuju ke Masjid Ortaköy cukup mudah dari Blue Mosque Istanbul, Turkey.

I want to see Ortaköy Masque”, begitu kataku kepadan Hallis
 “It seems romantic”, lanjutku
 “Do not worry dear, I will bring you there”, kata Hallis.

Dari pemberhentian bus, Hallis mengajakku berjalan kaki dan mencari restauran untuk makan pagi. Alhasil kami sarapan romantis di samping Masjid Ortaköy. Restauran romantis dengan pemandangan Bosphorus.

Masjid Ortaköy selesai dibangun tahu 1854 karya Nikogos Balyan yang diprakarsai oleh Sultan Abdulmecid I dengan gaya arsitektur Eklektik-Baraque. Sering dijadikan objek fotograpi karena memberikan kesan romantis dengan latar belakang Jembatan Bosphorus.  Bagian kubah dihiasi mosaik berwarna merah muda, jendalanya tinggi dan bagian dalam terdapat kaligrafi Allah karya sang Sultan

masjid-ortakoy

Barulah setelah perut kenyang kami menuju ke Masjid Ortaköy yang berada disebalah. Pemandangan Masjid Ortaköy sangat memukau. Sekilas seperti Golden Gate Bridge di Fransisco namun keindahan Boshporus Bridge tidak kalah cantiknya.

Waktu kedatangan kami terdapat beberapa wisatawan yang hendak berphoto dengan latar belakang Masjid Ortaköy, wajar karena Masjid Ortaköy termasuk wisata gratis di Istanbul.

Bayangan Masjid Ortaköy sudah berada dibenakku apalagi ketika mendapat buku gratis Traveler Awan tentang Istanbul dimana sampul bukunya adalah gambaran Masjid Ortaköy sehingga saat tepat berada di depan Masjid Ortaköy aku mencari spot persis gambaran Masjid Ortaköy yang ada di buku.

 Where can we see the best point for this Masjid Ortaköy?”, tanyaku kepada Hallis.

Lalu kami berdua berjalan melewati gang kecil dan mencari spot terbaik Masjid Ortaköy. Dalam perjalanan disamping Masjid Ortaköy terdapat lambang hati dengan coretan, namun bukan disisi itu sport terbaik pengambilan Masjid Ortaköy. Ternyata tempat terbaik untuk mengabadikan Masjid Ortaköy berada di sisi lain dan berada tidak jauh dari restauran.

Setelah menemukan sisi Masjid Ortaköy terbaik lengkap dengan Jembatan Bosphorus akhirnya aku puas apalagi burung peterbangan saat itu menambah keindahan Masjid Ortaköy. Tidak hanya itu di sekitar Masjid Ortaköy terdapat sebuah tempat duduk sehingga kami bisa bersantai sambil memandang Masjid Ortaköy. Ujung-ujungnya kami memandangi  Masjid Ortaköy dengan latar belakang Jembatan Boshporus.

Duduk bersama dan menikmati perjalanan!!

 

ortakoy-turkey

Saat di depan Masjid Ortaköy timbullah ideku untuk meminjam tangan pria cakep ini.

Hallis, please borrow me your hand”, kataku
 “What is it for?”, tanyanya dengan muka kebingungan sekaligus tersenyum
 “I want to take photo with your hand and the background view of Ortaköy”, kataku.
"Just pretending", kataku.

Eh beneran dong dia minjamin tangannya kemudian dengan aba-aba aku jelaskan yang diphoto tangan menggenggam tangan biar kekinian ((((KEKINIAN))))
Sayangnya tangan pinjaman moga nantinya dapat tangan beneran dah 🙂

Ah, aku betah lama-lama duduk manis sambil menatap Masjid Ortaköy, Istanbul.

Moga suatu saat bisa membawa tangan suami kesini karena tempat romantis ini membuatku ingin kembali lagi (candu) 🙂

istanbul
Setelah puas duduk manis, akhirnya Hallis mengajakku masuk kedalam Masjid Ortaköy. Dari luar Masjid bergitu sepi dan Hallis mencarikanku kerudung kemudian aku pakaian untuk menutup rambutku kemudian bersama Hallis masuk kedalam. Dia paling semangat dalam mengambil photoku dengan menggunakan hijab. Duduk di lantai sambil berhijab kemudian dia mengambil photoku.

Saat dia mengambil photoku, imaginasiku menguasaiku. Di dalam imaginasiku lagi berkumpul pria yang ingin melamar, habis pas berada di dalam Masjid Ortaköy  kurang penghulunya aja. Terus kalau nikah di dalam Masjid Ortaköy sepertinya romantis ! (ngarep)!

Pas asik-asik melamun si Babang cakep malah mengajak masuk kedalam Masjid Ortaköy dan menjelaskan tentang ornamen yang ada. Ternyata begini rasanya jika mimpi jadi nyata!

"Hallis, please pinch my cheeck and saying that i'm not dreaming", kataku
"No you are not dear" katanya sambil tersenyum!

Alamat Masjid Ortaköy
Mecidiye,
34347 Beşiktaş/İstanbul,
Turkey
Salam
Winny

Makan Pagi Romantis di depan Jembatan Bosphorus


If you are not too long, I will wait here for you all my life.

By Oscar Wilde

ortokay
Hello World
Turki, 3 Oktober 2016
Apa kabar? Selamat datang di Turkey, i can not host you but i can accompany you when you are around“, begitu pesan yang aku dapatkan dari seorang pria cakep Turkey dari CS. Sejak mencari host di Turkey tiba-tiba puluhan sampai ratusan pesan aku dapatkan tiap hari dari seantaro cowok Istanbul. Ini antara berkah atau bencana hahaha 😀

Tapi yang pasti meski ratusan pesan ujung-ujungnya hanya teritung jari dari CS Turkey menjadi teman baikku. Tentu saja pengalaman menggunakan CS sudah sering bahkan sensasi menjadi tiba-tiba artis dadakan sementara di CS sudah pernah terjadi sebelumnya seperti saat trip ke India kemudian menyusul ke Iran dan kemudian Turkey walau ujung-ujungnya hanya beberapa saja dijumpain. Iya kali jumpain semuanya!!

Awalnya teman CS ku bernama Hallis sengaja mencari hari libur bertepatan dengan kedatangan kami di Istanbul karena hendak menemani kami keliling wisata Istanbul. Tapi apa daya karena kisah tragis Visa transit Yunani membuat semua jadwal perjalanan Turkiku hancur dan merubah kegiatan jalan-jalan di Turki. Itupun kami bersyukur dengan perjuangan akhirnya kami bisa menjadikan mimpi kami untuk mengunjungi Turki kesampaian. Karena perubahan jadwal kedatangan inilah akhirnya aku dan Hallis merencanakan kembali untuk berjumpa dan satu-satunya pilihan pas di hari terakhir di Istanbul karena dia akan pergi kerja saat siang hari sehingga dia masih memiliki jadwal sebelum jam 2 siang.

Aku mengajak Mbak Ninik ke Ortaköy pagi hari namun Mbak Ninik lebih memilih belanja di Grand Bazaar karena memang penerbangannya jam 5 sore langsung ke Jakarta sementara aku sendirian penerbanganku jam 10 malam kembali ke Iran lagi. Akhirnya aku sendirianlah bertemu dengan Hallis dan tetap mewujudkan mimpi berkunjung ke Ortaköy.

istanbul
Beltas Restoran Cafe, Istanbul

Hallis adalah orang Turkey yang sudah dua kali ke Jakarta dan sangat mencintai Indonesia. Saking jatuh cintanya, dia belajar Bahasa Indonesia sehingga walau dari referensi CS nya tidak ada namun karena sudah jadi member lama akhirnya aku mau bertemu dengannya serta orangnya memang baik dan asik diajak bicara. Bahkan saat berjumpa dia sering Berbahasa Indonesia.

Hebat!

Ada juga orang Turki yang suka dengan Bahasa Indonesia 🙂

Tempat wisata impian di Istanbul sebenarnya adalah Masjid Ortaköy, Istanbul. Sayangnya karena kesibukan 2 hari trip Istanbul bersama Kosan dan Mbak Ninik akhirnya tempat yang menjadi highlight di Istanbul malah terlewatkan. Untungnya di hari terakhir di Istanbul, Hallis mau membawaku ke Masjid Ortaköy, Istanbul.

I’m hungry, we should find food for breakfast“, begitu kata Hallis padaku!

Bersama-sama mencari warung yang buka di pagi hari namun begitu susah mencari restauran yang buka di pagi hari mulai dari Area Sultan Ahmed hingga ke area Ortaköy, hingga akhirnya pilihan kami jatuh kepada sebuah cafe yang menghadap ke jembatan Boshpurus “Cafe Beltas”.

turkish-food
Beltas Restoran Cafe, Istanbul

Actually i dont want to eat bread but if i dont have a choice, i do not mind“, begitu kataku kepada Hallis.

Cowok ganteng ini hanya tersenyum sambil mengenang bagaimana susahnya dia mencari roti sewaktu di Jakarta.

Well same like me i do not really want to eat rice when i was in Jakarta and then i went to Pizzahut” begitu katanya.

Karena sudah lapar akhirnya yasudalah rotipun jadilah!

Kami memilih duduk tepat di pojokan, hanya kami berdua yang berada di restauran itu karena terlalu pagi. Padahal sudah jam 10 pagi sebenarnya. Ini orang Turki pada sibuk bekerja kali ya, kan jam 10 pagi jadi wajar kalau sepi.

This place is favorite people when trying to ask to marry with somebody, the bridge will be light up and there is a word saying if the couple want to marry“, terangnya!

Terus gara-gara penjelasanya aku membayangkan kalau ada cowok romantis seperti itu yah niat ngajak nikah dengan tulisan di Jembatan Boshporus terus ada cincin.

Masih asik-asik melamun tiba-tiba datang seorang pelayan datang “here is your tea“, katanya! Yup si “sexy glass” begitu aku menyebut Teh Turki dengan bentuk gelasnya seperti body cewek telah datang kemudian disusul dengan makanan pilihan Hallis. Untung aku tidak ngences saat bayangin adegan romantis yang barusan disampaikan Hallis hahah 😀

Saat makanan pilihan Hallis datang, ternyata pilihan Hallis itu enak sekali berupa tahu campur telur tambah saus tomat dan ada kentang juga.

Bagaimana rasanya?

Rasanya lezat!!

Akhirnya aku  yang bergaya sok-sokan gak mau makan roti akhirnya makan rotinya lahap!

“Neng doyan apa lapar?” 😀

Ah bodo amatlan yah yang penting makan hihi 😀

Nah lagi-lagi ditraktir makan lagi sama cowok cakep ini!

beltas-cafe-ortakoy
Beltas Cafe

Sarapan di depan Jembatan Boshporus begitu berkesana bagiku, berkesan dengan keromatisannya.

Gimana tidak romantis coba?

Di depan mata cowok ganteng, dibelakang ada pemandangan cakep “Masjid Ortaköy” terus disamping pemandangan laut Boshporus lengkap dengan Jembatan Boshporus!!

Suasana di Cafe Beltas pagi ini membuat hatiku meleleh  dengan matahari dari Boshpurus.

Aduh tidak kebayang deh kalau pergi ke Cafe Beltas saat sore hari bersama pasangan, super romantis kali yaaa #ngayal dulu :)!

Yaudah kapan-kapan aku ajak pasangan beneran deh kesini untuk melihat ikan-ikan lucu yang berebut roti di Boshporus sambil bermimpi, bermimpi melihat tanda cinta dari Jembatan Boshporus dair Beltas Cafe!

Alamat Beltas Cafe

Ortaköy

34347 Beşiktaş

İstanbul

Turkey

Salam
Winny

Bertemu dengan Medusa di Basilica Cistern, Turkey


“If the only place where I could see you was in my dreams, I’d sleep forever.”

By Unknown

basilica-cistern-istanbul
Basilica Cistern

Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Basilica Cistern berada di Galleri Instagram @winnymarlina tiba-tiba ada seorang adik kelas yang komentar “Ah, Basilica Cistern tempat shootingnya Dan Brown, keren kakak Winny”, begitu katanya. Aku bersama Mohammad Kosan dan Mbak Ninik yang sedang berada tepat di Basilica Cistern Istanbul Turkey saat itu tidak tahu kalau sedang ada film Inferno yang tayang dibioskop dengan lokasi shooting di Basilica Cistern. Bahkan aku baru menonton Inferno setelah pulang dari Turki, itupun penasaran apa saja yang di shooting bukan penasaran nonton filmnya. Parah bener ya haha 😀
Memang Istanbul memiliki magnet sendiri bagi perfilman Hollywood untuk menjadikannya tempat shooting di Turkey seperti Skyfall (2012), Taken 2 (2012), The International (2009) dan masih banyak lagi.
Basilica Cistern atau Yerebatan Sarayi (terjemahan Istana Tenggelam) merupakan tempat vital bagi ibukota kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) digunakan sebagai tempat penampungan air bersih yang dibangun oleh Kaisar Justinian I sekitar abad ke 6. Kota Constantinople (nama lama Istanbul) memiliki masalah dalam penyediaan air bersih sehingga kaisar Byzantium membangun Aquaduct (saluran air) dan Cistern (penampungan air) di bawah kota Constantinople. Salah satunya Basilica Cistern dengan menggunakan 7000 budak dengan luas 9800 meter per segi, dapat menampung 100.000 ton air serta berada di 128 meter dibawah tanah, dan 336 tiang-tiang marmer dengan kepala pilarnya menunjukkan pengaruh Yunanai dominan mulai dari arsitektur bergaya Ionic, Corinthian dan Doric. Keberadaaan Basilcia Cistern bahkan sempat terabaikan dimasa Ottoman barulah tahun 1545 Basilica Cistern ditemukan oleh sejarawan Peter Gyllius.

bsilica-cistern-turkey
Basilica Cistern

Keinginanku mengunjungi Basilica Cistern atau Yerebatan Sarayi karena ingin melihat Medusa.

Ada apa dengan Medusa?

Jadi ada cerita menarik dengan Medusa.

Medusa adalah peri laut dan yang paling cantik dari tiga bersaudara Gorgon. Dia melakukan hubungan gelap dengan Poseidon Dewa Laut padahal Poseidon sudah memiliki istri Athena. Kemudian ketahuanlah hubungan gelap mereka oleh Athena kemudian dia menyihir Medusa menjadi wanita berkepala ular yang jika Medusa melihat orang maka yang dilihat akan berubah menjadi batu. Tidak hanya itu, kepala Medusa bahkan dipenggal oleh Parseus kemudian kepalanya dijadikan ujung pedang sebagai senjata melawan musuh lalu kepalanya dipersembahkan kepada Athena. Ternyata kemarahan seorang istri menakutkan ya? Masih berani selingkuh?

basilica-cistern
Basilica Cistern

Saat memasuki Basilica Cistern beruntungnya kami karena antrian tidak terlalu panjang. Untuk masuk kedalam Basilica Cistern kami harus membayar uang masuk 20 TL karena tidak termasuk kedalam Istanbul Museum Pass. Memasuki Basilica Cistern kami turun kebawah dengan tangga kemudian “hola” terlihat sebuah ruangan besar, keadaannya gelap terdiri dari tiang-tiang tinggi, lampu remang-remang kemudian banyak ikan lucu didalam air. Bertiga kami berjalan sambil merasakan sensasi Basilica Cistern, salah satu peninggalan zaman Baholak alias jadul. Hebat bener ya peninggalan abad ke 6 masih ada hingga sekarang!

Where is Medusa?”, kataku kepada Kosan

Kemudian Kosan mengajak kami berjalan ke tempat paling ujung dimana banyak pengunjung antri juga untuk berphoto degan Medusa yang sebenarnya menjadi penopang tiang.

Aha setelah sampai di ujung kami bertemu dengan Medusa berjumlah dua dengan masing-masing terpisah.

Wow we meet Medusa“, kataku kepada Kosan dan Mbak Ninik!

Ternyata Medusa di dalam Basilica Cistern itu terbaring di dalam air, menyambut pengunjung dengan rambut ularnya menunggu seseorang sampai waktu tak ditentukan!

Alamat Basilica Cistern
Alemdar Mh, Yerebatan Cd. 1/3, 34410 Fatih/İstanbul, Turkey
Tiket masuk ke Basilica Cistern
20 TL
Jam buka Basilica Cistern
09:00-18:30
Salam
Winny

Mencari Harem di Topkapi Palace Turkey


Stay true to yourself, yet always be open to learn. Work hard, and never give up on your dreams, even when nobody else believes they can come true but you. These are not cliches but real tools you need no matter what you do in life to stay focused on your path.
By Phillip Sweet

topkapi-palace
Topkapi Palace
Hello World!
Turki, 2 Oktober 2016
Cuaca begitu bersahabat di hari kedua kami di Turki. Tujuan wisata kami di Istanbul untuk melihat Topkapi Palace, istana yang sangat ingin aku kunjungi sejak menonton film Magnificent Century salah satu film Turki yang sempat di putar di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Bahkan Ibuku sangat suka menonton film dengan judul King of Sulayman, tentu saja yang menarik selain Kisah Cinta Raja dan Hurem adalah istana yang super apik di Istanbul “Topkapi Palace”.
Tidak seperti hari pertama di Istanbul dimana kami berjalan 20 km, maka di hari kedua kami lebih banyak menggunakan metro dan tram. Bahkan Kosan sengaja membawa mobiknya di hari kedua dan memarkirkannya di Kadikoy lalu seperti biasa kami menyeberang dengan kapal ke sisi Eropa Turki. Menyeberang dengan kapal dari sisi Asia Turki ke sisi Eropa adalah salah satu hal yang paling aku suka selama di Turki. Apalagi memandangi Topkapi Palace, Blue Mosque dan Hagia Sophia dari kapal itu memberikan pemandangan cantik.

topkapi-turki
Sesampai di Sisi Eropa Turki, kami menunggu Trem menuju ke Sultan Ahmed. Kemudian kami berjalan ke pintu masuk Topkapi Palace.Salah satu tempat wajib yang dikunjungi di Istanbul adalah Topkapi Palace (Topkapi Sarayi). Topkapi Palace dibangun oleh Sultan Mehmet II setelah berhasil menaklukkan Konstatinopel tahun 1453. Topkapi Palace menjadi pusat pemerintahan sekaligus merupakan kediaman resti para Sultan Ottoman selama 400 tahun (1465-1856). Topkapi Palace menjadi museum dan terdiri dari berbagai bangunan yang dibagi dalam area. Istana Topkapi diubah fungsi menjadi museum tahun 1924.

topkapi-palace-istanbul-turkey
Topkapi Palace
Di depan pintu Topkapi kami membeli Museum Pass seharga 85 TL berlaku untuk 5 hari. Museum Pass merupakan kartu hemat untuk mengunjungi berbagai museum dan situs bersejarah yang di Istanbul dikhususkan untuk wisatawan. Dengan membeli Museum Pass maka bisa masuk kedalam 12 museum di Istanbul tanpa antri. Museum pass berlaku untuk Hagia Sophia, Topkapi Palace (tidak termasuk ke dalam Harem), Hagia Irene Museum, Istanbul Mosaic Museum, Istanbul Archeological Museum, Museum for history of science and technology in Islam, Yildiz Palace Museum, Fethiye Museum, Chora Museum, Galata Mevlevi house Museum, Rumeli Hisar Museum.

museum-pass
Museum Pass Istanbul
Jika memiliki waktu yang cukup di Istanbul sebaiknya memiliki Museum Pass karena jatuhnya hemat dibandingkan jika dibeli tiket masuk singlenya. Kami sendiri walau 3 hari di Istanbul jatuhnya mahal membeli museum pass karena kami hanya menggunakan untuk Topkapi Palace dan Hagia Sophia namun lumayan lah sebagai kenang-kenangan dari Turki.

topkapi-palace-istanbul
Topkapi
Aku dan Mbak Ninik antri untuk membeli Museum Pass Istanbul kemudian kami masuk ke dalam Topkapi Palace. Kosan memiliki kartu mahasiswa sehingga dia tidak perlu membeli tiket masuk ke dalam Topkapi. Untuk area Topkapi sangat luas dan kami mengelilingi Komplek Topkapi yang super luas. Pekarangannya luas dipenuhi dengan pepohonan rimbun, pintu gerbanganya layaknya Istana serta yang menarik di Topkapi bisa melihat Selat Bosphorus, Teluk Golden Horn dan Laut Marmara.

bosphorus
Di dalam Topkapi Palace kami sempat melihat ruangan Harem namun kami tidak masuk karena harus membayar tiket masuk lagi.

Kosan, where is Harem?”, tanyaku.

In this palace long time ago“, kata Kosan

You know i watched Magnificent Century  in Indonesia and i like Ibrahim Pasha”, kataku

Can we find Ibrahim Pahsa for me one?” tanyaku dengan bodohnya

Kemudian Mbak Ninik dan Kosan hanya tertawa saja!

Ujung-ujungnya gak nemu Harem, Ibrahim Pasha juga kagak. Untungnya sih bisa menginjakkan kaki di Istana Topkapi, Istana yang pernah didiami Dinasti Ottoman.

topkapi-palace-turki

Kami berjalan kami hampir 5 jam hanya untuk Topkapi Palace.

Hah 5 jam?

Kok bisa lama?

Karena Topkapi ini luas, dan pemandangan disekitarnya cakep bahkan yang paling aku suka adalah pemandangan Laut dari Topkapi.

bosphorus-turkey

Selain bisa melihat Selat Bosphorus hal yang paling aku suka di area peninggalan berharga di dalam Topkapi Palace. Jadi di salah satu ruangan setelah Imperial Council Hall, dimana tempat bertemunya Raja Ottoman zaman dulu maka kami ke tempat area penyimpanan pedang yang pernah digunakan oleh Raja Ottoman dan umurnya juga sudah tua!!

Melihat persenjataan zaman dulu malah mengingatkanku saat di Jodhpur saat melihat pedang yang digunakan Akbar. Nah di Istanbul maka koleksi perang yang digunakan dari 400 tahun silam masih ada, keren kan?

Hanya saja tidak boleh diphoto!

topkapi

Selain itu di dalam Topkapi Palace kami bisa melihat koleksi yang didapat dari zaman Nabi Muhammad SAW, mulai dari baju Fatimah, kumis Nabi Muhammad, jejak Kaki Nabi Ibrahim, dan masih banyak lagi!

Melihat peninggalan berharga umat Islam aku merasa sangat puas dan tentram!

Pantas saja Istanbul masuk kedalam salah satu tujuan setelah Umrah!

“Mbak aku merasa damai”, kataku kepada Mbak Ninik.

Benar-benar puas melihat peninggalan Islam dan merasakan wisata Sejarah Islam di Istana Topkapi Istanbul Turki!

topkapi-palace-turkey

Semua peninggalan bersejarah dan barang berharga peninggalan Nabi Muhammad SAW beada di ruang bernama Pavilion of Holy Mantle dan Holy Relics. Di Pavilion of Holy Mantle dan Holy Relics Topkapi Palace pula aku dapat melihat mantel Nabi Muhammad SAW yang pernah dijaga oleh Dinasti Abbasiyah di Mesir namun akhir abad 18 Wahabi melakukan pengrusakan tempat suci di Arab sehingg barang penting diselamatkan di Topkapi.

Winny, this time for me to see this, even i have visited Topkapi, and lucky because of you“, kata Kosan.

It’s STUNNING, lovely treasure” kataku kepada Kosan

“Keren sekali ya”, kata Mbak Ninik!

topkapi-istanbul-turkey

Is this really from Mekkah?” tanya kepada Kosan

Yes, thats origin!”, kata Kosan. Iya pula mana mungkin palsu iya kan?

Hey i want to go to Mekkah and bring my mom becuase this place” kataku kepada Kosan

Lemme know and i will join”, kata Kosan.

sultan-ahmed-istanbul

 

Walau gagal melihat Harem namun hatiku senang karena aku melihat peninggalan Nabi Muhammad SAW yang tak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan apapun!

Bagaimana kalau aku aja jadi Harem?😂

Harga Tiket Masuk Topkapi Palace
40 TL
Alamat Topkapi Palace
Cankurtaran Mh
34122 Fatih/İstanbul
Turkey

Salam
Winny

Blue Mosque Istanbul dan Keindahan Turki


“Just because it didn’t last forever, doesn’t mean it wasn’t worth your while.”
By Unknown

blue-mosque

Hello World!
Istanbul, 3 Oktober 2016

Waktu menunjukkan magrib dan kami sudah beranjak dari Egyptian Bazaar Istanbul Turki. Setelah mencoba sensasi Pistachio dan melewati warung minum tua kami berjalan lagi ke Blue Mosque. Kami berencana hendak sholat magrib di Blue Mosque.
Guess how much we walked so far”, tanya Kosan kepada kami
I don’t know exactly but quit far”, kataku
“20 Km” kata Kosan
“Pantaslah kaki pegal ini” kata Mbak Ninik berbahasa Indonesia kepadaku.
Ya ampun seharian kami ternyata sudah berjalan 20 km!!
Saking banyaknya tempat wisata menarik di area Istanbul akhirnya berjalan kaki selama itu tidak terasa.
Kami berdua hanya mengikuti jalanan dan Kosan adalah tourguide kami selama di Istanbul. Kosan sangat baik sebagai teman dan kami beruntung bertemu dengannya. Dia banyak sekali menjelasakan apa-apa yang kami lihat mulai dari menguji makanan apa yang cocok di lidah kami hingga ke tempat wisata popular Turki.

sekerci
Sekerci

Walau kedatangan kami ke Blue Mosque menjelang magrib namun lumayan menarik karena selain bisa melihat Hagia Sopia sekaligus kami juga bisa untuk sholat di dalam Masjid Biru, wisata Istanbul yang sudah lama aku impikan.
Why this Mosque called Blue Mosque?”, kataku kepada Kosan
Karena memang dari luar tidak biru-biru amat jadinya aku sangat penasaran dimana letak birunya
You will know once you entered the Mosque”, kata Kosan.
Dari luar memang Masjid biru tidak terlalu biru namun taman di depannya sangat Indah lengkap dengan pepohonan dan siapa sangka aku berada di dalam Majid Biru, Turki untuk melaksanakan sholat.

blue-mosque-turkey
Blue Mosque

Aku dan Mbak Ninik lalu mencari tempat wudhu, kemudian Kosan lebih memilih kami sholat di luar Masjid. Untuk beribadah ke dalam Blue Mosque Turki maka kita akan dikasih kantong plastic untuk meletakkan sandal/sepatu kemudian untuk perempuan akan dikasih penutup kepala/kain jika ingin masuk kedalam Masjid. Setelah wudhu aku dan Mbak Ninik masuk kedalam Masjid Biru Istanbul dan melaksanakan sholat di dalamnya.
Saat masuk ke dalam Blue Mosque Turki barulah aku tahu dari mana birunya karena memang marmer di dalamnya berwarna biru!! Rasanya senang sekali karena sekalian jalan-jalan, sekalian ibadah!
Sebenarnya baik aku dan Mbak Ninik sangat betah berlama-lama di dalam Blue Mosque Turki, namun karena kasihan Kosan menunggu kami akhirnya selesai sholat kami harus keluar.
Pas selesai sholat, aku memperhatikan banyak sekali wisatawan yang masuk dan ingin mengetahui sejarah tentang Blue Mosque Turki.
Kita harus tinggal sekitar sini ya Win di hari terakhir karena aku ingin lama-lama di dalam Blue Mosque Turki”, kata Mbak Ninik.
Kemudian aku mengiyakan karena aku juga suka berlama-lama di dalam Blue Mosque Turki.
Wanita sholatnya di belakang dengan pembatas kayu di sisi kiri dan kanan kemudian untuk laki-laki di depan. Ada pembatas untuk area wisatawan dan diperbolehkan masuk secara gratis asalkan dengan pakaian yang sopan dan tertutup serta tidak mengganggu apalagi saat ibadah.
Karena kedatangan kami di waktu malam hari, akhirnya aku dan Mbak Ninik penasaran untuk kembali lagi di pagi hari.
“Ternyata ini maknanya Tiket kita beli ulang lagi” Kata Mbak Ninik kepadaku
“Iya Mbak agar kita bisa menikmati waktu kita”, kataku.
Tidak ada penyesalan bagiku dan Mbak Ninik ke Istanbul walau kami harus membeli tiket dua kali karena pertama dilarang terbang akibat kami tidak mengurus visa transit Yunani namun saat melakukan ibadah di dalam Blue Mosque rasanya “tenang”.

blue-mosque

Blue Mosque Turki merupakan bangunan yang memiliki nilai sejarah dan ikon paling terkenal di Turki. Blue Mosque dibangun atas perintah Sultan Ahmed I pada masa Ottoman sekitar tahun 1609-1616 sebagai tandingan dari Hagia Sophia buatan kaisar Byzantine yaitu Constantinople yang berada diseberangnya. Blue Mosque atau Masjid Biru memiliki design bergaya Ottoman klasik oleh arsitek terkenal pada jaman itu “Mehmed Aga”. Blue Mosque Turki memiliki enam minaret yang menjulang tinggi dengan kubha yang masjidnya bertumpuk-tumpuk dengan diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter, dan kolom beton berdiameter 5 meter. Di dalam Blue Mosque Turki terdapat 20,000 keping keramik Iznik berwarna biru itulah sebabnya disebut Blue Mosque.
Akhirnya aku dan Mbak Ninik pun menghampiri Kosan yang sudah menunggu kami di luar.

blue-mosque-istanbul
Blue Mosque

We are statisfied”, kataku kepada Kosan
Kemudian mengajak kami untuk makan malam disekitar Sultan Ahmed sebelum pulang ke Sisi Asia Turki.
Lalu aku berbisik kepada Mbak Ninik
“Mbak aku jadi pengen ke Mekkah deh”, kataku kepada Mbak Ninik yang kebetulan sudah pernah Umrah sebelumnya.

Alamat Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii)
The Blue Mosque, Sultan Ahmed Camii
Sultanahmet, Fatih
Istanbul, Turkey
Biaya: Gratis
Salam
Winny

Jalan kaki ke Daerah Taksim hingga ke Gelata Tower, Istanbul Turki


“You only live once, but if you do it right, once is enough.”
By Mae West

istanbul

Hello World
Istanbul, 1 Oktober 2016
Dari Eminönü kami ke Dolmabahçe Palace kemudian ke Taksim. Di area Taksim pulalah kmai makan hamburger ala Turki yang enak banget. Saking enaknya itu Hamburger, hingga kini masih tergiang rasanya!
Secara keselurhan menghabiskan waktu mengelilingi area Taksim sangat menarik. Dan aku sangat suka area Taksim karena Area Taksim sangat menarik dikunjungi karena banyak sekali pertokoan, restauran untuk minum maupaun makan dan merupakan tempat berkumpulnya wisatawan mancanegara dan warga lokal. Ibaratnya Taksim ini alun-alun Kota tempat nongkrong. Bahkan area Taksim sering dijadikan tempat shooting loh!

taksim
Taksim

Kami bahkan berjalan dari Gang ke Gang melewati coffe shop dan melihat tingkah laku warga lokal. Bahkan mencari oleh-oleh bisa juga di area Taksim.
Kami ke Taksim sebenarnya mencari Gapari untuk kartu Mbak Ninik karena entah kenapa paket internetnya tidak bisa bekerja. Maka di Taksimlah tujuan kami dan Kosan menanyakan dari satu orang ke orang lain hingga akhirnya kami mengitari area Taksim bertiga.

turkey
Taksim

Untuk menemukan Gapari yang bisa memperbaiki Kartu cukup susah namun berhasil mendapatkannya. Sepanjang pencarian mencari Gapari tempat perbaikan kartu akhirnya banyak yang kami lalui. Mulai dari mencoba es krim Turki yang membuat jantungan karena trik yang dibuat oleh penjual. Dengan Bahasa Turki dia akan teriak yang membuat kaget kemudian memberikan es krim namun tiba-tiba hilang. Kemudian sesaat kemudian tiba-tiba es krimnya udah ditangan. Itulah es krim Turki!
Seruuuu!!
Walau rasa es krimnya biasa saja, yang tak biasa cari memberikannya!

taskim-area
Taksim

Di Taksim pula kami melihat pengamen berkelas karena ngamennya nejis lengkap dengan peralatan musiknya. Ngamennya rapid an penuh modal, bahkan ada pengamen dari America alias suku India.
“They are real Indian, from United Stated,” kata Kosan.
Gila ya niat banget ke Turki demi ngamen!
Di Taksim pulalah kami juga sempat sholat Ashar dan setelah itu berjalan kaki hingga ke sebuah Gereja yang tak sengaja kami jumpain.

taksim-istanbul

Gereja itu seperti berada di Spanyol dan warnanya orange. Dan di Taksim pulalah kami sempat melihat demonstran dengan polisi.
“Can i take the photo of demonstran?”, tanyaku kepada Kosan
I think you can”. Katanya
Kemudia “jepret”

taksim-turki
Eeh belum semenit memphoto polisi datang menyuruh menghapus photo yang barusan aku ambil.
Kan sial?!
Terpaksalah aku hapus photonya!
Di Taksim kami full jalan kaki serta melakukan banyak hal dan melihat banyak hal pula.
Bahkan kami juga ke Monumen Kemerdekaan Taksim yang disebut Taksim Cumhuriyet Anıtı untuk memperingati pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk.

gelata-tower
Gelata Tower

Yang tak kalah seru ketika kami bertiga berjalan kaki hingga ke Gelata Tower. Awalnya kami hendak masuk ke atas namun melihat antrian panjang akhirnya kami memilih untuk melihat dari luar saja. Padahal Gelata Tower sangat cocok untuk menikmati pemandangan 360 derajat Kota Istanbul. Bahkan Menara ini dibangun tahun 507 oleh Kaisar Bizantium, Anastasius. Gelata Tower waktu itu masih dari kayu. Kemudian tahun 1348 dibangun menara batu setinggi 66,9 meter oleh Koloni Genoa. Sayang antriannya lebih panjang dari antrian sembako jadinya yah kami dari luar saja sudah bahagia!
Tapi kalaupun seandainya bisa naik aku kayaknya tidak sanggup deh melihat Kota Istanbul dari atas, maklum takut ketinggian, phobia ah phobia!

gelata-tower
Gelata Tower

Kemudian rencana menaiki Gelata Tower kami coret dari tempat wisata Istanbul kemudian kami berjalan menuju ke Gelata Bridge. Uniknya di Gelata Bridge kami melihat warga lokal sedang memancing. Iya pemandangan memancing itu hal yang lumrah di Istanbul. Tentu hal ini baru bagiku!
Its normal fishing here,” Kosan menjelaskan kepada kami.
Kemudian ada sebuah pancingan nganggur lalu Kosan meminta izin kepada pemilik pancing sambil berbahasa Turki.
Setelah bicara Turki yang tidak aku mengerti tiba-tiba Kosan berkata
Try it”,

gelata-bridge-turkey
Gelata Bridge

Akhirnya aku pura-puralah ya mencoba memakai pancing.
Padahal gaya doang buat photo kan lumayan dengan latar belakang Masjid!
Gambarnya sih apik!
Bahkan menikmati pemandangan di Gelata Bridge ini sangat menentramkan!
Berjalan kaki di Gelata Bridge seru sekali karena jembatan ini menghubungkan dua sisi Istanbul “sisi Kota Tua dan modern” serta berada di mulut Teluk Golden Horn.
Tidak sia-sia kami seeharian jalan kaki bersama Mbak Ninik dan Kosan!
Setelah puas di Gelata Bridge kami kemudian melewati Yeni Camii New Mosque (Istanbul) hingga akhirnya kami ke Istanbul’s Egyptian/ Spice Bazaar (Mısır Çarşısı).

gelata-bridge-istanbul
Gelata Bridge

Di Egyptian/Spicy Bazaarlah Kosan dengan muka senang mengajak kami mencoba Bakso kesukaannya. Eh pas sampai di depan Bakso ternyata Abang Bakso tutup. Akhirnya dia mengajak kami ke sebuah toko manisan.
This is pistachio, my favorite cake”, kata Kosan

pistcahio
Egyptian Bazaar

Aku dan Mbak Ninik mencoba manisan yang terbuat dari pistachio dan rasanya manis!!
Oh no, how come u don’t like pistachio?”, kata Kosan dengan muka tak percaya!
Wajar tingkat manis di Turki itu sangat berbeda dengan tingkat manisku.
Dan jujur saja aku tidak terlalu suka kalau makanan itu “terlalu manis”.

egyptian-bazaar-turkey
Egyptian Bazaar

Akhirnya makanan yang dipesan untuk 3 orang harus dihabiskan sendiri oleh Kosan karena kami tidak sanggup memakannya.
“I will call you Mr. Pistachio”, kataku ke Kosan dengan muka nyengir.

gelata-bridge

Salam
Winny